Kepala Staf TNI AL: 23 Marinir TNI AL Tertimbun Longsor di Cisarua, 4 Sudah Ditemukan Meninggal

INBERITA.COM, Bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, telah menelan korban dari kalangan prajurit TNI Angkatan Laut.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali, mengonfirmasi bahwa 23 personel Marinir tertimbun oleh longsoran tanah tersebut. Hingga saat ini, empat korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Laksamana Muhammad Ali menjelaskan, para prajurit Marinir tersebut tengah melakukan latihan persiapan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini ketika bencana terjadi.

Latihan yang berlangsung di kawasan tersebut kebetulan dilaksanakan pada saat cuaca sedang buruk, dengan hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut.

“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” kata Ali.

Pihak TNI Angkatan Laut telah mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk alat berat dan drone, untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban. Proses pencarian masih berlangsung dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban yang masih tertimbun.

Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan juga berhasil mengevakuasi 29 kantong jenazah korban bencana longsor yang terjadi di Cisarua. Jenazah-jenazah tersebut diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diidentifikasi.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa ke-29 jenazah tersebut ditemukan sejak dimulainya operasi pencarian pada 24 Januari hingga 26 Januari 2026.

“Dari total 29 body pack yang telah kami evakuasi, empat jenazah ditemukan pada hari ini dan langsung kami serahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Syafii di Posko Basarnas, Senin (26/1/2026).

Syafii menjelaskan, sebagian jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Oleh karena itu, pihaknya telah menyerahkan seluruh jenazah yang dievakuasi kepada tim DVI Polda Jawa Barat untuk memastikan identitas setiap korban yang terdampak bencana longsor tersebut.

Proses identifikasi ini penting untuk mengetahui siapa saja yang menjadi korban dan memastikan adanya tindakan yang tepat bagi keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terus berlangsung, dengan harapan dapat menemukan korban lainnya yang masih tertimbun.

Pihak terkait, termasuk jajaran TNI, Basarnas, dan tim SAR gabungan, masih bekerja keras untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua menjadi bagian dari rentetan bencana alam yang melanda Indonesia. Seperti yang diketahui, daerah-daerah yang rawan longsor, terutama di kawasan pegunungan dan perbukitan, seringkali menjadi lokasi terjadinya bencana alam ini, terutama saat musim hujan tiba.

Bencana seperti ini menuntut kesigapan dari berbagai pihak dalam menanggulangi dampaknya dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para korban.

Semoga proses evakuasi ini dapat segera menemukan para korban lainnya dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang menunggu kabar.

TNI AL, Basarnas, serta tim SAR gabungan terus berkoordinasi dan berupaya maksimal agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang layak.

Kehadiran alat berat dan teknologi drone telah membantu mempercepat proses pencarian korban. Namun, di tengah tragedi ini, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim yang dapat memperburuk keadaan.

Pihak berwenang juga mengimbau untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia, terutama yang rawan longsor.