Kronologi Kebakaran dan Ledakan Hebat SPBE Cimuning Bekasi, Puluhan Rumah Hangus Terbakar

Kebakaran spbe cimuning bekasiKebakaran spbe cimuning bekasi
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Merembet ke Pemukiman, Puluhan Rumah Terbakar dan Gas Menyengat

INBERITA.COM, Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026, memicu peristiwa yang tak hanya menghanguskan fasilitas tersebut, tetapi juga merembet ke permukiman warga yang berada tepat di seberang jalan.

Api yang berkobar dengan sangat cepat itu turut menghancurkan puluhan rumah yang berada dalam radius satu meter dari SPBE.

Berdasarkan pantauan awak media, kobaran api yang disertai dengan suara ledakan keras membuat sejumlah rumah warga hancur, dengan bagian atap yang terlempar hingga ke badan jalan.

Dinding bangunan terlihat menghitam, menunjukkan betapa besarnya api yang melahap segala yang ada di sekitarnya.

Puing-puing dari rumah-rumah yang terbakar berserakan di sekitar lokasi kejadian, sementara sejumlah toko yang berada di kawasan tersebut juga tidak luput dari dampak kebakaran.

Situasi di lokasi kebakaran semakin mencekam dengan bau gas yang menyengat di udara, diduga berasal dari bahan-bahan yang terbakar.

Bau menyengat tersebut membuat pernapasan warga di sekitar lokasi terasa sesak, sementara listrik di kawasan tersebut padam total. Kabel-kabel listrik yang tergeletak di tanah juga terlihat putus, terbakar oleh api yang tidak dapat dikendalikan.

Untuk mengatasi kebakaran ini, sejumlah personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi bersama beberapa unit mobil pemadam kebakaran, tim rescue, serta ambulans.

Tidak hanya itu, mobil relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) juga turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban dan penanganan darurat di lapangan.

Hingga kini, petugas masih berjuang untuk memadamkan api agar tidak semakin meluas dan mengancam area lainnya. Situasi di lokasi sangat mencekam, dengan asap hitam pekat yang terus menyelimuti kawasan tersebut.

Warga setempat, Bayu (45), yang juga menjadi saksi mata kejadian, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika asap gas mulai tercium oleh warga sekitar lokasi.

Menurutnya, pada awalnya asap gas yang tercium cukup sedikit. Namun, tanpa diduga, asap tersebut menyebar dengan cepat ke seluruh area.

“Tiba-tiba sudah ada gas (asap) di jalanan depan gerbang SPBE. Awalnya sedikit, terus langsung menyambar ke semua area, asap sudah merata ke mana-mana,” ujar Bayu, yang berada di lokasi kejadian.

Bayu menduga bahwa kebakaran ini dipicu oleh kebocoran gas yang terjadi saat proses pengisian, yang menurutnya tidak diawasi dengan baik.

“Diduga terjadi kebocoran saat pengisian karena ditinggal. Ini bau gasnya menyengat,” ujarnya. Kebakaran yang berlangsung dengan sangat cepat ini membuat situasi semakin buruk.

“Sekitar jam 21.00 WIB mulai terjadi ledakan dan langsung menyebar ke mana-mana,” tambah Bayu, menjelaskan detik-detik terjadinya ledakan besar yang membuat sebagian besar warga di sekitar lokasi panik.

Beberapa warga yang berada dekat dengan sumber ledakan langsung berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, menurut Bayu, ada yang terluka saat ledakan pertama kali terjadi.

“Warga sudah mulai mengungsi sebagian. Katanya ada yang sempat terkena saat awal ledakan. Semua panik,” tutur Bayu, menceritakan keadaan yang kacau pada saat kejadian.

Warga yang terkejut dengan ledakan besar tersebut berusaha mencari perlindungan dan menjauh dari area yang terdampak api dan gas.

Sementara itu, pihak berwenang dan petugas yang berada di lokasi terus berupaya untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa ada warga yang mengalami cedera ringan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Peristiwa kebakaran ini, yang melibatkan kebocoran gas dan ledakan besar, kembali menyoroti pentingnya prosedur keselamatan dalam operasi pengisian Elpiji, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Sejumlah pihak mengimbau agar pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terkait pengawasan dan penanganan di SPBE untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kebakaran yang terjadi di SPBE Cimuning Bekasi ini menimbulkan dampak besar bagi warga sekitar. Dengan penyebaran api yang cepat dan ledakan besar yang mengikutinya, kebakaran ini memaksa sejumlah warga untuk mengungsi.

Proses evakuasi dan pemadaman api masih berlangsung hingga kini, dan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.