INBERITA.COM, Aksi pencurian ponsel di Surabaya mendadak jadi sorotan publik setelah video seorang pria nekat menceburkan diri ke got viral di media sosial.
Pelaku yang tubuhnya berlumur lumpur itu terlihat dipukuli warga dengan kayu sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur. Dalam video yang tersebar luas, terlihat pria yang disebut maling tersebut berusaha bersembunyi di dalam got yang dipenuhi lumpur hitam pekat.
Aksi dramatis itu tak sepenuhnya berhasil. Dengan bantuan warga, polisi berhasil memaksa pelaku keluar dari got, dalam kondisi penuh lumpur dari kepala hingga kaki.
Warga yang geram sempat memukuli pelaku dengan kayu panjang, namun aparat segera menggiringnya menjauh dari kerumunan massa. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Iptu Eko Yuda, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa pria yang terlihat dalam video merupakan pelaku pencurian ponsel dan berhasil diamankan aparat.
“Benar, kemarin kami telah mengamankan pelaku pencurian ponsel yang bersembunyi di selokan yang diketahui bernama Agus,” ujar Eko kepada awak media di Polsek Sukomanunggal, Sabtu (27/8/2025).
Menurut Eko, pengungkapan bermula dari penangkapan terhadap seorang pelaku lain bernama Nizar. Setelah ditangkap, Nizar membocorkan keberadaan Agus kepada petugas, yang saat itu tengah melarikan diri.
“Sebelumnya, kami menangkap pelaku satunya bernama Nizar. Pengakuan Nizar, temannya Agus lari masuk lumpur selokan di ujung gang,” ungkap Eko.
Mendapat informasi itu, petugas dibantu warga langsung melakukan penyisiran di sepanjang got tempat Agus diduga bersembunyi. Setelah beberapa saat, pelaku berhasil ditemukan dan dipaksa keluar, seperti yang terekam dalam video.
Meski sempat mengaku baru pertama kali mencuri, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa Agus dan Nizar bukan orang baru di dunia kejahatan.
Kedua pria ini ternyata adalah residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan telah keluar masuk penjara hingga berkali-kali.
“Kami kaget saat melihat data aksi kriminal kedua pelaku, ternyata Agus telah masuk keluar penjara 5 kali dan Nizar juga 4 kali masuk penjara,” terang Eko.
Bahkan, jejak kriminal keduanya terbilang panjang. Polisi menduga, keduanya telah beraksi di puluhan lokasi berbeda.
“Kalau dihitung-hitung jumlah total bisa mencapai 20 TKP,” ujarnya lagi.
Kasus ini pun menambah daftar panjang tindak kriminal di wilayah Surabaya. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Menariknya, meski Agus sudah berusaha menyamar dengan menceburkan diri ke selokan dan menyelimuti tubuhnya dengan lumpur, ia tetap bisa dikenali dan tertangkap oleh warga dan polisi.
Skenario kamuflase yang dramatis itu gagal menyelamatkannya dari jerat hukum.
Di sinilah publik tak bisa menahan diri untuk membandingkan dengan kisah viral lain: Ahmad Sahroni, politisi DPR RI yang disebut bersembunyi di kamar mandi saat rumahnya dijarah massa.
Dalam cerita yang belum diverifikasi itu, Sahroni disebut melumuri wajahnya dengan debu dan tanah untuk mengelabui penjarah.
Sayangnya, berbeda dengan Agus yang penuh lumpur dan tetap ditemukan, cerita tentang penyamaran Sahroni lebih canggih dan efektif dalam usaha menyembunyikan keberadaan dirinya.
Kenyataannya, yang menyamar total dalam lumpur saja masih bisa ditangkap. Maka, wajar jika publik bertanya: kalau yang mencebur di got saja ketahuan, bagaimana bisa yang cuma melumuri wajah dengan debu bisa lolos tanpa jejak?
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap Agus dan Nizar akan terus dilanjutkan. Warga juga diimbau tidak main hakim sendiri dan tetap menyerahkan pelaku kriminal kepada pihak berwajib. (xpr)