INBERITA.COM, Keputusan aktris Kimberly Ryder untuk tetap menunaikan ibadah umrah di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyedot perhatian publik.
Saat sebagian pihak diliputi kekhawatiran atas situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kimberly justru memilih fokus pada niat ibadah yang telah lama direncanakan bersama sang bunda.
Malam ini, Kimberly bersama ibundanya, Irvina Zainal, memastikan diri tetap berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Rabu (4/3/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai informasi yang beredar, termasuk kabar simpang siur terkait kondisi penerbangan menuju Arab Saudi.
Di tengah dinamika geopolitik yang memicu kekhawatiran sebagian calon jemaah, Kimberly dan keluarga memilih berserah diri. Baginya, momen umrah Ramadan memiliki makna spiritual yang jauh lebih besar dibanding rasa cemas yang belum tentu terjadi.
“Alhamdulillah ini impian saya. Aku itu pernah minta sama Allah, ‘Ya Allah saya pengen banget di bulan puasa melakukan ibadah umrah’ gitu,” kata Irvina Zainal di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/3/2026).
“Dan akhirnya terwujud,” ujarnya.
Bagi Irvina, kesempatan menjalankan umrah di bulan suci Ramadan adalah doa yang telah lama dipanjatkan. Ia mengaku bersyukur karena keinginannya untuk beribadah di Tanah Suci pada momen istimewa akhirnya terkabul, meski harus berangkat dalam situasi global yang kurang kondusif.
Kimberly tak menampik bahwa dirinya sempat menerima banyak informasi yang beredar di grup percakapan rombongan umrah. Informasi tersebut silih berganti, mulai dari kabar kondisi aman hingga isu pembatalan penerbangan akibat dampak konflik.
“Satu bilang aman, satu bilang pada di-cancel. Balik lagi aman, satu lagi bilang cancel. Bolak-balik saja terus,” katanya sambil tersenyum.
“Jadi kayak, aduh ya sudah deh serahkan sama Allah saja deh,” terusnya.
Ia memilih untuk tidak larut dalam kecemasan berlebihan. Menurutnya, selama proses administrasi, visa, dan jadwal penerbangan berjalan normal, maka itu menjadi tanda bahwa perjalanan tetap dalam kondisi aman untuk dijalani.
“Kalau memang akan aman, semuanya safe di sana, kita diberangkatkan,” ujarnya.
“Tapi kalau tidak aman, pasti ada saja yang akhirnya nggak jadi. Entah visanya nggak keluar atau penerbangannya di-cancel,” ucap Kimberly.
Sikap tenang tersebut menjadi bentuk keyakinannya bahwa segala sesuatu telah diatur. Ia percaya, apabila situasi benar-benar membahayakan, akan ada tanda atau kebijakan resmi yang menghentikan keberangkatan jemaah.
Dalam keberangkatan kali ini, Kimberly dan rombongan memilih menggunakan penerbangan langsung (direct) menuju Jeddah. Opsi tersebut dipilih setelah mempertimbangkan kondisi sejumlah rute transit yang disebut terdampak dinamika konflik di kawasan tertentu.
Menurut pihak rombongan, beberapa penerbangan transit melalui kota-kota seperti Doha atau Abu Dhabi memang terdampak penyesuaian jadwal. Namun jalur direct menuju Jeddah dinilai tetap aman dan tidak mengalami gangguan berarti hingga waktu keberangkatan.
“Sejauh ini aman, lancar semua. Insya Allah kita sampai dengan selamat,” ujar Kimberly optimistis.
Keputusan menggunakan penerbangan langsung menjadi strategi untuk meminimalkan potensi hambatan perjalanan. Selain memangkas waktu tempuh, rute direct juga dianggap lebih sederhana dari sisi teknis dan koordinasi di tengah situasi global yang fluktuatif.
Langkah Kimberly tetap berangkat umrah di tengah isu konflik Amerika Serikat dan Iran pun menuai beragam respons di media sosial. Sebagian warganet memuji keberaniannya dan keteguhan niat beribadah, sementara lainnya tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan situasi internasional.
Namun bagi Kimberly dan sang bunda, fokus utama bukan pada perdebatan geopolitik, melainkan pada kesempatan mendekatkan diri secara spiritual di bulan Ramadan. Baginya, ibadah umrah Ramadan memiliki nilai yang tak tergantikan.
Keberangkatan dari Bandara Soekarno Hatta malam ini menjadi titik awal perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan keluarga tersebut. Dengan doa dan keyakinan, Kimberly berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa hambatan.
Di tengah derasnya arus informasi dan kekhawatiran publik terhadap konflik Timur Tengah, keputusan Kimberly Ryder tetap umrah Ramadan menjadi sorotan tersendiri. Ia menunjukkan bahwa keyakinan dan ketenangan batin bisa menjadi pegangan di tengah situasi yang tak menentu.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi juga perjalanan batin yang telah lama dipersiapkan. Kini, Kimberly dan Irvina Zainal melangkah dengan harapan bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.
Dengan memilih penerbangan langsung ke Jeddah serta terus memantau perkembangan situasi, Kimberly menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang. Selebihnya, ia menyerahkan segala urusan kepada kehendak Tuhan.







