Messi Heran Kemenangan Argentina Disebut Kontroversial, Tegaskan Wasit dan VAR Sudah Tepat

Messi Respons Tudingan Kontroversi Usai Argentina Singkirkan Mesir di Piala DuniaMessi Respons Tudingan Kontroversi Usai Argentina Singkirkan Mesir di Piala Dunia
Lionel Messi Angkat Bicara Setelah Argentina Dituding Diuntungkan Wasit.

INBERITA.COM, Argentina memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan secara dramatis saat menghadapi Mesir dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Selasa (7/7) malam WIB.

Namun, kemenangan yang diraih lewat comeback tersebut justru memunculkan perdebatan panjang terkait sejumlah keputusan wasit dan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Sorotan tidak hanya tertuju pada kebangkitan Argentina di penghujung pertandingan, tetapi juga pada beberapa momen yang dinilai menguntungkan tim berjuluk Albiceleste. Di tengah ramainya perbincangan itu, kapten Argentina Lionel Messi memilih memberikan respons tegas.

Menurut Messi, polemik yang berkembang tidak memiliki dasar kuat karena seluruh keputusan pertandingan telah melalui proses pemeriksaan sesuai prosedur.

“Sejujurnya, saya tidak mengerti mengapa orang-orang berdebat. Mungkin permainan sepak bola bukan untuk Anda,” kata Messi, seperti dikutip dari laporan media yang mengacu pada Tribuna.

Ia kembali menegaskan keyakinannya terhadap kepemimpinan wasit beserta sistem VAR yang diterapkan sepanjang pertandingan.

“Wasit dan VAR sudah melakukan pekerjaan dengan baik dan memberi keputusan yang tepat,” ujar pemain berusia 39 tahun tersebut.

Laga berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit-menit awal. Mesir tampil percaya diri dan mampu memberikan tekanan kepada salah satu unggulan juara.

Hasilnya, mereka membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui gol Ibrahim yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Argentina.

Keunggulan itu membuat Mesir bermain semakin disiplin. Mereka mampu meredam sejumlah serangan Argentina sekaligus memanfaatkan peluang serangan balik. Pada menit ke-67, Ziko berhasil menggandakan keunggulan sehingga Mesir berada di atas angin dengan skor 2-0.

Situasi tersebut sempat membuat Argentina berada dalam posisi sulit. Tim asuhan Lionel Scaloni harus meningkatkan intensitas serangan demi menghindari tersingkir lebih cepat dari turnamen.

Momentum kebangkitan akhirnya datang menjelang akhir pertandingan. Bek Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat sundulan pada menit ke-79 setelah memanfaatkan bola mati. Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain Argentina.

Empat menit berselang, Messi menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin tim. Tembakan kerasnya berhasil menembus gawang Mesir dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol itu menjadi titik balik yang membuat Argentina terus menekan hingga menit-menit terakhir.

Saat pertandingan memasuki masa injury time, Enzo Fernandez memastikan comeback sempurna lewat sundulan yang membawa Argentina berbalik unggul 3-2. Gol tersebut sekaligus memastikan tiket ke babak delapan besar.

Meski kemenangan berhasil diamankan, jalannya pertandingan tetap menyisakan kontroversi. Salah satu insiden yang paling banyak dibahas adalah gol Mesir yang dianulir setelah ditinjau melalui VAR. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Mesir yang merasa dirugikan.

Selain itu, beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain Argentina juga menjadi bahan perdebatan. Sebagian pihak menilai ada tindakan yang seharusnya berujung hukuman lebih berat, tetapi tidak mendapat sanksi dari wasit.

Ketegangan di pinggir lapangan pun tak terhindarkan. Pelatih Mesir terlihat menunjukkan simbol silang atau huruf “X” sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan perangkat pertandingan.

Dalam situasi yang memanas, salah seorang staf tim Mesir bahkan menerima kartu merah setelah melakukan protes berlebihan.

Perdebatan mengenai keputusan wasit sebenarnya bukan hal baru dalam turnamen besar seperti Piala Dunia. Kehadiran VAR sejak beberapa edisi terakhir memang bertujuan meminimalkan kesalahan yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.

Namun, teknologi tersebut tetap tidak mampu menghilangkan seluruh perbedaan interpretasi, terutama pada situasi-situasi yang melibatkan kontak fisik, offside tipis, maupun pelanggaran di area penalti.

Karena itu, pertandingan Argentina kontra Mesir menjadi contoh bagaimana keputusan yang telah melalui pemeriksaan teknologi sekalipun masih dapat memunculkan perbedaan pandangan di kalangan pemain, pelatih, hingga suporter.

Di sisi lain, keberhasilan Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol memperlihatkan mental juara yang masih dimiliki tim tersebut.

Saat tekanan semakin besar dan waktu terus menipis, mereka mampu menjaga ketenangan serta memaksimalkan peluang yang tersedia.

Peran Messi kembali menjadi faktor penting. Selain mencetak gol penyeimbang, kehadirannya memberi pengaruh besar terhadap permainan Argentina pada fase-fase krusial.

Pengalaman sang kapten menjadi modal berharga ketika tim menghadapi situasi sulit di pertandingan sistem gugur.

Kemenangan ini membuat Argentina melanjutkan perjalanan menuju perempat final Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya dipastikan tidak akan lebih mudah karena mereka akan berhadapan dengan Swiss dalam perebutan satu tempat di semifinal.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Argentina tentu bertekad mempertahankan tren positif sekaligus menghindari drama serupa agar langkah menuju gelar juara dunia dapat terus berlanjut.

Sementara itu, kontroversi yang mengiringi kemenangan atas Mesir kemungkinan masih akan menjadi bahan diskusi dalam beberapa hari ke depan.

Meski demikian, bagi Messi, hasil pertandingan sudah ditentukan melalui keputusan resmi perangkat pertandingan, sehingga fokus Argentina kini sepenuhnya tertuju pada persiapan menghadapi Swiss di babak berikutnya.