INBERITA.COM, Pemulihan aliran listrik di Aceh akhirnya tuntas setelah wilayah tersebut mengalami pemadaman sejak Sabtu (15/11/2025) sore. PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di seluruh daerah terdampak kini kembali normal.
Kepastian ini disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, yang menegaskan bahwa upaya pemulihan telah mencapai 100 persen pada Minggu (16/11/2025) pukul 11.21 WIB.
“Saat ini seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah berhasil pulih sepenuhnya,” kata Eddi saat dihubungi Awak media.
Gangguan yang terjadi selama hampir satu hari penuh itu menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, hingga layanan publik sempat terganggu akibat padamnya listrik secara tiba-tiba.
Beberapa wilayah mengalami pemadaman lebih lama karena karakteristik jaringan yang berbeda-beda, sehingga proses penormalannya membutuhkan penanganan teknis yang lebih detail.
Menurut Eddi, PLN Aceh mengerahkan sebanyak 821 personel gabungan lintas unit untuk mempercepat proses pemulihan.
Para petugas tersebut bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan suplai listrik dapat kembali stabil secepat mungkin.
Ia menjelaskan, strategi penanganan gangguan difokuskan pada langkah-langkah isolasi lokasi kerusakan agar pemulihan dapat dilakukan bertahap sambil tetap menjaga pasokan di wilayah lain.
Upaya ini merupakan prosedur standar PLN ketika menghadapi gangguan berskala besar. Dengan mobilisasi personel yang masif, PLN berharap waktu pemadaman di masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin.
Di tengah proses pemulihan tersebut, PLN tetap menempatkan sektor-sektor vital sebagai prioritas utama. Rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga berbagai layanan publik mendapat perhatian khusus agar tidak mengalami hambatan berkepanjangan.
Hal ini ditujukan untuk menjaga agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan, meskipun dalam kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya stabil pada awal penanganan.
Eddi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi internal untuk memperkuat sistem kelistrikan Aceh ke depan.
“PLN terus melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal sebagaimana biasanya,” ujarnya.
Selain memberi penjelasan, Eddi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat pemadaman panjang tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan,” tuturnya.
Permintaan maaf ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi dan membangun kepercayaan publik, terutama setelah gangguan ini memicu keresahan di sejumlah daerah.
Sebelumnya, pemadaman listrik di Aceh sempat menjadi perhatian luas karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha tertentu.
Beberapa laporan menyebutkan adanya kerusakan peralatan elektronik hingga terganggunya aktivitas produksi para pelaku UMKM.
Dalam dua hari terakhir, kasus pemadaman ini juga mencuat karena adanya kerugian besar yang dialami peternak di Aceh Barat Daya (Abdya).
Kematian ribuan ayam akibat padamnya listrik memicu gugatan hukum terhadap PLN, dan membuat peristiwa gangguan listrik ini menjadi sorotan publik.
Meski demikian, PLN menyatakan tengah menunggu hasil investigasi lengkap sebelum memberikan pernyataan lebih jauh terkait kasus tersebut.
Eddi sebelumnya menanggapi isu tersebut dengan menyampaikan bahwa PLN menunggu “hasil investigasi” untuk memastikan penyebab dan dampak teknis yang terjadi.
Dengan aliran listrik yang kini telah kembali normal, PLN mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan gangguan, potensi bahaya, atau kendala teknis pada jaringan listrik di tempat masing-masing.
“PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile,” tutur Eddi.
Aplikasi tersebut, kata dia, menjadi jalur resmi yang memudahkan pelanggan menyampaikan aduan sekaligus memonitor progres penanganan oleh petugas.
Melalui kanal ini, PLN berusaha meningkatkan pelayanan agar respons terhadap berbagai gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Perusahaan berharap masyarakat memanfaatkan kanal digital tersebut sebagai sarana komunikasi dua arah yang lebih efektif.
Pemulihan kelistrikan yang dilakukan PLN Aceh menjadi penanda bahwa sistem jaringan telah kembali beroperasi normal.
Namun pihak PLN menilai, upaya menjaga keandalan pasokan listrik tidak berhenti sampai di sini. Evaluasi menyeluruh atas penyebab gangguan dan langkah pencegahan akan terus dilakukan agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
Dalam konteks Aceh yang memiliki wilayah geografis beragam dan tantangan infrastruktur yang kompleks, penguatan sistem kelistrikan menjadi salah satu prioritas jangka panjang PLN.
Dengan adanya pemulihan ini, masyarakat Aceh diharapkan dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran akan terjadinya pemadaman berkepanjangan.
Meski begitu, kewaspadaan petugas PLN tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan, terutama menjelang musim cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi jaringan distribusi.
Melalui permohonan maaf resmi dan komitmen memperkuat sistem kelistrikan, PLN berharap kepercayaan publik tetap terjaga.
Perusahaan menegaskan bahwa setiap gangguan yang terjadi menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan pasokan listrik yang lebih andal bagi masyarakat Aceh. (mms)