Kronologi Kades Pakel Lumajang Dikeroyok Belasan Orang, Sempat Minta Maaf Sebelum Diserang

INBERITA.COM, Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno (45), menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 15 orang di kediamannya pada Rabu (15/4) sekitar pukul 14.45 WIB.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh ketegangan yang terjadi sehari sebelumnya dalam sebuah acara pengajian di wilayah Kecamatan Ranuyoso.

Insiden bermula saat rombongan yang terdiri dari sekitar 15 orang mendatangi rumah Sampurno dengan menggunakan dua mobil dan beberapa sepeda motor.

Kedatangan mereka pada awalnya disambut baik oleh sang kepala desa. Namun situasi dengan cepat berubah menjadi tegang setelah terjadi adu argumen antara Sampurno dan sejumlah tamu yang hadir.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa kedatangan rombongan tersebut bertujuan untuk mengonfirmasi sikap Sampurno dalam acara pengajian yang digelar sehari sebelumnya.

“Intinya terduga (pelaku) mengkonfirmasi ke Kades Pakel tentang apa alasannya kemarin, Selasa (14/4) dalam acara pengajian di wilayah Kecamatan Ranuyoso), Kades Pakel marah-marah,” kata Suprapto saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).

Dalam situasi tersebut, Sampurno disebut sempat meredam ketegangan dengan memilih diam dan menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya.

Namun, kondisi justru semakin tidak terkendali. Tanpa diduga, beberapa orang dari rombongan tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Terduga pelaku beberapa orang langsung melakukan pengeroyokan terhadap Kades Pakel dengan menggunakan sajam,” ucapnya.

Aksi kekerasan itu sempat disaksikan oleh sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian.

Bahkan, beberapa saksi mencoba menanyakan kepada para pelaku mengenai dalang di balik aksi tersebut. Menurut keterangan Suprapto, jawaban yang muncul mengarah pada satu nama.

“Pada saat terjadi keributan sempat beberapa orang saksi yang ada di TKP kejadian menanyakan kepada terduga pelaku siapa yang menyuruh melakukan ini, dan terduga pelaku menjawab kalau yang menyuruh adalah H.D yang beralamat di Jatiroto,” imbuh dia.

Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian tersebut juga segera dilaporkan oleh saksi ke Polsek Gucialit sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Selain melakukan pengamanan lokasi, polisi juga mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap kronologi dan pelaku di balik insiden tersebut.

“Anggota Polsek Gucialit langsung mendatangi TKP/menjaga TKP serta mengumpulkan para saksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, Sampurno dilaporkan mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Luka yang dialami korban antara lain berada di siku kanan serta bagian belakang kepala. “(Luka) di siku kanan dan kepala belakang,” kata dia.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai motif pasti pengeroyokan, termasuk detail sikap korban dalam acara pengajian yang diduga menjadi pemicu konflik maupun jenis senjata tajam yang digunakan oleh pelaku.

Suprapto menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya akan mengungkap fakta-fakta yang ada secara menyeluruh. “Iya, masih didalami,” ujar dia.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat mengingat melibatkan seorang kepala desa sebagai korban.

Aparat kepolisian diharapkan segera mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lumajang.