INBERITA.COM, Patung perunggu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang terletak di Alun-Alun Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Kepala patung yang tegak berdiri sejak diresmikan pada tahun 2023 terlihat miring. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan memicu banyak perhatian warga.
Kerusakan pada patung tersebut terjadi pada Kamis sore, 14 November 2025, setelah tertimpa tenda yang terhempas akibat angin kencang.
Meskipun cuaca cukup panas pada hari tersebut, angin yang datang begitu mendadak menyebabkan tenda yang dipasang untuk acara pelantikan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) roboh dan menimpa bagian kepala patung Soekarno.
Krisdiantoro, Plt. Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Indramayu, menjelaskan bahwa tenda yang menimpa patung Soekarno merupakan tenda yang digunakan dalam acara pelantikan PPPK yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM).
Tenda tersebut seharusnya sudah dibongkar setelah acara selesai, namun tetap dibiarkan terpasang hingga hari Kamis sore.
“Pada saat kejadian, tenda itu belum dibongkar, dan angin kencang datang dan menyebabkan tenda tersebut roboh dan mengenai patung,” ujar Krisdiantoro.
Kejadian ini sangat disayangkan mengingat pentingnya patung Soekarno sebagai simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Indramayu.
Setelah insiden tersebut, Dinas Permukiman dan Perumahan Kabupaten Indramayu segera melakukan pengecekan terhadap kondisi patung. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, patung Soekarno segera diturunkan dan dibawa untuk diperbaiki.
Pihak pemerintah daerah pun tengah mencari pihak yang pertama kali membuat patung tersebut agar perbaikan dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan standar.
“Kami sedang mencari pengrajin yang awalnya membuat patung ini. Kami khawatir jika perbaikan dilakukan oleh pengrajin lain, justru bisa merusak kondisi patung,” ungkap Krisdiantoro.
Selain itu, untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, petugas juga mengambil tindakan pencegahan dengan menurunkan patung perunggu Wakil Presiden Muhammad Hatta yang berada di lokasi yang sama. Langkah ini diambil untuk menjaga agar patung-patung tersebut tetap aman dan terawat.
Kerusakan pada patung Soekarno ini mengingatkan kita akan pentingnya pemeliharaan terhadap monumen-monumen sejarah yang memiliki nilai budaya dan simbolis tinggi.
Patung Soekarno di Alun-Alun Indramayu bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga bagian dari identitas nasional yang harus dijaga kelestariannya. Patung ini merupakan simbol dari perjuangan kemerdekaan dan dedikasi Soekarno Hatta terhadap bangsa Indonesia.
Bagi warga Indramayu, patung Soekarno adalah simbol yang dekat dengan hati mereka. Mereka berharap kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi dan pemerintah daerah lebih proaktif dalam menjaga keberadaan monumen-monumen penting di daerah.
Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Permukiman dan Perumahan, berkomitmen untuk segera menyelesaikan perbaikan patung Soekarno.
Setelah proses perbaikan selesai, patung akan dipasang kembali di Alun-Alun Indramayu dengan kondisi yang lebih baik dan aman.
Patung Wakil Presiden Muhammad Hatta juga akan segera dipasang kembali setelah dilakukan pengecekan dan pemeliharaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kedua patung tersebut tetap terjaga sebagai simbol penting perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kejadian kerusakan patung Soekarno di Indramayu menjadi pelajaran penting tentang pemeliharaan monumen dan simbol sejarah. (xpr)