INBERITA.COM, Gelombang bantuan terus mengalir kepada keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang meninggal dunia setelah menjadi korban aksi main hakim sendiri usai diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Perhatian dari berbagai kalangan tidak hanya datang dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga dukungan jangka panjang yang ditujukan bagi masa depan kedua anak korban.
Kasus yang menyita perhatian publik itu memunculkan kepedulian dari sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta.
Fokus bantuan kini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga memastikan anak-anak korban tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Salah satu bantuan yang menjadi perhatian adalah deposito senilai Rp50 juta yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dana tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak KD yang masih berusia kecil sebagai tabungan masa depan.
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan kepedulian masyarakat terhadap keluarga korban terus bertambah sejak peristiwa tersebut menjadi sorotan.
Menurutnya, banyak pihak datang langsung ke desa untuk menyerahkan bantuan maupun memberikan dukungan moral kepada keluarga.
“Tadi dari KDM memberikan deposito untuk anaknya yang masih kecil sebesar Rp50 juta. Kemarin juga banyak yang berdonasi. Ada dari Bangli, Mangku Sekenan, ada Bapak Komang Merta Jiwa dari DPD RI. Hari ini Bapak Gede Gajah juga masih dalam perjalanan menuju desa. Dari perusahaan-perusahaan juga banyak memberikan santunan kepada almarhum dan anak-anaknya,” ujar Sutama sebagaimana disampaikan kepada awak media.
Selain bantuan dalam bentuk dana, keluarga juga menerima berbagai kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi setelah kehilangan sosok pencari nafkah utama.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga KD. Bantuan tersebut terdiri atas 50 kilogram beras, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, dan 25 kilogram telur.
Dalam keterangannya, Sahroni menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.
Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan yang berujung menghilangkan nyawa seseorang.
“Saya turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi kepada korban dan keluarganya. Main hakim sendiri jelas merupakan tindakan yang salah dan para pelaku harus diusut. Maka semoga bantuan ini dapat turut meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sahroni.
Pernyataan tersebut kembali mengingatkan pentingnya supremasi hukum dalam menyelesaikan persoalan pidana.
Sejumlah pengamat sebelumnya juga menilai bahwa praktik main hakim sendiri berpotensi memunculkan pelanggaran hak asasi manusia sekaligus menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat apabila dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas.
Di sisi lain, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan banyak pihak.
Sepupu KD, Made Parta, mengatakan seluruh bantuan akan dimanfaatkan secara bertanggung jawab demi memenuhi kebutuhan keluarga yang kini harus menjalani kehidupan tanpa kepala keluarga.
“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pak Ahmad Sahroni. Bantuan ini sangat berarti untuk kami. Akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Sekali lagi terima kasih,” katanya.
Tidak hanya bantuan sosial, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah pendampingan bagi anak-anak korban.
Menurut Sutama, Bupati Buleleng telah menginstruksikan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk turun langsung mendampingi keluarga agar kebutuhan pendidikan anak dapat dipastikan tetap berjalan.
Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah mengarahkan anak KD yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat SMP untuk melanjutkan sekolah melalui program Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem.
“Pak Bupati Buleleng menugaskan Kadis Sosial bersama Kadis Pendidikan datang ke desa kami. Anaknya diarahkan masuk Sekolah Rakyat. Kemarin kami sudah berkoordinasi agar anak yang baru tamat SMP bisa bersekolah di Sekolah Rakyat di Karangasem. Itu merupakan program Bapak Presiden Prabowo,” ujar Sutama.
Langkah tersebut dinilai penting karena kehilangan orang tua atau pencari nafkah kerap berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan anak.
Tanpa dukungan yang memadai, banyak keluarga rentan mengalami kesulitan memenuhi biaya sekolah maupun kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Sutama menambahkan, pemerintah desa tidak mencatat secara rinci seluruh donatur karena sebagian besar bantuan diberikan langsung kepada keluarga.
Meski demikian, ia memastikan bantuan datang dari berbagai unsur masyarakat, termasuk individu, organisasi sosial, pelaku usaha, hingga pejabat dari berbagai daerah.
Menurutnya, besarnya simpati yang diberikan menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap nasib keluarga yang harus menghadapi kehilangan sekaligus tekanan ekonomi dalam waktu bersamaan.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, berbagai pihak berharap proses hukum atas dugaan aksi pengeroyokan yang menyebabkan kematian KD dapat berjalan secara transparan dan memberikan kepastian hukum.
Penanganan perkara secara profesional dinilai penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Sementara itu, keluarga kini berupaya bangkit dengan dukungan yang terus berdatangan.
Bantuan kebutuhan pokok diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat, sedangkan deposito dan perhatian terhadap pendidikan anak menjadi bekal jangka panjang agar masa depan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki harapan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah kasus pidana, terdapat keluarga yang ikut merasakan dampak besar.
Kehadiran berbagai bentuk bantuan, mulai dari santunan, dukungan pendidikan, hingga pendampingan sosial, diharapkan dapat membantu istri dan kedua anak KD menjalani kehidupan baru setelah kehilangan anggota keluarga yang selama ini menjadi penopang ekonomi rumah tangga.