Kecelakaan Maut Tol Pemalang-Batang, Satu Keluarga Tewas Saat Mudik dari Cikarang

INBERITA.COM, Kecelakaan maut di Tol Pemalang-Batang kembali menjadi perhatian publik setelah merenggut nyawa satu keluarga yang tengah melakukan perjalanan mudik.

Insiden tragis tersebut terjadi di Km 290-B, wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Kamis (19/3/2026), dan menewaskan empat orang, sementara satu balita berhasil selamat meski dalam kondisi kritis.

Peristiwa kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil minibus jenis Toyota Calya dengan nomor polisi B 2399 FFR dan sebuah bus Agra bernomor polisi T 7622 DA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh korban merupakan satu keluarga yang sedang dalam perjalanan dari Cikarang menuju kampung halaman mereka di Petarukan, Pemalang.

Empat korban meninggal dunia terdiri dari pasangan suami istri, Gunawan (42) dan Devi Agustina (33), serta dua anak mereka, Nafisah Maisaroh (11) dan Narendra Dewan Gaozan (8).

Sementara itu, satu korban selamat, balita berusia tiga tahun bernama Murel Arshaka Sachid, saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Siaga Medika Pemalang.

Kondisi mobil minibus yang ditumpangi korban dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan kendaraan, yang menunjukkan kerasnya benturan dalam kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal, Iptu Henry Ade Birawa, membenarkan kejadian kecelakaan maut tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi minibus yang mengantuk saat berkendara di jalan tol.

“Diduga mobil pribadi ngantuk oleng ke kanan, dan menabrak bagian belakang pojok bus,” kata Henry saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis.

Dugaan sementara ini mengarah pada faktor kelelahan pengemudi sebagai penyebab utama kecelakaan.

Mobil minibus yang melaju dari arah barat diduga kehilangan kendali hingga akhirnya menghantam bagian belakang bus yang berada di jalur yang sama.

Keterangan dari pihak keluarga korban juga menguatkan bahwa perjalanan tersebut merupakan rutinitas mudik tahunan.

Siti (56), kerabat korban, menyebut keluarga tersebut memang kerap pulang kampung ke Pemalang setiap tahun.

“Itu keponakan saya yang kecelakaan, perjalanan dari Cikarang mudik pulang kampung ke Petarukan seperti tahun sebelumnya,” ujar Siti saat ditemui di RS Siaga Medika Pemalang.

Sementara itu, kondisi bus Agra yang terlibat dalam kecelakaan dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang.

Perbedaan tingkat kerusakan antara kedua kendaraan menunjukkan bahwa benturan lebih banyak diterima oleh mobil minibus.

Kepala Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Julianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap para korban untuk proses pemberian santunan.

Ia memastikan bahwa santunan akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ya, satu keluarga dari Bekasi melakukan perjalanan ke Petarukan Pemalang. Korban meninggal dunia mendapat santunan 50 juta dan luka-luka 20 juta,” kata Julianto.

Peristiwa kecelakaan maut di Tol Pemalang-Batang ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara, khususnya saat melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik, untuk selalu memastikan kondisi fisik tetap prima.

Faktor kelelahan dan mengantuk di jalan tol yang cenderung lurus dan monoton kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi.