Smart Glasses Meta Bocor Sebelum Launching! Layar Built-in + AI dalam Gaya Klasik Ray-Ban

INBERITA.COM, Meta dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran generasi terbaru kacamata pintarnya, yang kali ini hadir dengan fitur paling signifikan sejauh ini: layar built-in yang terintegrasi langsung di dalam kacamata.

Bocoran video terbaru yang beredar menunjukkan desain dan teknologi baru dari lini produk smart glasses Meta yang sudah dikenal lewat kolaborasinya bersama Ray-Ban.

Popularitas Meta Ray-Ban Smart Glasses memang tidak lepas dari kesan simpel dan fungsional yang ditawarkan.

Meski dianggap masih “basic” dibandingkan ambisi awal perangkat serupa seperti Google Glass, Meta tampaknya kini siap mengambil langkah lebih jauh dengan menghadirkan kacamata pintar yang bisa menampilkan informasi langsung di depan mata pengguna.

Bocoran video pendek yang dibagikan melalui platform X oleh pengguna bernama SadlyItsDadley memperlihatkan sekilas tampilan dari perangkat wearable terbaru Meta.

Dalam cuplikan tersebut, terlihat jelas sepasang kacamata yang kini dibekali dengan display internal, memungkinkan pengguna untuk memanggil dan berinteraksi langsung dengan Meta AI tanpa perlu perangkat tambahan.

Walaupun detail teknis belum diungkap sepenuhnya dalam video tersebut, satu hal yang cukup menonjol adalah integrasi EMG wristband—gelang pengendali berbasis elektromiografi yang dipakai di pergelangan tangan.

Gelang ini memungkinkan kontrol perangkat melalui gerakan tangan seperti mencubit (pinching), mengetuk (tapping), dan gestur lainnya yang dikenali oleh sistem.

Pendekatan ini mengingatkan pada sistem interaksi gestur yang digunakan di perangkat Apple Vision Pro, yang juga mengandalkan teknologi pelacakan tangan untuk mengendalikan antarmuka digital.

Artinya, Meta tampaknya berupaya menghadirkan pengalaman augmented reality ringan dalam format yang lebih portabel dan bisa digunakan sehari-hari.

Fitur kontrol lewat gestur ini menjadi salah satu pembeda utama dari versi sebelumnya yang lebih pasif.

Dengan layar langsung di depan mata dan sistem kontrol gestur yang intuitif, pengguna berpotensi mendapatkan pengalaman interaktif yang lebih mendalam—mulai dari membaca notifikasi, melihat arah navigasi secara real-time, hingga menerima informasi visual lain tanpa mengalihkan perhatian ke ponsel.

Proyek ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Meta sudah pernah memamerkan purwarupa kacamata pintar dengan layar bawaan pada tahun 2024 lewat proyek Orion.

Namun, kala itu Meta menegaskan bahwa Orion hanya akan digunakan sebagai perangkat uji coba, bukan untuk dirilis ke publik. Prototipe tersebut dirancang untuk mengumpulkan masukan sebelum akhirnya dikembangkan menjadi versi yang lebih murah dan siap dipasarkan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai harga jual kacamata pintar dengan layar ini. Namun, kabar terakhir menyebut angka sekitar 800 dolar AS sebagai harga yang diperkirakan.

Ini memang jauh lebih mahal dibandingkan Ray-Ban Smart Glasses generasi saat ini, namun tetap berada di bawah harga beberapa headset mixed reality di pasar, termasuk perangkat premium seperti Vision Pro.

Dengan banderol harga tersebut, Meta tampaknya menyasar pengguna yang menginginkan keseimbangan antara fungsi dan kenyamanan, serta menginginkan perangkat augmented reality yang tidak mencolok dan tetap stylish digunakan di kehidupan sehari-hari.

Kehadiran layar built-in jelas membuka lebih banyak kemungkinan dalam penggunaan, terutama untuk fungsi seperti navigasi belokan demi belokan, respon pesan cepat, atau bahkan penerjemahan teks secara langsung di bidang pandang.

Secara desain, kacamata ini masih mempertahankan bentuk umum dari Ray-Ban klasik, yang menjadikannya lebih bisa diterima secara sosial dibandingkan perangkat augmented reality lain yang tampak futuristik dan mencolok.

Namun, penambahan hardware seperti layar dan sensor gestur kemungkinan akan menambah bobot dan dimensi perangkat secara keseluruhan, meski belum dapat dipastikan sejauh mana pengaruhnya terhadap kenyamanan penggunaan.

Salah satu tantangan utama yang kini dihadapi Meta tentu soal efisiensi daya, mengingat layar yang menyala dan deteksi gestur secara real-time dapat menguras baterai dengan cepat. Belum jelas bagaimana Meta akan mengatasi hal ini, namun pengguna tentu berharap daya tahan baterainya cukup untuk menunjang aktivitas sepanjang hari.

Semua informasi lebih rinci kemungkinan besar akan diungkap dalam acara tahunan Meta Connect yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2025.

Dalam event tersebut, Meta diprediksi akan memperkenalkan berbagai perangkat baru, termasuk generasi terbaru dari smart glasses dengan fitur display ini.

Jika benar terealisasi seperti dalam bocoran video, Meta berpotensi membuka babak baru dalam pasar wearable dengan menghadirkan pengalaman augmented reality yang lebih praktis, ringan, dan terjangkau dibandingkan headset AR/VR yang selama ini mendominasi.

Untuk pengguna yang selama ini menantikan perpaduan antara desain modis, kecanggihan AI, dan fungsi hands-free, perangkat ini bisa jadi jawaban yang ditunggu-tunggu.

Kita tunggu saja pengumuman resminya dalam waktu dekat. Apakah Meta benar-benar mampu menyempurnakan visi “layar di wajah” tanpa mengorbankan kenyamanan dan kegunaan? Semua akan terjawab dalam waktu yang tak lama lagi.