INBERITA.COM, Atlet veteran menembak asal Turki, Yusuf Dikec, kembali menjadi sorotan publik internasional setelah tampil gemilang di ajang European Champions League of Air Weapons 2025 yang digelar di Istanbul pada Minggu (5/10/2025).
Tak hanya menyumbangkan medali emas untuk tim nasionalnya, gaya khas Dikec yang tampil tanpa perlengkapan canggih kembali mencuri perhatian — sama seperti saat ia viral di Olimpiade Paris 2024.
Nama Yusuf Dikec sebelumnya mendunia berkat penampilannya yang nyentrik saat bertanding di ajang Olimpiade.
Alih-alih mengenakan seragam lengkap dan peralatan standar seperti kacamata khusus, ia justru memilih tampil sederhana, bahkan menembak dengan tangan dimasukkan ke dalam saku.
Aksi itu terekam kamera dan viral di berbagai platform media sosial, meski saat itu Turki hanya meraih medali perak. Namun, medali itu menjadi sejarah sebagai raihan pertama Turki di cabang menembak olimpiade.
Kini, setahun berselang, Dikec tak hanya viral, tapi juga berhasil meraih emas di nomor beregu 10 meter air pistol putra, berpasangan dengan Mustafa Inan. Keduanya mengalahkan wakil Jerman, Christian Reitz dan Paul Froehlich, dalam dua set langsung dengan skor 2-0.
Penampilan Dikec di kandang sendiri disambut sorak sorai publik Istanbul.
Sosoknya dianggap sebagai simbol ketenangan, fokus, dan konsistensi — bahkan ketika mengenakan pakaian seadanya. Meski tampil santai, kualitasnya sebagai salah satu penembak terbaik Eropa tak terbantahkan.

“European Champions League adalah platform khusus yang diperuntukkan bagi atlet-atlet terbaik,” ujar Dikec dalam sesi wawancara usai pertandingan.
“Mewakili negara saya di depan pendukung tuan rumah adalah suatu kehormatan besar. Memenangkan emas di sini membuat saya sangat bahagia, dan ini juga menjadi persiapan untuk Kejuaraan Dunia di Kairo bulan November mendatang, di mana tujuan saya adalah membawa pulang medali lagi.” ujarnya menambahkan.
Tak hanya dari sektor putra, tim menembak putri Turki juga mencatat prestasi membanggakan. Di nomor beregu 10 meter air rifle, pasangan Damla Kose dan Elif Berfin Altun berhasil merebut medali emas usai menundukkan tim Norwegia dengan performa solid.
Sementara di nomor beregu 10 meter air pistol, Esra Bozabali dan Sevval Ilayda Tarhan tampil dominan dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim Prancis di babak final.
Dengan tiga medali emas dari seluruh nomor beregu, Turki sukses menyapu bersih podium tertinggi pada ajang bergengsi ini. Kemenangan ini sekaligus menegaskan kekuatan Turki sebagai kekuatan baru dalam dunia olahraga menembak Eropa.
Perhelatan European Champions League of Air Weapons 2025 sendiri menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya digelar di Istanbul.
Bagi para atlet Turki, ajang ini bukan hanya soal medali, tapi juga tentang kebanggaan tampil di depan publik sendiri. Dukungan penuh dari masyarakat turut memberi energi lebih bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Kemenangan Yusuf Dikec dan timnya sekaligus memberi sinyal kuat menjelang Kejuaraan Dunia Menembak di Kairo, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025.
Selain dari sisi teknis, kisah Yusuf Dikec menarik perhatian dunia karena menunjukkan bahwa prestasi besar tidak selalu datang dari tampilan luar yang mewah.
Kesederhanaan dan kepercayaan diri tinggi justru menjadi kekuatan utama atlet berusia senior tersebut.
Di tengah era peralatan canggih dan teknologi tinggi dalam olahraga, gaya Dikec yang ‘seadanya’ justru menghadirkan nuansa berbeda dan menjadi inspirasi tersendiri bagi banyak orang.
Dengan torehan ini, Turki menutup Liga Eropa Menembak 2025 dengan tiga medali emas, seluruhnya dari kategori beregu. Kemenangan ini juga memperkuat optimisme jelang berbagai ajang besar internasional yang akan dihadapi tim nasional menembak Turki dalam waktu dekat. (xpr)







