INBERITA.COM, Puluhan kapal yacht mewah dari berbagai negara merapat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, dalam rangkaian kegiatan Sail to Indonesia 2025.
Kehadiran ratusan wisatawan mancanegara itu menjadi momen strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Banyuwangi ke kancah global.
Upacara penyambutan digelar secara meriah pada Sabtu (6/10/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama masyarakat setempat. Para yachter disambut dengan balutan budaya lokal, termasuk pemakaian selendang dan ikat kepala khas Banyuwangi.
“Selamat datang di kabupaten Sunrise of Java. Kota yang kaya seni budaya dan keindahan alamnya. Kota kami juga dikenal dengan keramahan masyarakatnya,” ujar Ipuk dalam sambutannya.
Kedatangan para pelaut dunia itu bukan sekadar pelayaran biasa, namun bagian dari ekspedisi internasional yang dimulai dari Selandia Baru.
Sebanyak 32 kapal yacht telah menempuh perjalanan lintas samudra melewati Australia dan berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Tual (Maluku), Labuan Bajo (NTT), Lombok, dan Bali, sebelum akhirnya tiba di Banyuwangi.
Selama empat hari, mulai 4–7 Oktober 2025, para peserta akan mengeksplorasi destinasi unggulan Banyuwangi.
Pantai Marina Boom menjadi titik awal petualangan mereka, disusul pendakian ke Kawah Ijen untuk menikmati keindahan sunrise, serta kunjungan ke Pulau Merah dan Pantai Plengkung (G-Land).
“Saya sangat suka dengan keindahan pemandangan di sini, terutama saat melihat sunset di Pantai Boom. Nanti malam kami juga akan menaiki Ijen dan melihat sunrise di sana,” kata Janey, yachter asal Inggris.
Rasa kagum juga diungkapkan oleh Tom, suami Janey. Ia menilai Banyuwangi sebagai kota yang menakjubkan, tidak hanya karena alamnya tetapi juga karena cita rasa kulinernya.
“Kami sangat menikmati waktu di sini. Kota ini benar-benar menakjubkan, dan makanannya luar biasa lezat. Sepertinya kami akan tinggal di Banyuwangi satu hingga dua minggu lagi,” tuturnya.
Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia, Fitria Kartika Sari, menyampaikan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai salah satu titik singgah karena letaknya yang strategis di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki kekuatan pariwisata yang besar.
“Ini adalah semangat Sunrise of Java, terang, menyambut, dan penuh dengan kehidupan. Semoga para yachters yang masih berada di Bali, Lombok, maupun Labuan Bajo bisa mampir ke Banyuwangi dan mengunjungi sebanyak-banyaknya destinasi wisata yang ada di sini,” kata Fitria.
Ia juga menyebut sebagian besar peserta tahun ini adalah wajah baru yang belum pernah menginjakkan kaki di Banyuwangi, sehingga momen ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi lokal.
Hingga awal Oktober 2025, tujuh kapal yacht telah berlabuh di Marina Boom, sementara puluhan lainnya masih dalam perjalanan dari Lombok, Bali, dan Labuan Bajo. Mereka dijadwalkan singgah di Banyuwangi dalam beberapa hari ke depan.
Raymond T. Lesmana, penyelenggara International Yacht Rally, melihat potensi besar Banyuwangi sebagai destinasi favorit para pelaut dari Australia Barat. Menurutnya, promosi ke kawasan tersebut masih belum dimaksimalkan.
“Kami akan coba pasarkan ke sana. Harapannya, semakin banyak kapal yacht dan wisatawan dari Australia Barat yang ikut berlayar dan singgah di Banyuwangi,” ujarnya.
Raymond menambahkan bahwa sejauh ini pelaksanaan Sail to Indonesia sudah berjalan baik, namun masih banyak peluang yang bisa digali untuk memperluas jangkauan peserta, khususnya dari negara-negara potensial seperti Australia.
Keikutsertaan Banyuwangi dalam kegiatan Sail to Indonesia untuk kali kedua ini menjadi bagian dari strategi promosi wisata maritim nasional.
Banyuwangi dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda dengan kekayaan budaya, panorama alam, serta keramahan warganya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Banyuwangi, para yachter akan melanjutkan pelayaran menuju beberapa wilayah di Indonesia seperti Pulau Bawean, Bangka Belitung, dan menutup ekspedisi di Batam, Kepulauan Riau.
Kegiatan Sail to Indonesia sendiri diselenggarakan oleh PT Pelindo dengan tujuan utama menghubungkan Indonesia ke jalur pelayaran internasional sekaligus mengangkat potensi daerah pesisir sebagai magnet wisata bahari kelas dunia.
Dengan arus masuk wisatawan internasional lewat jalur laut yang terus meningkat, Banyuwangi kini tidak hanya dikenal sebagai kota pariwisata, tetapi juga sebagai gerbang maritim strategis yang siap menyambut dunia.
“Kehadiran rombongan kapal yacht Sail to Indonesia 2025 suatu kehormatan bagi kami. Selamat menikmati keindahan dan pengalaman berlayar di Banyuwangi,” tutup Bupati Ipuk.