Libur Akhir Tahun di Batam: Pusat Perbelanjaan dan Hotel Terisi Penuh, Terutama Wisatawan dari Singapura dan Malaysia

INBERITA.COM, Batam, kota yang terkenal dengan akses internasionalnya, kembali merasakan dampak positif dari momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Pada periode ini, sektor pariwisata Batam mengalami lonjakan signifikan, baik dari sisi pengunjung pusat perbelanjaan, tingkat hunian hotel, hingga aktivitas kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan.

Pantauan di lapangan pada Sabtu, 27 Desember 2025, menunjukkan ribuan pengunjung memadati Mega Mall Batam Center, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Batam.

Sejumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia, mendominasi kunjungan tersebut. Wisatawan lokal juga tidak kalah ramai, menikmati beragam tenant kuliner, toko fesyen, hingga wahana hiburan keluarga seperti Timezone.

Salah satu titik yang paling ramai adalah jembatan penghubung Pelabuhan Internasional Batam Center, yang menjadi jalur utama para wisatawan yang baru tiba. Arus pengunjung terlihat sangat jelas, mengarah langsung menuju pusat perbelanjaan tersebut.

Ceroline, Manager Mega Mall Batam Center, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan selama libur Nataru tidak hanya terjadi di satu atau dua tenant saja, tetapi hampir merata di seluruh area pusat perbelanjaan.

“Kalau libur Nataru, hampir semua tenant ramai. Kunjungannya cukup merata,” ujar Ceroline, menegaskan bahwa pusat perbelanjaan mengalami peningkatan pengunjung yang signifikan pada hari-hari tersebut.

Tak hanya pusat perbelanjaan yang ramai, sektor perhotelan di Batam juga mencatatkan lonjakan okupansi yang signifikan.

Jimmi Ho, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan bahwa tingkat hunian hotel di Batam mulai terasa peningkatannya sejak beberapa hari terakhir, terutama pada 26–27 Desember.

“Hotel di Batam rata-rata sudah ramai. Kawasan Batam Center dan Nagoya termasuk yang paling padat,” ungkap Jimmi.

Menurut Jimmi, kawasan seperti Nagoya, Thamrin, dan Harbour Bay masih menjadi favorit utama para wisatawan, mengingat lokasinya yang strategis dekat dengan pusat hiburan, kuliner, dan akses transportasi internasional.

Tingkat hunian hotel Batam pada akhir tahun ini diperkirakan mencapai 65–75 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Meskipun demikian, angka tersebut masih belum sepenuhnya maksimal, dengan lonjakan terbesar diperkirakan terjadi satu atau dua hari menjelang malam Tahun Baru.

“Batam ini kota wisata dan dekat dengan negara tetangga. Tamu dari Singapura dan Malaysia mendominasi, meski wisatawan domestik juga tetap ada,” jelas Jimmi, yang menambahkan bahwa banyak tamu dari Singapura dan Malaysia yang menghabiskan liburan akhir tahun mereka di Batam, baik itu untuk menikmati waktu libur sekolah atau sekadar berkunjung selama periode liburan panjang ini.

Seiring dengan lonjakan pengunjung, banyak toko kuliner, wahana hiburan, serta berbagai destinasi wisata lainnya di Batam yang ikut menikmati kenaikan kunjungan.

Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama bagi sektor perhotelan dan perdagangan yang menjadi penopang utama perekonomian Batam.

Secara keseluruhan, Batam kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata utama bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang selama liburan Nataru 2025, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia.

Apalagi dengan jaraknya yang relatif dekat dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, membuat kota ini semakin menjadi pilihan utama bagi para pelancong yang ingin menikmati waktu libur dengan berbagai kegiatan seru.

Bagi para pelaku sektor pariwisata di Batam, lonjakan kunjungan ini menjadi angin segar di tengah situasi ekonomi yang berfluktuasi, dan diharapkan dapat terus dipertahankan dengan kebijakan yang mendukung pengembangan destinasi wisata di masa depan. (*)