Warga Jatilaba Tegal Temukan Batu Hitam Misterius Usai Fenomena Suara dan Cahaya di Langit, Diduga Meteor yang Bikin Heboh

INBERITA.COM, Warga Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal digemparkan dengan kemunculan sebuah batu misterius yang diduga berasal dari langit.

Batu berwarna hitam itu jatuh di lahan kosong di samping rumah seorang warga bernama Wasroni, tidak lama setelah dentuman keras terdengar di langit desa mereka, Minggu (5/10/2025) sore.

Fenomena ini sontak menyita perhatian warga setempat dan viral di media sosial, memunculkan berbagai spekulasi mengenai asal-usul batu yang diyakini sebagai meteor tersebut.

Kejadian berawal sekitar pukul 18.30 WIB ketika langit mulai gelap. Saat itu, Wasroni yang tengah berada di dalam rumahnya dikejutkan oleh suara ledakan keras yang terdengar dari arah utara.

“Ada suara dentuman sampai lima kali. Sumbernya dari arah utara, getarannya terasa,” tuturnya.

Merasa penasaran, ia keluar rumah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tak berselang lama, seorang bocah tetangga bernama Ibnu, 11 tahun, berlari sambil memanggil namanya dengan panik.

Ibnu baru saja menyaksikan langsung pemandangan tak biasa. Ia melihat sebuah benda bercahaya meluncur dari langit, mengubah warnanya dari merah menyala menjadi putih ketika mendekati tanah.

“Saya lihat seperti api di langit, lalu warnanya berubah jadi putih waktu mau sampai tanah,” ujar Ibnu polos.

Saat didekati, tanah di lokasi jatuhnya benda tersebut berlubang, dan di dalamnya terdapat batu berwarna hitam yang masih hangat.

“Saya pegang sendiri, nggak takut,” tambahnya.

Setelah mendengar cerita dari Ibnu, Wasroni segera mengamankan batu misterius itu ke dalam rumahnya.

Batu tersebut berwarna hitam pekat, permukaannya agak kasar, dan diperkirakan memiliki berat sekitar tiga kilogram.

Tak butuh waktu lama, kabar penemuan batu yang diduga meteor ini menyebar cepat dan rumah Wasroni langsung dipenuhi warga yang ingin melihat langsung.

“Banyak yang datang malam itu. Ada yang foto, ada juga yang bilang mau beli kalau itu benar batu meteor,” ungkap Wasroni.

Sampai saat ini, batu tersebut masih disimpan oleh Wasroni di dalam rumahnya. Ia mengaku akan menjaga batu itu baik-baik, dan tidak menutup kemungkinan untuk menjualnya apabila ada kolektor atau pihak yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut.

“Kalau memang ada yang benar-benar berminat dan berniat meneliti, saya terbuka,” ujarnya.

Kepala Desa Jatilaba, Jumadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa banyak warga yang mendengar suara ledakan keras pada sore hari itu.

“Benar, warga kami menemukan benda yang diduga batu meteor. Suaranya memang terdengar keras sekali sore itu,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada perwakilan dari lembaga resmi seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Namun, Jumadi menduga kuat bahwa batu tersebut memang berasal dari angkasa luar, mengingat banyak warga di luar Desa Jatilaba yang juga melaporkan mendengar dentuman serupa.

“Kami menduga kuat itu meteor, karena banyak warga yang juga mendengar suara ledakan dari berbagai daerah, termasuk Brebes, Pemalang, bahkan Cirebon,” ujarnya.

Fenomena kilatan cahaya di langit yang diikuti oleh suara dentuman keras ini memang ramai dibicarakan warga di wilayah pantura barat Jawa Tengah pada waktu yang bersamaan.

Tak sedikit warga dari berbagai daerah yang mengaku melihat cahaya terang di langit yang disusul ledakan menggelegar, memunculkan spekulasi tentang adanya benda langit yang masuk ke atmosfer dan jatuh ke bumi.

Peristiwa langka ini langsung menjadi pembicaraan hangat warga Desa Jatilaba. Mereka berbondong-bondong datang ke rumah Wasroni untuk melihat langsung batu misterius yang kini telah dijuluki sebagai “tamu langit”.

Tak sedikit yang meyakini bahwa batu itu adalah meteor yang jatuh ke bumi. Bahkan, ada pula warga yang percaya batu tersebut membawa berkah.

“Semoga batu ini membawa keberkahan, bukan pertanda buruk,” harap Jumadi.

Wasroni sendiri mengaku tidak menyangka rumahnya akan menjadi lokasi jatuhnya benda yang memicu kehebohan ini.

Ia bahkan harus berjaga setiap malam karena masih banyak warga yang datang silih berganti hanya untuk melihat langsung batu yang masih disimpan rapat di dalam rumahnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Wasroni memutuskan untuk terus menjaga batu itu dengan hati-hati hingga ada pihak berwenang yang melakukan pengecekan.

Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari lembaga astronomi atau geofisika, sebagian besar warga meyakini bahwa benda tersebut adalah meteor.

Suara ledakan yang begitu kuat dan cahaya di langit yang terlihat jelas, ditambah dengan kondisi fisik batu yang panas dan berbeda dari batu biasa, semakin memperkuat dugaan tersebut.

Sementara pemerintah desa masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang, warga tetap antusias membicarakan kejadian ini. (xpr)