INBERITA.COM, JIMBARAN – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di tanjakan tajam Jalan Goa Gong, Jimbaran, pada Sabtu (8/11) siang.
Sebuah truk molen nekat melintasi jalur curam tersebut dan berakhir terguling setelah sopir diduga gagal mengendalikan kendaraan di tengah tanjakan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di kawasan yang dikenal berbahaya bagi kendaraan berat itu.
Truk bermuatan semen tersebut dilaporkan kehilangan tenaga saat menanjak, hingga akhirnya meluncur mundur dan terguling di pinggir jalan. Truk itu kemudian menimpa sebuah pohon sebelum akhirnya terhenti dalam posisi miring.
“Diduga sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan saat menanjak, hingga akhirnya truk terguling dan menimpa sebuah pohon di pinggir jalan,” ungkap seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat membuat warga sekitar panik tersebut. Sopir truk berhasil keluar dari kabin tanpa luka serius, meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Bagian kabin depan tampak ringsek, sementara drum molen di bagian belakang nyaris terlepas dari dudukannya.
Kecelakaan itu juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Beberapa kendaraan pribadi terpaksa berhenti karena badan truk yang terguling masih menutupi sebagian besar jalur utama.
Sejumlah pengendara roda empat harus menunggu proses evakuasi yang dilakukan dengan bantuan alat berat.
“Truknya terguling melintang di jalan, jadi mobil-mobil tidak bisa lewat. Kami disarankan memutar lewat jalur lain,” kata seorang pengendara yang melintas.
Petugas keamanan dan warga setempat langsung berinisiatif mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Sementara itu, evakuasi truk molen memakan waktu cukup lama karena posisi kendaraan yang berat dan medan yang menanjak.
Hingga sore hari, proses penarikan kendaraan masih berlangsung dan jalur hanya bisa dilalui satu arah secara bergantian.
Kawasan tanjakan Goa Gong memang dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar seperti truk dan bus.
Jalur ini memiliki kemiringan yang curam dan tikungan tajam yang sering kali membuat pengemudi kesulitan menjaga kecepatan dan tenaga mesin.
Warga sekitar menyebut, insiden serupa sudah berulang kali terjadi, namun masih banyak sopir yang nekat melintasi jalur tersebut tanpa persiapan memadai.
“Sudah sering banget truk terguling di sini. Harusnya ada rambu larangan yang lebih tegas atau pengawasan dari petugas, biar tidak terus kejadian,” ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Kecelakaan di tanjakan Goa Gong juga kerap viral di media sosial karena medannya yang ekstrem. Banyak warganet menilai, perlu ada langkah konkret dari pihak terkait untuk meninjau ulang kelayakan jalur tersebut bagi kendaraan bertonase besar.
Selain itu, rambu peringatan dan papan informasi yang lebih jelas dinilai penting untuk mencegah pengemudi baru salah memperkirakan kondisi jalan.
Petugas kepolisian dari Polsek Kuta Selatan yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencatat keterangan dari saksi-saksi.
Polisi juga mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi rute dengan kontur jalan menanjak dan berliku.
“Pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain agar terhindar dari kemacetan dan potensi bahaya di tanjakan Goa Gong,” tegas petugas di lokasi.
Sementara itu, truk molen yang terguling rencananya akan dievakuasi sepenuhnya pada malam hari setelah alat berat tambahan tiba di lokasi.
Jalur menuju Goa Gong tetap disarankan hanya dilalui kendaraan kecil hingga proses pembersihan selesai.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para sopir dan perusahaan transportasi material agar tidak memaksakan kendaraan berat melintas di jalan dengan kemiringan ekstrem tanpa perhitungan matang.
Selain membahayakan diri sendiri, kelalaian di jalur berisiko seperti Goa Gong juga dapat mengganggu pengguna jalan lain dan menimbulkan kerugian besar.
Kecelakaan truk molen di tanjakan Goa Gong kembali membuka diskusi soal keselamatan lalu lintas di kawasan Jimbaran. Diperlukan perhatian lebih serius dari pihak berwenang untuk melakukan evaluasi, termasuk pemasangan rambu larangan, penertiban kendaraan bertonase besar, dan penambahan jalur alternatif agar kejadian serupa tidak terus terulang di masa mendatang. (mms)