INBERITA.COM, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan pertemuan dengan dua raja Keraton Kasunanan Surakarta pada Jumat (16/1/2026), setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Keraton Solo.
Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana akrab, dimana Gibran berbincang dengan Pakubuwono XIV Hangabehi dan Pakubuwono XIV Purbaya, dua tokoh penting di Keraton Surakarta.
Selain itu, hadir pula beberapa tokoh lainnya, antara lain Maha Menteri KGPA Tedjowulan, KGPHP Dipokusumo, serta Wali Kota Solo Respati Ardi.
Setelah salat Jumat, mereka melanjutkan dengan menikmati hidangan sate di Warung Sate Pak Joko, yang terletak tak jauh dari masjid.
Dalam suasana santai tersebut, Gibran berbicara mengenai beberapa isu penting, termasuk kondusivitas dan stabilitas di Kota Solo, serta masa depan Keraton Surakarta yang masih menghadapi dualism dalam tubuh keraton.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta meskipun masih ada perbedaan di tubuh keraton yang terkait dengan masalah kepemimpinan.
Gibran juga menekankan agar segala hal yang telah terbangun dengan baik di Solo dan keraton dapat dipertahankan, terutama terkait aset budaya dan sejarah yang ada.
“Kami titip ke Pak Wali mohon selalu dijaga kondusifitasnya. Aset-aset yang sudah terbangun mohon bisa ter-maintain dengan baik. Kota Solo yang penuh kebudayaan dijaga semua. Itu aja,” ujar Gibran dengan penuh harapan agar para pihak yang terkait dapat bekerja sama menjaga kerukunan dan stabilitas di kota yang terkenal dengan kekayaan budayanya ini.
Usai salat Jumat, Gibran dan para tokoh keraton, termasuk Pakubuwono XIV Hangabehi dan Pakubuwono XIV Purbaya, menikmati sate dan tongseng di Warung Sate Pak Joko.
Momen tersebut tidak hanya sekadar acara makan bersama, namun juga menjadi kesempatan bagi Gibran untuk berdialog mengenai kondisi Kota Solo dan tantangan yang dihadapi oleh Keraton Surakarta. Dalam perbincangannya, Gibran mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan menjaga keberlanjutan tradisi yang ada.
“Hari ini setelah menghadiri ijab qobul saudara saya tadi, kita jumatan bareng Pak Wali, Gusti Behi, Gusti Purboyo, Gusti Tedjowulan, semuanya. Tadi kita makan sate dan tongseng sebentar sambil membicarakan kondisi Kota Solo dan juga keraton,” ujar Gibran, menggambarkan suasana hangat di pertemuan tersebut.
Gibran juga berharap agar semua pihak di Solo dapat terus menjaga kerukunan, tidak hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga di kalangan keraton, agar program-program pelestarian kebudayaan Solo dapat terus berjalan.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh keraton dan pemerintah kota, diharapkan Solo tetap menjadi kota yang kaya akan budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan.
“Meski ada dinamika internal, penting bagi kita semua untuk menjaga kedamaian dan bekerja bersama untuk kebaikan Solo,” ungkap Gibran menutup pembicaraan. (*)