INBERITA.COM, Pemerintah Indonesia tengah melakukan pembelian aset tanah seluas 80 hektare di Mekkah, Arab Saudi. Tanah tersebut akan digunakan untuk proyek ambisius yang dikenal dengan nama Kampung Haji.
Lokasinya yang strategis di dekat Masjidil Haram diproyeksikan akan menjadi pusat komersial dan destinasi wisata yang tidak hanya melayani jamaah haji dan umrah, tetapi juga menarik pengunjung dari seluruh dunia.
Proyek ini diprakarsai oleh Danantara, dengan Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, mengungkapkan rencana tersebut dalam sebuah forum di Jakarta, Rabu, 19 November 2025.
Pandu menjelaskan bahwa tanah yang dibeli ini memiliki luas sekitar dua setengah kali lipat lebih besar dari Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta.
Tanah ini akan dijadikan kawasan yang multifungsi, dengan beragam fasilitas yang direncanakan.
Salah satu tujuan utama dari pembangunan Kampung Haji adalah menciptakan kawasan komersial yang akan memberikan berbagai fasilitas bagi jamaah haji dan umrah.
Di area tersebut, nantinya akan dibangun berbagai gerai kuliner, rumah sakit, dan fasilitas hospitality lainnya yang akan menunjang kenyamanan para pengunjung.
“Kampung Haji akan lebih dari sekadar pusat komersial. Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman untuk orang Indonesia, maupun para pengunjung dari negara lain, yang ingin merasakan pengalaman Indonesia di tanah suci,” ujar Pandu.
Kampung Haji ini diharapkan akan menjadi tempat yang dapat memperkenalkan budaya dan tradisi Indonesia kepada dunia, sembari memberikan layanan yang memadai bagi jamaah haji.
Proyek Kampung Haji ini tidak hanya bertujuan untuk melayani jamaah Indonesia, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan pengunjung dari berbagai negara.
Pandu Patria Sjahrir menekankan bahwa salah satu harapan besar dari proyek ini adalah untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
“Kami ingin Kampung Haji ini menjadi tempat yang bisa menarik minat orang-orang dari negara lain yang ingin merasakan nuansa Indonesia. Tidak hanya untuk orang Indonesia, tapi juga untuk mereka yang tertarik dengan budaya Indonesia,” tambahnya.
Selain berfungsi sebagai fasilitas untuk jamaah haji dan umrah, Kampung Haji juga diharapkan dapat mendorong ekspansi bisnis Indonesia ke skala dunia.
Pandu menyebutkan bahwa dengan adanya akses pertama kali untuk membeli tanah di Mekkah, Indonesia akan mendapatkan kesempatan langka untuk memperkenalkan berbagai bisnis Indonesia ke pasar internasional.
“Kami diberi kesempatan pertama untuk membeli tanah di Mekkah. Sebagai negara Islam terbesar, tentu kami ingin ikut serta dalam proses ini dan memperkenalkan Indonesia ke dunia, serta membangun hubungan ekonomi yang lebih erat,” ujar Pandu.
Proyek ini juga diharapkan bisa memberi manfaat jangka panjang bagi ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas internasional, khususnya di dunia Islam.
Harapan Akan Dukungan Pihak Lain
Pandu berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung agar pembangunan Kampung Haji ini dapat terwujud dan menjadi sebuah destinasi yang membawa manfaat besar bagi Indonesia.
“Mohon doa dan dukungan agar proyek ini sukses dan dapat selesai tepat waktu, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan dunia,” pungkas Pandu. (xpr)







