Bukalapak Bukukan Laba Rp 2,4 Triliun, Naik Tajam di Tengah Pasar Digital yang Lesu

INBERITA.COM, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan pada kuartal III 2025, mencapai Rp 2,4 triliun. Kinerja ini melesat tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya membukukan laba Rp 355 miliar.

Lonjakan tersebut menjadi salah satu capaian keuangan terbaik Bukalapak dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan laba terutama ditopang oleh kenaikan nilai investasi, yang membuat total kas, setara kas, dan investasi likuid perusahaan mencapai Rp 17,9 triliun per 30 September 2025.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kekuatan fundamental perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan pasar yang cukup fluktuatif.

“Capaian Bukalapak pada kuartal ketiga mencerminkan kemampuan kami untuk menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah perubahan pasar,” ujar Victor dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).

Stabil di Tengah Perlambatan Musiman

Menurut Victor, kuartal ketiga secara historis kerap menjadi periode yang relatif lebih lambat bagi industri digital. Namun, Bukalapak berhasil mempertahankan kinerja solid berkat strategi diversifikasi bisnis dan pengelolaan investasi yang hati-hati.

Dari sisi pendapatan, Bukalapak mencatatkan total Rp 1,64 triliun, tumbuh tipis 1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski kenaikan pendapatan tidak terlalu besar, perusahaan mampu menjaga efisiensi operasional di tengah kondisi pasar yang menantang.

Namun demikian, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) Bukalapak masih tercatat negatif Rp 18 miliar pada kuartal III 2025.

Adapun EBITDA yang disesuaikan ditambah pendapatan bunga bersih menurun dari Rp 201 miliar di kuartal II menjadi Rp 175 miliar pada kuartal III 2025.

Penurunan ini dinilai sebagai bagian dari penyesuaian strategis perusahaan untuk menjaga profitabilitas jangka panjang, terutama di tengah transisi fokus bisnis ke area dengan margin lebih tinggi.

Likuiditas Kuat dan Strategi Investasi Efisien

Bukalapak menyatakan dana yang dimiliki perusahaan sebagian besar ditempatkan pada instrumen investasi likuid seperti deposito, obligasi pemerintah, dan reksa dana.

Langkah ini memberikan fleksibilitas finansial yang kuat bagi perusahaan untuk menjaga arus kas dan mendukung ekspansi jangka panjang.

Total kas dan investasi likuid senilai Rp 17,9 triliun menjadi indikasi bahwa Bukalapak memiliki kapasitas finansial yang solid untuk beradaptasi terhadap perubahan tren digital maupun potensi pelemahan ekonomi global.

Keempat segmen bisnis utama Bukalapak—Gaming, Investment, Mitra Bukalapak, dan Retail—masing-masing tetap berkontribusi positif terhadap kinerja keseluruhan perusahaan.

Gaming Masih Jadi Penopang Terbesar

Segmen Gaming terus menjadi tulang punggung utama pendapatan Bukalapak dengan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun pada kuartal III 2025, tumbuh stabil 2 persen secara kuartalan.

Pertumbuhan ini menunjukkan daya tarik tinggi pada layanan hiburan digital dan keberhasilan Bukalapak dalam memperluas ekosistem pengguna di sektor tersebut.

Sementara itu, segmen Investment juga mencatatkan pertumbuhan impresif dengan pendapatan Rp 18 miliar, meningkat 30 persen secara kuartalan.

Segmen ini mempertahankan margin kontribusi di atas 30 persen, mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan portofolio investasi perusahaan.

Pada saat yang sama, segmen Mitra Bukalapak mengalami penurunan pendapatan, sejalan dengan strategi perseroan untuk memfokuskan sumber daya pada pasar yang lebih menguntungkan.

Kendati demikian, langkah efisiensi tersebut justru berdampak positif terhadap peningkatan margin kontribusi hingga 44 persen secara kuartalan.

Adapun segmen Retail masih menjadi bagian penting dalam ekosistem digital Bukalapak, dengan margin kontribusi 23,6 persen pada kuartal III 2025.

Kontribusi dari lini ini mencerminkan keberlanjutan strategi Bukalapak dalam memperkuat hubungan dengan konsumen dan mitra usaha di seluruh Indonesia.

Bukalapak Jaga Momentum Pertumbuhan

Kinerja kuat pada kuartal III 2025 menegaskan kemampuan Bukalapak dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat industri teknologi.

Dengan strategi diversifikasi yang matang dan pengelolaan keuangan yang prudent, Bukalapak diyakini mampu terus memperkuat posisinya di pasar digital Indonesia.

Victor menambahkan, keberhasilan Bukalapak menjaga profitabilitas di tengah kondisi makroekonomi yang tidak menentu merupakan hasil dari konsistensi dalam inovasi serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Pencapaian laba bersih Rp 2,4 triliun ini menjadi sinyal positif bagi para investor dan pelaku pasar bahwa perusahaan e-commerce asal Indonesia tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat di tengah tantangan industri digital.

Dengan kinerja solid di semua lini bisnis dan posisi kas yang kuat, Bukalapak diyakini memiliki ruang besar untuk melanjutkan ekspansi dan memperkuat perannya sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi digital nasional. (mms)