Trump Kena Batunya, Kanada Gebuk Balik Tarif 50% untuk 700 Produk Amerika Serikat

INBERITA.COM, Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kanada mencapai titik puncak setelah Ottawa mengumumkan tarif balasan hingga 50% terhadap 700 produk AS.

Langkah keras dan berani ini diambil setelah perundingan dagang kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan, menyusul pengenaan tarif 50% oleh Presiden AS Donald Trump terhadap sejumlah barang Kanada pekan lalu.

Tarif balasan Kanada berlaku untuk berbagai komoditas, mulai dari susu, makanan laut, peralatan rumah tangga, hingga baja dan aluminium.

Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan respons atas tuntutan AS yang dinilai tidak masuk akal.

“Ketika Amerika Serikat meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit, kami membuat pilihan. Kami memilih Kanada,” ujarnya.

Pemerintah Kanada menetapkan tarif antara 15% hingga 50% untuk berbagai produk AS, dengan puncak pada baja dan aluminium yang dikenai bea masuk 50%.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menyamakan kedudukan setelah AS memberlakukan tarif serupa terhadap Kanada.

Ottawa juga mengumumkan paket bantuan senilai 7,5 miliar dolar Kanada untuk meringankan dampak bagi pelaku usaha dan pekerja yang terdampak.

Tarif baru Kanada akan mulai berlaku pada 8 September mendatang, menyusul kegagalan perundingan yang sempat dianggap hampir mencapai titik temu.

Trump sebelumnya menyatakan kesepakatan dengan Kanada sudah di ambang pintu, namun Ottawa menilai AS mengajukan perubahan mendadak yang tidak dapat diterima.

“Itu terdengar seperti saya,” kata Trump ketika ditanya mengenai klaim Kanada.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengakui bahwa perang dagang ini akan meningkatkan biaya dan mengurangi pilihan bagi warga Kanada. Ia juga menekankan bahwa Kanada perlu mengurangi ketergantungan terhadap AS dengan mendiversifikasi perekonomian.

“Kanada di bawah pemerintahan Trump telah berubah,” katanya.

Carney, yang sebelumnya memimpin Bank of Canada, kini berupaya memperkuat ekonomi domestik untuk menghadapi ketidakpastian global.

Kebijakan tarif yang agresif oleh Trump telah memicu ketegangan yang lebih luas, tidak hanya dengan Kanada tetapi juga dengan negara-negara lain.

Para pengusaha telah memperingatkan bahwa perang dagang ini dapat menciptakan ketidakpastian besar, meningkatkan biaya perdagangan, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dunia usaha kini menghadapi risiko yang lebih besar akibat saling pukul tarif antara kedua negara.

Perang dagang AS-Kanada ini juga mencerminkan perubahan dinamika hubungan kedua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat.

Ketegangan yang meningkat menunjukkan bahwa kebijakan proteksionisme Trump tidak hanya memengaruhi hubungan ekonomi, tetapi juga stabilitas politik regional. Kanada kini terpaksa mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingannya.

Sementara itu, Trump tetap pada pendiriannya bahwa Kanada harus membayar “jumlah yang adil” untuk mencapai kesepakatan. Ia menegaskan bahwa AS tidak akan mundur dari kebijakan tarifnya, meskipun menghadapi perlawanan keras.

“Mereka harus membayar jumlah yang adil. Jika tidak, kami tidak akan membuat kesepakatan,” tegasnya.

Dampak jangka panjang dari perang dagang ini masih menjadi tanda tanya. Para ekonom memperingatkan bahwa jika tidak segera diselesaikan, kebijakan tarif dapat memicu efek domino yang merugikan perekonomian global.

Kanada kini berada di garis depan untuk mempertahankan kepentingannya, sementara AS terus menekan dengan kebijakan proteksionismenya.