INBERITA.COM, Pembalap Ducati, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa MotoGP Mandalika merupakan salah satu balapan paling menantang baginya sepanjang karier di kelas premier.
Menjelang penentuan gelar juara dunia MotoGP 2025, pembalap berjuluk The Baby Alien ini menyoroti pentingnya performa di Sirkuit Mandalika, tempat ia belum sekalipun berhasil menyelesaikan balapan utama sejak sirkuit tersebut masuk kalender MotoGP.
Marquez saat ini berada di ambang gelar juara dunia pada musim pertamanya bersama Ducati. Untuk mengunci gelar juara MotoGP 2025,
Marquez hanya perlu finis dengan selisih minimal tiga poin dari pesaing terdekat sekaligus adik kandungnya, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Jepang 2025 yang akan digelar di Sirkuit Motegi pada 26–28 September mendatang.
Seri Jepang merupakan bagian dari tiga balapan penutup di Asia, yang juga mencakup MotoGP Mandalika di Indonesia dan MotoGP Malaysia di Sepang.
Dari ketiga seri tersebut, Marquez menyebut dua di antaranya sebagai lintasan paling sulit yang akan ia hadapi di sisa musim ini, yakni Mandalika dan Sepang.
“Mandalika, bersama dengan Sepang,” kata Marquez saat ditanya soal sirkuit tersulit, dikutip dari Crash.
“Mandalika, mari kita lihat tahun ini, apakah kita bisa bersaing untuk meraih kemenangan, tetapi saat ini, saya belum pernah finis di sana,” tambah Marquez.
Catatan Marquez di Mandalika memang belum memuaskan. Dalam tiga musim terakhir sejak sirkuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu masuk kalender MotoGP, pembalap asal Spanyol tersebut belum pernah mencapai garis finis dalam balapan utama.
Pada musim 2022, Marquez terjatuh saat sesi pemanasan (warm up) dan tidak dapat mengikuti balapan. Setahun kemudian, ia kembali gagal finis.
Sementara pada MotoGP Mandalika 2024, Marquez sempat memberikan harapan dengan meraih podium ketiga dalam sprint race, namun kembali mengalami masalah teknis saat balapan utama dan tidak bisa menyelesaikannya.
“Saya harap ini akan menjadi pertama kalinya saya menyelesaikan balapan hari Minggu dan mari kita lihat apakah kami bisa naik podium,” ucap Marquez penuh harap.
Kondisi ini menjadikan MotoGP Mandalika 2025 sebagai misi pribadi bagi Marquez. Selain mengejar gelar juara dunia, keberhasilan menaklukkan sirkuit yang selama ini belum bersahabat akan menjadi pencapaian penting bagi pembalap berusia 32 tahun itu.
Marquez menegaskan bahwa kendati sirkuit Mandalika menjadi salah satu yang tersulit, peluang untuk tampil kompetitif tetap terbuka lebar, terlebih dengan performa impresif Ducati sepanjang musim ini.
Dengan pengalaman, strategi matang, dan dukungan penuh dari tim pabrikan, Marquez optimistis bisa memecahkan kutukan Mandalika dan mengubah catatan suramnya menjadi kisah kemenangan.
“Jadi Mandalika, bersama dengan Sepang, mungkin, adalah trek yang paling sulit, tetapi kita tidak pernah tahu,” pungkasnya.
MotoGP Mandalika 2025 akan menjadi sorotan tak hanya bagi para penggemar di Indonesia, tetapi juga penggemar MotoGP di seluruh dunia yang menantikan apakah Marquez mampu menuntaskan misi pribadinya dan semakin mendekatkan diri ke gelar juara dunia kedelapannya di kelas premier.
Jika berhasil mengamankan kemenangan atau bahkan finis di podium utama di Sirkuit Mandalika, Marquez tidak hanya mencatat sejarah pribadi, tetapi juga menambah catatan gemilang Ducati yang tampil dominan musim ini.
Dengan waktu yang semakin mendekati akhir musim, tekanan menuju seri Mandalika dan Sepang pun dipastikan meningkat.
Persaingan antar Marquez bersaudara semakin memanas, dan publik akan menanti apakah Marc akhirnya bisa berdiri di podium Mandalika, setelah tiga musim beruntun diliputi kegagalan. (xpr)







