INBERITA.COM, Berbah, Sleman – Sejumlah pelanggan layanan logistik Shopee Express (SPX) mengeluhkan keterlambatan pengiriman paket yang diduga tertahan terlalu lama di gudang Distribution Center (DC) Berbah, Sleman.
Keluhan itu ramai disuarakan oleh pengguna yang merasa dirugikan secara finansial karena barang mereka tidak kunjung dikirim sesuai jadwal.
Berdasarkan keterangan para pelanggan, paket yang seharusnya tiba dalam waktu dua hingga tiga hari justru tertahan hingga lebih dari seminggu.
Kondisi ini memicu keresahan terutama di kalangan penjual online yang bergantung pada ketepatan waktu pengiriman untuk menjaga kepuasan pelanggan mereka.
Salah satu pelanggan yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian mencapai lebih dari satu juta rupiah akibat keterlambatan tersebut.
“Paket saya seharusnya sampai dalam 2–3 hari, tapi sudah hampir seminggu masih tertahan di Berbah. Saya jualan online, jadi banyak pesanan yang batal karena tidak sampai tepat waktu,” ujarnya saat ditemui di sekitar gudang DC Berbah, Sabtu (8/11/2025).
Dari pantauan di lapangan, terlihat beberapa pelanggan mendatangi langsung gudang SPX DC Berbah untuk menanyakan kejelasan mengenai status paket mereka.
Sebagian dari mereka mengaku kecewa karena tidak mendapatkan kepastian dari pihak pengelola gudang maupun layanan pelanggan Shopee Express.
Keterlambatan ini disebut tidak hanya berdampak pada penjual online yang mengandalkan pengiriman cepat, tetapi juga pembeli yang membutuhkan barang dengan segera.
Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa keterlambatan pengiriman membuat rencana usaha maupun kebutuhan pribadi menjadi terganggu.
“Barang yang saya pesan untuk acara penting jadi terlambat datang. Saya sudah coba hubungi layanan pelanggan, tapi jawabannya masih menunggu proses di DC Berbah. Saya harap SPX bisa memperbaiki sistemnya,” ujar salah satu pelanggan lainnya dengan nada kesal.
Keluhan terkait keterlambatan paket di DC Berbah juga mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah pengguna Shopee membagikan tangkapan layar status pelacakan paket mereka yang menunjukkan keterangan “Tertahan di DC Berbah” selama berhari-hari.
Beberapa bahkan menyertakan komentar bernada kecewa terhadap kinerja logistik Shopee Express.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan menurunnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan pengiriman Shopee Express, yang selama ini dikenal memiliki jaringan luas dan waktu pengiriman relatif cepat.
Para pelanggan berharap pihak SPX segera memberikan klarifikasi serta langkah konkret untuk mengatasi penumpukan paket di DC Berbah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Shopee Express (SPX) mengenai penyebab keterlambatan tersebut.
Belum diketahui apakah kendala disebabkan oleh masalah operasional di gudang, peningkatan volume pengiriman, atau faktor teknis lainnya.
Beberapa pelanggan menduga adanya masalah internal seperti keterbatasan tenaga sortir dan sistem distribusi yang tidak seimbang antara volume paket masuk dan keluar.
Meski begitu, dugaan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara pasti tanpa pernyataan resmi dari pihak perusahaan.
Kondisi penumpukan paket di gudang Berbah ini juga menyoroti pentingnya sistem logistik yang efisien, terutama di tengah meningkatnya tren belanja online di Indonesia.
Ketepatan waktu pengiriman menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan, baik bagi pelaku usaha daring maupun konsumen akhir.
Pelaku usaha mikro dan kecil yang memanfaatkan platform Shopee menyebut keterlambatan pengiriman bisa berdampak langsung terhadap reputasi toko mereka.
Pembeli yang kecewa kerap memberikan ulasan negatif, yang berimbas pada menurunnya performa penjualan di platform tersebut.
“Kalau paket telat, yang disalahin toko, bukan jasa pengirimannya. Pembeli taunya barang belum sampai, padahal kami juga dirugikan,” ujar salah satu penjual online asal Yogyakarta yang turut mengeluhkan keterlambatan di DC Berbah.
Pelanggan kini menantikan tanggapan cepat dari pihak Shopee Express terkait persoalan ini. Mereka berharap SPX segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus solusi agar pengiriman kembali normal dan kepercayaan pengguna dapat pulih.
Keterlambatan pengiriman seperti yang terjadi di DC Berbah bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berpotensi mencoreng citra perusahaan di tengah persaingan ketat jasa logistik e-commerce.
SPX diharapkan segera mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelanggan dapat kembali merasa aman menggunakan layanan mereka.
Sampai saat ini, paket-paket yang tertahan di gudang DC Berbah, Sleman, dilaporkan masih belum sepenuhnya dikirimkan.
Pelanggan berharap proses distribusi segera dipercepat, sementara masyarakat menantikan klarifikasi resmi dari pihak SPX untuk mengetahui akar permasalahan sebenarnya. (mms)