INBERITA.COM, Polemik seputar ijazah mantan Presiden Joko Widodo kini memasuki babak baru dengan sorotan tajam dari Roy Suryo. Menurutnya, persoalan ini seharusnya tak perlu berlarut-larut jika sejak awal ada langkah konkret untuk memberikan kejelasan.
Roy menegaskan bahwa pihak yang berkepentingan sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyudahi polemik dengan menunjukkan dokumen yang menjadi sorotan publik.
“Siapa yang bikin panjang? Ya, sejak awal Jokowi sendiri yang bikin panjang,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip awak media pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pernyataan Roy muncul sebagai respons terhadap perdebatan yang semakin memanas terkait keaslian ijazah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Ia mencontohkan bagaimana sejumlah tokoh publik lain yang pernah dipertanyakan dokumen pendidikannya justru mampu meredam kontroversi dengan transparansi.
“Kalau mau dari awal, udah banyak contohnya. Arsul Sani ditanya ijazahnya, tunjukkan,” kata Roy, menekankan pentingnya keterbukaan sejak dini untuk mencegah polemik berkembang tanpa ujung.
Sementara itu, Jokowi sendiri telah menegaskan bahwa ijazah yang dipersoalkan adalah dokumen asli. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan bukti tersebut dalam forum hukum jika diperlukan.
“Saya tidak keberatan apabila dokumen tersebut menjadi bagian dari proses pembuktian di pengadilan,” tegas Jokowi, menegaskan sikapnya di tengah berlangsungnya proses hukum terkait polemik tersebut.
Langkah Jokowi ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai upaya untuk menutup celah perdebatan melalui jalur hukum.
Publik pun kini menantikan bagaimana proses pembuktian tersebut akan berjalan dan apakah akan memberikan kejelasan yang selama ini dicari.
Polemik ini sendiri telah mencuat sejak beberapa waktu terakhir, dengan berbagai pihak menyampaikan tuntutan klarifikasi maupun tudingan terhadap keaslian dokumen pendidikan Jokowi.
Namun, hingga kini, pihak Jokowi tetap konsisten membantah adanya persoalan terkait ijazah tersebut.
Roy Suryo menilai bahwa keterbukaan sejak awal dapat menjadi kunci untuk menghindari polemik yang tak berkesudahan.
Ia menekankan bahwa persoalan semacam ini seharusnya tak perlu menjadi beban publik jika ada itikad baik untuk menyelesaikannya.
“Keterbukaan sejak dini dapat membantu meredakan perdebatan dan mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi polemik berkepanjangan,” ungkapnya.
Sementara itu, pengamat politik menilai bahwa polemik ini telah menjadi bagian dari dinamika politik nasional yang tak terhindarkan. Mereka mendorong agar semua pihak dapat bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan pendapat.
“Polemik semacam ini adalah bagian dari demokrasi, namun harus dikelola dengan bijak agar tidak merugikan kepentingan publik,” kata seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.
Pihak Jokowi sendiri telah menunjukkan sikap yang relatif tenang dalam menghadapi polemik ini. Mereka tetap pada pendirian bahwa ijazah yang dipersoalkan adalah asli dan tak perlu diragukan lagi.
“Saya yakin bahwa dokumen ini asli dan tak ada yang perlu disembunyikan,” tegas Jokowi, menegaskan kembali posisinya dalam menghadapi berbagai tudingan yang ada.
Polemik ini pun telah memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari dugaan adanya upaya untuk mendelegitimasi kepemimpinan Jokowi hingga tudingan adanya konspirasi politik di balik isu tersebut.
Namun, hingga kini, tak ada bukti konkret yang dapat memperkuat tudingan-tudingan tersebut. Masyarakat pun diharapkan untuk tetap kritis namun tetap bijak dalam menyikapi polemik yang ada.
Roy Suryo menambahkan bahwa persoalan ini seharusnya dapat diselesaikan dengan lebih cepat jika ada kemauan dari semua pihak untuk saling terbuka.
Ia mencontohkan bagaimana sejumlah tokoh publik lain yang pernah dihadapkan pada persoalan serupa justru mampu keluar dari kontroversi dengan baik.
“Transparansi adalah kunci. Jika sejak awal ada kejelasan, persoalan ini tak akan menjadi sebesar sekarang,” pungkasnya.







