INBERITA.COM, Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif pada balapan Moto3 Grand Prix Prancis 2026 di Circuit de la Sarthe, Le Mans, Minggu (10/5/2026).
Meski sempat tercecer hingga posisi ke-14 akibat kondisi lintasan basah, Veda mampu bangkit dan mengakhiri balapan di posisi keempat, nyaris merebut podium.
Penampilan pembalap Honda Team Asia itu menjadi salah satu sorotan utama dalam balapan Moto3 GP Prancis yang berlangsung dramatis sejak lap pertama.
Hujan yang mengguyur Le Mans menjelang balapan membuat kondisi lintasan sangat licin dan memicu sejumlah insiden sejak awal race.
Balapan di Circuit de la Sarthe berlangsung penuh tekanan bagi seluruh pembalap. Trek yang basah dan berubah-ubah antara mulai mengering dan tetap licin membuat banyak rider kesulitan menjaga grip ban saat memasuki tikungan.
Veda Ega Pratama sebenarnya memulai balapan dengan modal cukup baik setelah berhasil старт dari posisi keenam. Namun saat lampu start padam, pembalap Indonesia itu kehilangan momentum dan langsung melorot hingga posisi ke-10 di tikungan pertama.
Situasi semakin sulit karena rombongan pembalap sangat rapat di lintasan yang masih dipenuhi genangan tipis air hujan. Pada lap pembuka, tiga pembalap langsung terjatuh akibat minimnya grip ban di aspal Le Mans yang licin.
Veda kembali kehilangan ritme ketika memasuki lap kedua. Dalam kondisi balapan yang kacau dan penuh insiden, pembalap muda Indonesia tersebut sempat tercecer hingga posisi ke-14.
Pada fase itu, banyak pembalap terlihat kesulitan menjaga kestabilan motor terutama saat keluar tikungan dan melakukan akselerasi. Perubahan kondisi lintasan membuat strategi pemilihan racing line menjadi sangat krusial.
Meski sempat tertinggal cukup jauh, Veda perlahan mulai menemukan ritmenya. Pembalap asal Indonesia itu tampil tenang dan konsisten saat para rivalnya mulai melakukan kesalahan di lintasan basah.
Dengan kemampuan menjaga kecepatan dan kontrol motor di kondisi sulit, Veda mulai merangsek naik posisi satu per satu. Ia mampu memanfaatkan celah di tengah ketatnya persaingan grup depan Moto3 yang terkenal agresif.
Penampilan impresif Veda semakin terlihat pada paruh akhir balapan. Ia berhasil menyalip sejumlah pembalap dan masuk dalam perebutan posisi podium hingga lap-lap terakhir.
Comeback luar biasa dari posisi ke-14 hingga finis di urutan keempat menjadi pencapaian penting bagi pembalap Honda Team Asia tersebut.
Hasil itu sekaligus memperlihatkan perkembangan mental balap dan kemampuan adaptasi Veda dalam menghadapi kondisi trek ekstrem.
Finis di posisi empat juga membuat Veda Ega Pratama semakin mendapat perhatian pencinta balap motor internasional.
Apalagi, performanya di Le Mans datang dalam situasi balapan yang tidak mudah dengan lintasan licin serta tekanan tinggi sejak awal race.
Moto3 GP Prancis 2026 sendiri berlangsung sangat dramatis karena banyak pembalap kehilangan grip akibat hujan sebelum balapan dimulai.
Kondisi trek yang berubah cepat membuat banyak rider kesulitan menentukan batas pengereman dan titik akselerasi ideal.
Meski gagal naik podium, hasil di Le Mans tetap menjadi salah satu performa terbaik Veda Ega Pratama sepanjang musim ini. Pembalap muda Indonesia itu menunjukkan daya juang tinggi dan kemampuan membaca situasi balapan dengan baik di tengah kondisi sulit.
Penampilan kompetitif di Moto3 GP Prancis juga semakin memperkuat harapan publik Indonesia terhadap masa depan Veda di ajang balap motor dunia.
Dengan usia yang masih muda dan perkembangan performa yang terus meningkat, Veda dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing lebih jauh di level internasional.
Aksi comeback dramatis di Le Mans menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu tampil kompetitif di panggung dunia, bahkan dalam kondisi balapan paling menantang sekalipun.







