INBERITA.COM, Di tengah kepanikan evakuasi dan duka mendalam akibat ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, publik dikejutkan oleh temuan satu unit mobil mewah jenis Mercedes-Benz yang ikut terkubur reruntuhan.
Kendaraan berlogo tiga bintang itu ditemukan dalam kondisi ringsek, tertimpa material bangunan tepat di sebelah timur musala yang roboh.
Proses evakuasi mobil tersebut berlangsung dramatis. Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Basarnas, BPBD, serta BPKP dikerahkan, lengkap dengan alat berat berupa ekskavator.
Setelah upaya keras mengangkat kendaraan dari tumpukan beton dan puing-puing, mobil mewah tersebut langsung dinaikkan ke atas truk DLHK untuk diamankan dari lokasi bencana.
Ketua RT 7 RW 3 Desa/Kecamatan Buduran, Munir, membenarkan bahwa mobil tersebut berada tepat di titik musibah. Ia menduga mobil mewah itu merupakan milik pengasuh pondok pesantren.
“Betul, selain korban jiwa, satu unit mobil Mercy juga ikut hancur tertimpa reruntuhan. Mungkin mobil Mercedes itu milik pengasuh ponpes,” ujar Munir saat ditemui detikJatim di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa mobil tersebut diparkir di samping rumah pengasuh, hanya beberapa meter dari titik ambruknya mushala.
“Mobil itu sebelumnya diparkir di samping rumah pengasuh ponpes, tepatnya di sebelah timur bangunan musala,” sambungnya.
Menurut penuturan Munir, saat kejadian, warga tidak langsung menyadari keberadaan mobil tersebut.
Fokus utama masyarakat dan petugas sepenuhnya tertuju pada penyelamatan para santri yang diduga tertimbun reruntuhan. Mobil itu baru terlihat setelah proses pembersihan puing berlangsung.
“Mobil itu berada di lantai paling bawah, jadi memang tidak langsung terlihat. Apalagi saat kejadian terdengar suara keras seperti dentuman dan diikuti debu tebal yang menutupi lokasi. Baru setelah pembersihan puing-puing dilakukan, kendaraan itu terlihat,” terangnya.
Sejauh ini, identitas pemilik mobil Mercedes-Benz tersebut masih belum terungkap. Kerusakan parah pada bodi kendaraan dan debu tebal yang menyelimuti seluruh permukaannya membuat jenis pasti dan nomor polisi mobil belum bisa diidentifikasi.
Hal ini pun menambah rasa penasaran di kalangan warga dan publik yang mengikuti perkembangan tragedi tersebut.
Di sisi lain, proses pencarian korban jiwa terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga data terakhir yang dirilis oleh BNPB, tercatat 37 orang meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara itu, 104 orang berhasil diselamatkan, dan sekitar 27 orang lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan.
Munir mengatakan, segala upaya terus dilakukan untuk mempercepat pencarian, dengan kolaborasi lintas instansi dan sukarelawan dari berbagai unsur.
“Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan bahu membahu menyingkirkan puing-puing beton dengan bantuan alat berat,” kata Munir menegaskan.
Musibah ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin (29/9/2025), dan sejak saat itu menjadi sorotan luas, baik karena besarnya jumlah korban maupun berbagai temuan di lapangan, termasuk mobil mewah yang remuk di lokasi kejadian.
Pertanyaan pun bermunculan di tengah masyarakat: siapa pemilik Mercedes-Benz itu, dan mengapa mobil seharga ratusan juta rupiah bisa berada di titik paling terdampak bencana.
Di balik duka dan upaya penyelamatan yang belum usai, keberadaan mobil tersebut menjadi simbol ironis dari musibah besar yang menimpa Ponpes Al Khoziny. Sebuah pengingat bahwa di tengah tragedi, banyak sisi yang belum terungkap sepenuhnya. (mms)