INBERITA.COM, Api sempat melahap bagian fasad Mal Ciputra Cibubur pada Selasa siang, 17 Februari 2026. Insiden kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pengelasan saat pemasangan reklame atau signage oleh salah satu tenant.
Peristiwa kebakaran Mal Ciputra Cibubur itu terjadi sekitar pukul 13.41 WIB dan langsung dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Dalam hitungan menit, dua unit mobil damkar dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, menyampaikan bahwa dugaan awal kebakaran mengarah pada aktivitas pemasangan reklame menggunakan mesin las di area fasad gedung.
“Informasi dari petugas yang di lapangan, ini kan lagi membuat reklame katanya ya, jadi dari sana (apinya),” kata Heryanto kepada wartawan, Selasa.
Unit pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 13.55 WIB. Saat petugas tiba, api sudah dalam kondisi relatif terkendali berkat upaya cepat petugas keamanan mal yang lebih dulu melakukan penanganan awal.
Seorang saksi mata di lokasi, Faisal (50), menuturkan bahwa sebelum mobil pemadam datang, petugas keamanan mal bergerak sigap mencegah api meluas. Respons cepat tersebut dinilai berperan penting dalam mencegah kebakaran merambat ke area lain.
“Apinya enggak merambat ke mana-mana. Karena security-nya cekatan sekali. Disemprot gitu, tangani semua,” ungkap Faisal saat ditemui di lokasi kejadian.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran pusat perbelanjaan di kawasan Cibubur tersebut.
Namun, dampak kebakaran tetap terlihat jelas pada bagian luar bangunan. Fasad gedung yang terbakar tampak menghitam, dengan sejumlah bagian material yang terlepas dari dinding. Kerusakan terfokus pada lapisan luar yang menggunakan Aluminium Composite Panel (ACP).
Pihak manajemen mal memastikan bahwa operasional pusat perbelanjaan telah kembali normal setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Aktivitas pengunjung dan tenant tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi, mengonfirmasi bahwa sumber api berasal dari percikan las yang mengenai material mudah terbakar di bawah area pekerjaan. Ia menyebut aktivitas pengelasan dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan kebakaran yang memadai.
“Gara-gara ada tenant yang sedang mengelas di facade untuk pasang signage tanpa APAR yang lengkap. Percikannya jatuh ke barang mudah terbakar,” ujar Harun saat dikonfirmasi, Selasa.
Ketiadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lokasi kerja menjadi sorotan serius dalam insiden ini. Aktivitas pengelasan atau hot work di area bangunan komersial seharusnya disertai prosedur pengamanan ketat, termasuk ketersediaan APAR dan pengawasan khusus.
Beruntung, api tidak sempat merembet ke bagian dalam gedung atau area publik yang ramai pengunjung. Sistem proteksi kebakaran internal gedung disebut berfungsi optimal saat kejadian berlangsung.
“Hanya sebentar (kejadiannya). Sudah langsung padam. Kerusakan sedikit pada facade Aluminium Composite Panel (ACP), karena hydrant juga bekerja dengan baik, jadi bisa langsung dikendalikan,” tambah Harun.
Keberadaan sistem hydrant internal yang responsif dinilai menjadi faktor kunci dalam mencegah kebakaran membesar. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa infrastruktur proteksi kebakaran gedung berjalan sesuai fungsinya.
Insiden kebakaran akibat percikan las reklame ini menjadi evaluasi penting bagi manajemen mal. Pengawasan terhadap vendor maupun kontraktor yang dipekerjakan tenant dinilai harus diperketat, terutama untuk pekerjaan berisiko tinggi seperti pengelasan di area fasad.
Material Aluminium Composite Panel (ACP) yang umum digunakan pada bangunan komersial memiliki karakteristik tertentu dalam menghantarkan panas. Jika terkena percikan api tanpa pengamanan memadai, material ini berpotensi memperbesar risiko kebakaran.
Manajemen Ciputra Group memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur izin kerja panas atau hot work permit. Langkah ini penting guna mencegah insiden serupa yang dapat berdampak pada keselamatan, reputasi, serta aset perusahaan.
Peristiwa kebakaran Mal Ciputra Cibubur hari ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian kecil dalam pekerjaan teknis dapat memicu risiko besar. Kedisiplinan terhadap standar keselamatan kerja dan pengawasan ketat terhadap aktivitas pengelasan di gedung komersial menjadi kunci utama pencegahan.
Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak menimbulkan korban, insiden ini tetap menjadi catatan serius dalam manajemen keselamatan bangunan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan pekerjaan tenant kini menjadi langkah lanjutan yang dinantikan publik.