INBERITA.COM, Infinix kembali mengguncang pasar smartphone kelas menengah dengan meluncurkan empat varian Infinix Note 50 Series sekaligus, yakni Note 50, Note 50 Pro, Note 50S 5G, dan Note 50X 5G.
Keputusan ini langsung mencuri perhatian publik karena desain keempatnya hampir identik, membuat banyak konsumen bingung membedakan satu sama lain. Perbedaan paling mencolok hanya terletak pada bentuk kamera bump di bagian belakang.
Dari sisi harga, semua varian dibanderol di kisaran Rp 2,9 juta saat peluncuran perdana. Infinix tampak berani “memakan” produk sendiri demi memberikan harga kompetitif bagi konsumen.
Bahkan, Note 50S 5G yang sudah mendukung jaringan 5G mendapat harga promo Rp 2,9 juta, setara dengan versi 4G-nya yang memiliki spesifikasi lebih rendah. Strategi ini membuat lini Note 50 menjadi seri paling agresif di segmen mid-range saat ini.
Dua varian awal, Note 50 dan Note 50 Pro, sama-sama dibekali chipset Helio G100 Ultimate untuk konektivitas 4G. Perbedaan utama keduanya terletak pada kapasitas RAM.
Note 50 hadir dengan RAM 8 GB, sedangkan Note 50 Pro dibekali RAM 12 GB untuk kinerja multitasking yang lebih lega. Keduanya sudah menggunakan penyimpanan 256 GB UFS, bukan eMMC, sehingga akses datanya jauh lebih cepat.
Soal pengisian daya, Note 50 Pro punya keunggulan signifikan karena menawarkan kecepatan charging dua kali lipat lebih cepat dibanding Note 50 reguler.
Kedua ponsel juga memiliki fitur bypass charging yang berguna bagi pengguna yang gemar bermain game dalam waktu lama tanpa merusak baterai.
Untuk tampilan, semua varian Note 50 dilengkapi layar AMOLED Full HD+ berukuran besar dengan refresh rate 120Hz.
Layar ini memiliki tingkat kecerahan 1.000 nits HBM dan 1.300 nits peak brightness, membuatnya tetap terang saat digunakan di luar ruangan.
Material bodi menggunakan ultra resilience armor frame berbahan logam, memberikan kesan premium dan kokoh meski dijual di bawah Rp 3 juta.
Dari sisi desain, semua model terlihat serupa. Namun Note 50S 5G tampil sedikit berbeda dengan desain layar melengkung (curve design) dan LED notification di modul kamera yang menambah kesan mewah. Ponsel ini juga lebih ringan dan nyaman digenggam, membuatnya tampil paling elegan di keluarga Note 50 Series.
Meski begitu, Note 50S 5G membawa sejumlah perubahan yang tidak semuanya peningkatan.
Ponsel ini menggunakan chipset Dimensity 7300, yang jelas lebih cepat dari Helio G100 dan sudah mendukung jaringan 5G.
Namun, kecepatan pengisian dayanya justru turun menjadi 45 watt, sementara versi 4G Pro memiliki wireless charging 30 watt.
Dari sektor kamera, Note 50 Pro unggul jauh dibanding Note 50S 5G. Varian Pro dilengkapi kamera utama 108 MP, ultrawide 8 MP, dan kamera depan 32 MP, menghasilkan detail lebih tajam serta kualitas low light yang lebih natural tanpa over-sharpening.
Sebaliknya, Note 50S 5G hanya membawa kamera utama 60 MP tanpa OIS dan ultrawide, serta kamera depan 13 MP, sehingga hasil fotonya terasa lebih sederhana.
Namun di sisi video, Note 50S unggul karena mampu merekam hingga resolusi 4K 30fps, sedangkan Note 50 dan Pro hanya mentok di 2K 30fps.
Ini membuat varian 5G lebih cocok bagi pembuat konten video yang menginginkan fleksibilitas lebih tinggi.
Dari sektor software, Infinix membawa XOS 15 yang kini tampil jauh lebih matang.
Antarmukanya lebih berwarna dan interaktif dibanding versi sebelumnya yang terasa hambar seperti Android stock. XOS 15 hadir tanpa bloatware mengganggu dan hampir tanpa iklan, sesuatu yang kini sangat diapresiasi pengguna.
Sistem operasi ini juga dibekali Infinix AI dengan 14 fitur kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas, mulai dari asisten suara, rekomendasi kontekstual, hingga fitur Deep Seek — chatbot AI yang membantu menjawab pertanyaan sehari-hari.
Peningkatan ini menjadikan XOS 15 lebih stabil, ringan, dan nyaman digunakan dibanding OS ponsel kompetitor di kelas harga sama.
Dalam pengujian performa, Helio G100 di Note 50 dan Pro mencatat skor AnTuTu sekitar 350 ribu poin, cukup mumpuni untuk bermain Mobile Legends pada pengaturan ultra frame rate dan ultra graphics, atau PUBG Mobile pada ultra frame rate – smooth graphics.
Sementara Dimensity 7300 di Note 50S 5G menghasilkan performa lebih tinggi dengan stabilitas frame rate yang baik meski bodinya lebih tipis.
Melihat seluruh perbandingan, Note 50 Pro 4G menjadi varian paling seimbang — menawarkan kombinasi kamera unggulan, pengisian daya cepat, dan fitur lengkap termasuk wireless charging.
Sementara Note 50S 5G cocok bagi pengguna yang mengutamakan performa tinggi, desain premium, dan konektivitas masa depan. Untuk mereka yang ingin performa oke dengan harga paling hemat, Note 50 reguler sudah lebih dari cukup.
Langkah Infinix menghadirkan empat varian sekaligus memang berisiko membuat konsumen kebingungan, tetapi strategi ini justru menguntungkan pasar karena menghadirkan opsi luas dengan harga sangat kompetitif di kisaran Rp 2,9 juta.
Dengan performa yang solid, layar premium, serta XOS 15 yang semakin matang, Infinix Note 50 Series siap menjadi pesaing serius bagi Redmi dan Realme di kelas menengah. (xpr)







