Bukan Cawapres 2029, Golkar Pastikan Bahlil Lahadalia Bertarung di DPR dari Papua

Bahlil Lahadalia Siap Nyaleg 2029, Golkar Belum Tentukan Cawapres PrabowoBahlil Lahadalia Siap Nyaleg 2029, Golkar Belum Tentukan Cawapres Prabowo
Golkar Tegaskan Bahlil Lahadalia Maju Caleg DPR 2029 dari Papua, Bukan Cawapres Prabowo.

INBERITA.COM, Partai Golkar memastikan Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR pada Pemilu 2029.

Dengan keputusan ini, Golkar menegaskan bahwa Bahlil bukan dipersiapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2029, melainkan fokus bertarung di pemilihan legislatif dari daerah pemilihan (dapil) Papua.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, saat menjawab peluang kader Golkar diusung sebagai cawapres pada kontestasi Pilpres 2029 mendatang.

Ia menegaskan bahwa Bahlil telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai caleg.

“Kalau untuk apakah ada dari Golkar yang mau didorong? Ya, Ketua Umum kami mau nyaleg, sudah mendeclare-kan bahwa beliau akan menjadi caleg untuk 2029,” kata Sarmuji saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (12/1/2026).

Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi politik yang berkembang terkait posisi Bahlil di Pemilu 2029.

Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu sebelumnya kerap disebut-sebut berpotensi masuk dalam bursa cawapres, terutama jika Partai Golkar kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres).

Namun, Golkar kini menegaskan arah politiknya. Bahlil dipastikan akan maju sebagai caleg DPR 2029 dari dapil Papua.

Menurut Sarmuji, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Papua memiliki kedekatan historis dan emosional dengan Bahlil.

“Pak Bahlil sudah memilih dapil. Dapil Papua. Karena kan Pak Bahlil kan dibesarkan di Papua ya. Kalau kelahirannya di Banda, tapi dibesarkan, besar di Papua beliau,” kata Sarmuji.

Latar belakang tersebut dinilai menjadi pertimbangan kuat bagi Bahlil untuk maju dari Papua pada Pemilu Legislatif 2029.

Selain faktor kedekatan personal, Papua juga menjadi wilayah strategis secara politik, mengingat dinamika pembangunan dan sumber daya alam yang selama ini menjadi perhatian nasional.

Di sisi lain, Partai Golkar juga memastikan komitmennya untuk kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

Dukungan tersebut disebut sebagai konsekuensi logis apabila pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil hingga akhir masa jabatan.

Meski demikian, Golkar belum menentukan sikap terkait sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

Partai berlambang pohon beringin itu masih fokus mengawal jalannya pemerintahan saat ini.

Sarmuji menegaskan bahwa mandat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar menugaskan seluruh kader untuk menyukseskan dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Keputusan politik jangka panjang, termasuk soal pasangan capres-cawapres, akan sangat bergantung pada evaluasi kinerja pemerintahan.

“Ya, kami ini di Munas ditugaskan untuk menyukseskan, mendukung, mengamankan, dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, ya. Untuk sukses, tentu kami harus bekerja keras. Dan kalau sukses, pasti Pak Prabowo akan dicintai oleh rakyat Indonesia. Dan kalau dicintai oleh rakyat Indonesia, maka tidak ada kemungkinan lain selain Pak Prabowo akan kita dukung menjadi calon presiden kembali,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, peta politik menuju Pemilu 2029 mulai terlihat lebih jelas. Golkar mengunci posisi Bahlil Lahadalia sebagai caleg DPR dari Papua dan membuka peluang dukungan kembali kepada Prabowo sebagai capres.

Sementara itu, dinamika penentuan cawapres masih akan bergulir seiring perkembangan politik nasional dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan yang sedang berjalan.

Keputusan Golkar ini sekaligus menjadi sinyal bahwa partai tersebut tengah menata strategi elektoral secara terukur, baik untuk Pemilu Legislatif maupun Pilpres 2029.

Fokus pada penguatan basis suara di daerah, termasuk Papua, dinilai menjadi bagian dari konsolidasi politik jangka panjang Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi nasional mendatang.