INBERITA.COM, Kejadian tragis terjadi di Desa Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu (25/3/2026) siang.
Seorang pemuda yang tengah melaju dengan sepeda motor tewas setelah menabrak tiang listrik dan pagar rumah warga saat dikejar oleh petugas Satlantas Polres Pacitan.
Korban, yang diketahui bernama Diva Tri Herianto (22), warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, langsung tewas di lokasi kejadian akibat luka berat pada bagian kepala.
Insiden ini terjadi setelah korban berusaha menghindari kejaran polisi yang mencoba menegurnya terkait dugaan pelanggaran lalu lintas.
Suasana di sekitar lokasi kejadian menjadi sangat mencekam setelah warga yang menyaksikan insiden itu merasa marah dan kecewa. Beberapa warga bahkan mengepung dan menghujat petugas yang terlibat dalam pengejaran tersebut.
Namun, situasi yang tegang ini berhasil diredam oleh warga lain dan anggota kepolisian yang segera tiba di lokasi, sehingga tidak berlanjut menjadi aksi anarkis.
Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar, tampak ketegangan yang luar biasa saat sejumlah warga meluapkan emosi mereka terhadap Aipda RD, anggota Satlantas Polres Pacitan yang terlibat dalam pengejaran.
Kejadian ini menuai berbagai respons dari masyarakat, dengan banyak pihak yang mengkritik tindakan pengejaran yang berujung pada tragedi tersebut.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, segera menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini.
Dalam keterangannya, Kapolres menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari upaya petugas untuk menegur korban karena dugaan pelanggaran lalu lintas.
“Petugas mencoba menegur, namun pengendara tidak menghiraukan dan justru memacu kendaraannya. Terjadi pengejaran hingga masuk ke gang padat penduduk. Nahas, korban kehilangan kendali lalu menabrak tiang dan pagar,” kata AKBP Ayub, Kamis (26/3/2026).
Setelah kejadian tersebut, korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk menjalani proses visum. Sementara itu, anggota polisi yang terlibat dalam pengejaran, Aipda RD, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh internal kepolisian.
“Anggota yang terlibat akan diproses lebih lanjut oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur untuk memastikan apakah ada pelanggaran prosedur dalam tindakan pengejaran tersebut,” tambah Kapolres.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan juga memicu diskusi di kalangan masyarakat terkait prosedur pengejaran yang dilakukan petugas kepolisian, serta kewajaran tindakan yang diambil dalam situasi yang bisa mengancam keselamatan warga.
Pemuda yang kehilangan nyawanya ini juga menjadi korban dari sebuah pengejaran yang berakhir dengan kecelakaan tragis.
Kejadian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kewajaran dalam setiap tindakan yang diambil oleh aparat.







