Akhirnya Denada Akui Ressa Rizky Rossano sebagai Anak Kandung, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Tersembunyi

Ressa rizky rossano anak denadaRessa rizky rossano anak denada
Denada Akhirnya Akui Ressa Rizky Rossano Sebagai Anak Kandung, Begini Penjelasan Kuasa Hukum

INBERITA.COM, Penyanyi Denada akhirnya melalui kuasa hukumnya, Moch. Iqbal, mengonfirmasi bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya. Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar mengenai pengakuan Denada terhadap Ressa.

Dalam klarifikasi yang diberikan, Moch. Iqbal menegaskan bahwa Denada tidak pernah mengabaikan status anaknya, bahkan sejak kecil ia membiayai, memfasilitasi, dan memastikan pendidikan Ressa berjalan dengan baik.

“Pernyataan ini penting untuk diluruskan. Denada tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anak. Bahkan, Mbak Dena yang membiayai dan menyekolahkan Ressa sejak kecil,” jelas Moch. Iqbal, mengutip dari sumber yang dilansir oleh awak media pada Jumat (30/1/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik atas masalah yang melibatkan Ressa Rizky Rossano, yang sempat memicu kontroversi setelah muncul dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo.

Dalam podcast tersebut, Ressa mempertanyakan perlakuan Denada yang ia rasa berbeda, apalagi dengan sang adik. Hal ini memicu perdebatan publik, apalagi setelah Ressa sempat mengungkapkan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari Denada.

Namun, Moch. Iqbal menambahkan bahwa keinginan Ressa tidak hanya sebatas pengakuan semata, melainkan juga terkait dengan tuntutan uang sebesar Rp7 miliar.

“Ressa tetap meminta ganti rugi yang besar, yaitu Rp7 miliar. Ini bukan hanya soal pengakuan saja seperti yang dia katakan di podcast, tetapi lebih kepada uang,” tegasnya.

Menurutnya, masalah ini semakin berkembang menjadi drama panjang yang tidak hanya melibatkan emosi, tetapi juga aspek finansial yang tak kalah pentingnya. Bahkan, ia memandang kasus ini bisa berlanjut menjadi konflik yang lebih besar jika tidak diselesaikan dengan baik.

Moch. Iqbal juga menanggapi soal pernyataan Ressa yang mempertanyakan perlakuan Denada terhadap dirinya yang dianggap berbeda dengan perlakuan sang adik.

“Mbak Dena memberikan kasih sayang yang sama untuk kedua anaknya. Namun, karena jarak dan kondisi, mereka tidak bertemu setiap hari,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan bahwa selama ini Denada sudah memberikan perhatian penuh kepada Ressa, termasuk dalam hal pendidikan dan kebutuhan lainnya.

Di tengah klarifikasi tersebut, pendapat netizen di media sosial mengenai pengakuan Denada tidaklah seragam. Beberapa di antaranya mengkritik bahwa lebih baik pengakuan tersebut datang langsung dari mulut Denada, bukan melalui kuasa hukumnya.

Salah satu netizen, misalnya, menuliskan di akun Instagram-nya, “Pengakuan langsung dari Denada dong, bukan dari pengacaranya.”

Beberapa komentar lainnya juga mencurigai bahwa pengakuan ini hanya merupakan langkah strategis Denada untuk menghindari boikot.

“Setelah heboh mau diboikot, baru deh mengakui anaknya. Lawak banget,” ujar akun @sul* ul.* yang menanggapi pernyataan tersebut.

Reaksi ini mengindikasikan bahwa sebagian orang meragukan niat Denada dan lebih memilih agar dia mengungkapkan hal ini secara langsung kepada publik.

Tak hanya itu, ada juga komentar yang mempertanyakan pemanfaatan uang pajak untuk membayar pengacara yang menangani masalah ini, mengingat Denada seharusnya lebih memprioritaskan urusan kemanusiaan lainnya.

“Maksud dibiayai dan difasilitasi itu, apa dengan menjadi supir neneknya dengan gaji Rp2 juta?” tulis akun @dea****ea, merujuk pada dugaan penyalahgunaan uang pajak untuk urusan pribadi.

Di sisi lain, penjelasan kuasa hukum Denada tersebut mengungkapkan bahwa selama ini ia telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk Ressa. Dengan atau tanpa pengakuan formal ini, Denada mengklaim bahwa dia selalu mendampingi Ressa sejak kecil.

Isu tentang pengakuan anak ini, yang sempat menjadi perdebatan publik, kini semakin menyentuh berbagai sisi.

Banyak yang merasa bahwa pengakuan formal itu penting, namun lebih banyak lagi yang mengkritik cara penyelesaiannya. Netizen tampaknya lebih menantikan penjelasan dari Denada secara langsung, tanpa perantara siapapun.

Kesimpulannya, meskipun pengakuan dari kuasa hukum Denada sudah cukup jelas, masyarakat masih berharap agar masalah ini diselesaikan dengan cara yang lebih transparan dan tidak menimbulkan kesan adanya manipulasi atau tekanan dari pihak tertentu.

Di tengah polemik ini, harapan terbesar publik adalah agar kasus ini tidak berlarut-larut, dan Denada serta Ressa bisa menemukan solusi yang membawa kedamaian bagi semua pihak. (**)