Wacana Beli Hutan Pandawara Group Viral, Denny Caknan Langsung Nyatakan Siap Donasi Rp1 Miliar

Dari Lamunan Jadi Gerakan Nasional Pandawara Group dan Donasi Rp1 Miliar Denny CaknanDari Lamunan Jadi Gerakan Nasional Pandawara Group dan Donasi Rp1 Miliar Denny Caknan
Baru Wacana, Ajakan Beli Hutan Pandawara Group Direspons Denny Caknan dengan Komitmen Rp1 Miliar

INBERITA.COM, Ajakan yang disuarakan kelompok pemuda Pandawara Group untuk membeli hutan demi menjaga kelestarian alam ternyata mendapat respons mengejutkan dari penyanyi Denny Caknan. Gerakan yang bermula dari unggahan sederhana di Instagram itu dengan cepat memantik perhatian publik.

Terutama karena konsep membeli hutan dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai upaya kolektif mencegah alih fungsi kawasan yang berpotensi merusak lingkungan.

Pandawara Group, yang selama ini dikenal aktif mengampanyekan kebersihan lingkungan dan mitigasi bencana, memperkuat ajakan mereka di tengah meningkatnya kejadian banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Situasi bencana yang terjadi secara beruntun membuat isu kelestarian hutan kembali menjadi sorotan.

Melalui Instagram, mereka menilai perlindungan hutan harus dilakukan bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga bisa digerakkan oleh masyarakat secara langsung melalui aksi nyata seperti penggalangan dana untuk membeli kawasan hutan agar tidak dialihfungsikan menjadi lahan lain.

Dalam unggahan tersebut, Pandawara Group menulis,

“LAGI NGELAMUN… tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan,” tulis Pandawara Group, dikutip Minggu (7/12/2025).

Ide itu awalnya terdengar seperti lamunan spontan, namun sebenarnya merefleksikan kekhawatiran mendalam terhadap eksploitasi alam yang semakin sulit dikendalikan. Ajakan itu kemudian ditutup dengan kalimat santai namun memancing rasa penasaran publik,

“yu ah ceban pertama. more details link on Bio!”

Unggahan tersebut cepat menyebar dan menimbulkan diskusi luas. Di antara banyaknya reaksi, salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari Denny Caknan, penyanyi daerah yang memiliki basis penggemar besar di berbagai daerah Indonesia.

Respons Denny bukan sekadar komentar, tetapi juga bentuk partisipasi nyata yang langsung membuat gerakan ini semakin menggaung. Melalui akun Instagram pribadinya, Denny mengakui bahwa ajakan Pandawara Group awalnya terdengar tidak masuk akal.

Ia menggambarkannya sebagai gagasan yang “ngawur” karena membeli hutan bukanlah hal sederhana. Perlu proses hukum, regulasi, dan teknis yang kompleks.

Namun semakin ia memikirkan hal itu, ia merasa bahwa lamunan tersebut justru memiliki logika yang kuat, terutama jika melihat kondisi lingkungan Indonesia yang terus terancam oleh kerusakan ekologis akibat deforestasi, eksploitasi lahan, serta minimnya kesadaran publik terhadap pentingnya hutan sebagai benteng alami pencegah bencana.

“Mungkin terlihat tidak mungkin”

“Terlihat ngawur , Tapi kalo di pikir pikir masuk akal juga lamunan nya”

“Walaupun aku gak iso mikir cara belinya gimana ???? … @pandawaragroup adalah simbul keperdulian kita terhadap lingkungan . … Saya hanya seniman daerah yang sedikit membantu mimpi pandawara dan untuk indonesia #WUJUDKANBELIHUTAN.”

Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana seorang figur publik yang tidak secara langsung berkecimpung dalam isu lingkungan tetap merasa terpanggil untuk ikut membantu. Tidak berhenti pada dukungan moral, Denny Caknan mengambil langkah konkret yang membuat publik terkejut.

Ia mengumumkan partisipasinya dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung gerakan pembelian hutan tersebut.

Dalam unggahan berlatar hitam, ia menuliskan, “Saya 1 Milyar Denny Caknan.”

Komitmen ini membuat ajakan Pandawara Group mendapat sorotan lebih luas, karena kontribusi besar dari seorang pesohor dapat menjadi katalis bagi masyarakat lain untuk ikut berdonasi. Gerakan ini pada akhirnya bukan lagi sekadar lamunan atau ajakan santai di Instagram.

Dengan dukungan publik dan kontribusi nyata seperti yang dilakukan Denny, kampanye pembelian hutan mulai dipandang sebagai bentuk idealisme yang bisa diwujudkan melalui gotong royong. Banyak warganet menilai aksi Pandawara Group dan respons Denny Caknan sebagai fenomena baru dalam upaya penyelamatan alam.

Di tengah derasnya informasi tentang kerusakan lingkungan, gerakan ini muncul sebagai cerita positif tentang harapan dan kolaborasi. Narasi tentang masyarakat yang bisa bersatu untuk menjaga hutan juga menjadi topik yang berpotensi viral, terutama karena menyangkut masa depan lingkungan hidup di Indonesia.

Aksi ini juga memperlihatkan bahwa anak muda dan figur publik dapat memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan.

Model partisipasi publik seperti ini dapat membuka jalan bagi gerakan-gerakan lingkungan lain yang lebih terstruktur, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hutan sebagai penyerap karbon, pelindung air tanah, dan penyangga alam terhadap risiko bencana.

Meski masih banyak pertanyaan tentang bagaimana proses hukum pembelian hutan akan dilakukan, ajakan Pandawara Group sudah berhasil mencapai satu hal: menggerakkan perhatian publik.

Respons Denny Caknan yang ikut “patungan” Rp1 miliar menunjukkan bahwa ide yang awalnya hanya lamunan bisa berkembang menjadi gerakan besar ketika mendapatkan dukungan dari tokoh berpengaruh dan masyarakat luas.

Dengan viralnya gerakan ini, isu lingkungan kembali mendapat panggung penting di ruang digital. Pandawara Group dan Denny Caknan menjadi contoh bahwa perubahan besar kerap dimulai dari langkah kecil, bahkan dari sebuah lamunan.

Kini, publik menantikan perkembangan selanjutnya, apakah gerakan membeli hutan untuk mencegah alih fungsi benar-benar bisa terwujud dan menjadi model baru penyelamatan alam di Indonesia.