Bandung Zoo Disegel Pemerintah! Wali Kota Bandung Ungkap Sebabnya dan Cari Opsi Pengelolaan Baru Pasca Penyegelan

Bandung zoo disegel sementara akibat terbengkalai karena konflik internalBandung zoo disegel sementara akibat terbengkalai karena konflik internal
Bandung Zoo Ditutup Sementara, Wali Kota Farhan Terangkan Keputusan dan Proses Pengelolaan Baru

INBERITA.COM, Penyegelan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) ternyata hanya bersifat sementara. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa proses penyegelan tersebut tidak akan berlangsung permanen.

Menurutnya, penyegelan Bandung Zoo diperkirakan hanya akan berlangsung maksimal selama tiga bulan ke depan.

“Penyegelan ini hanya sementara, sekitar tiga bulan. Setelah itu, kami akan segera menentukan langkah selanjutnya,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (5/2/2026).

Farhan juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai masa depan Bandung Zoo, termasuk konsep pengelolaannya ke depan.

“Saat ini, belum ada keputusan final mengenai konsep pengelolaan Bandung Zoo. Kami akan bentuk komite terlebih dahulu untuk menyusun rencana tersebut,” jelasnya.

Komite ini, menurut Farhan, akan melibatkan beberapa pihak terkait, seperti Pemerintah Kota Bandung, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Kehutanan.

Menurut Wali Kota, saat ini telah ada kesepakatan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota untuk berbagi tanggung jawab terkait pengelolaan Bandung Zoo.

Dalam kesepakatan tersebut, Kementerian Kehutanan akan menangani semua satwa yang ada di Bandung Zoo, sementara operasional dan gaji karyawan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung.

“Pemkot Bandung akan mengambil peran dalam memastikan operasional berjalan selama tiga bulan, sambil menyiapkan konsep pengelolaan baru untuk tempat ini,” tambah Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa pencabutan izin konservasi kepada Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) selaku pengelola Bandung Zoo adalah dampak dari adanya konflik internal yang berkepanjangan di antara pihak pengelola.

“Konflik internal yang terjadi di tubuh pengurus YMT menyebabkan ketidakjelasan dalam pengelolaan Bandung Zoo. Mereka masih terlibat dalam sengketa perdata yang membuat pengelolaan menjadi terbengkalai,” ungkap Farhan.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah memperhatikan kondisi Bandung Zoo yang semakin tidak terurus.

“Kami melihat bahwa tidak ada pihak yang dapat mengelola dengan baik, dan akhirnya negara turun tangan dengan melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kota untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Farhan.

Satyawan Pudiyatmoko, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari Kementerian Kehutanan, turut memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang diambil pasca pencabutan izin konservasi dan penyegelan Bandung Zoo.

Satyawan mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kota Bandung telah disepakati untuk memastikan kelangsungan perawatan satwa dan kesejahteraan karyawan selama masa transisi.

“Melalui penandatanganan MoU ini, kami memastikan bahwa satwa yang ada di Bandung Zoo akan terus dipelihara dengan baik, dan karyawan juga akan tetap mendapatkan hak-haknya selama masa peralihan ini. Kami berbagi tanggung jawab untuk menjaga operasional zoo, meskipun pengelolaannya akan beralih,” jelas Satyawan.

Langkah-langkah yang disepakati dalam MoU ini juga mencakup peran aktif dari pemerintah untuk memastikan bahwa semua satwa di Bandung Zoo tetap mendapatkan perawatan yang layak, sementara pihak pemerintah kota juga tetap memperhatikan kesejahteraan para karyawan yang bekerja di sana.

“Dengan kesepakatan ini, kami berharap operasional Bandung Zoo tetap bisa berjalan dengan baik, meski ada perubahan pengelolaan,” ujar Satyawan.

Pemerintah Kota Bandung kini memiliki waktu tiga bulan untuk mempersiapkan konsep baru yang akan diajukan kepada lembaga konservasi berbadan hukum yang berpotensi menjadi pengelola baru.

Farhan berharap bahwa melalui langkah ini, Bandung Zoo bisa dikelola dengan lebih baik, dan dalam waktu dekat bisa kembali dibuka dengan konsep yang lebih matang dan profesional.

Keputusan mengenai masa depan Bandung Zoo ini mencerminkan perhatian besar dari pemerintah dalam melestarikan keberadaan satwa liar dan memastikan fasilitas konservasi berjalan dengan efektif.

Dengan adanya pengelolaan baru yang diharapkan lebih profesional, Bandung Zoo diharapkan bisa kembali menjadi tempat edukasi dan konservasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Proses transisi ini juga diharapkan menjadi contoh bagaimana pengelolaan kebun binatang dan tempat konservasi dapat dilakukan dengan lebih transparan dan profesional, mengutamakan kesejahteraan satwa dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.

Pemerintah Kota Bandung bersama dengan pihak terkait akan terus berkoordinasi untuk memastikan agar langkah-langkah yang diambil dapat memberikan hasil yang maksimal bagi semua pihak, terutama bagi satwa yang selama ini berada di Bandung Zoo.

Penyegelan Bandung Zoo dan langkah-langkah pengelolaan baru yang sedang dipersiapkan menjadi harapan baru bagi kelangsungan tempat konservasi yang telah berdiri lama ini, sekaligus memberi pembelajaran tentang pentingnya pengelolaan konservasi yang baik demi keberlanjutan ekosistem dan pelestarian satwa.