Karina Ranau Sahur di Area Makam Suami, Unggahan Viral Banjir Pro Kontra

Aksi sahur di makam epi kusnandar viralAksi sahur di makam epi kusnandar viral
Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar, Konten Viral Bikin Pro Kontra

INBERITA.COM, Karina Ranau kembali menjadi sorotan setelah membagikan momen sahur yang cukup kontroversial. Pada hari pertama Ramadhan, ia memilih untuk sahur di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, yang menjadi tempat pemakaman suaminya, Epy Kusnandar, yang meninggal pada 3 Desember 2025.

Aksi tersebut segera menjadi viral setelah diunggah ke media sosial, memicu berbagai reaksi pro dan kontra dari warganet.

Dalam unggahannya, Karina tampak ditemani oleh anak dan beberapa karyawan. Setelah berdoa bersama, mereka menyantap sahur di sekitar makam Epy Kusnandar, tak jauh dari pusara almarhum.

Karina juga memperlihatkan foto hitam-putih Epy Kusnandar yang diletakkan di dekat tempat duduknya. Momen tersebut menjadi sangat emosional, mengingat Epy meninggal dunia karena stroke di batang otak yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Sejak kepergian Epy, Karina diketahui rutin mengunjungi makam sang suami untuk mengenang momen-momen penting.

Namun, momen yang penuh rasa rindu ini justru memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai sahur di kuburan sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak seharusnya dijadikan tontonan publik.

Seorang netizen bahkan menulis, “Teh, yang kayak gini gak dibenarkan, ya. Harusnya pak ustaz yang jelaskan. Lebih baik adakan pengajian ketimbang konten begini.”

Komentar serupa juga muncul, bahkan ada yang menyindir dengan mengatakan agar Karina sekalian berbuka puasa dan ngabuburit di kuburan.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Karina langsung memberikan pernyataan tegas di kolom unggahannya. Dalam komentarnya, ia mengingatkan publik untuk tidak meniru tindakannya.

“Jangan ditiru, ya. Gak baik,” tulis Karina, seolah menyadari bahwa cara mengekspresikan rasa rindunya dengan sahur di makam bukanlah hal yang seharusnya dicontoh oleh orang lain.

Pernyataan Karina tersebut justru menjadi sorotan tambahan, mengingat banyaknya kecaman yang datang dari berbagai kalangan.

Karina, yang tampaknya ingin berbagi momen penuh perasaan dengan suaminya yang telah tiada, menyadari bahwa mengungkapkan rasa rindu dengan cara yang demikian dapat memicu reaksi beragam dari publik.

Di bagian keterangan video, Karina menjelaskan bahwa ia memilih untuk sahur di makam suaminya sebagai cara untuk membuang rasa rindu.

“Assalamualaikum, pih. Sahur pih. Bahagianya malam ini bisa sahur bareng papih,” ujar Karina dalam video tersebut.

Momen ini menunjukkan kedekatan emosional yang mendalam antara Karina dan almarhum Epy Kusnandar, di mana makam suami menjadi tempat yang penuh makna baginya.

Sahur di kuburan ini mendapat perhatian lebih besar setelah viral di media sosial. Beberapa netizen memberikan dukungan, menganggap tindakan Karina sebagai bentuk cinta yang mendalam terhadap almarhum suaminya.

Namun, sebagian besar lainnya menyayangkan dan mengkritik tindakan tersebut, berpendapat bahwa hal tersebut tidak sepatutnya dibagikan secara publik, apalagi dengan tujuan untuk membuat konten yang bisa dilihat banyak orang.

Konten yang viral ini memunculkan perdebatan lebih luas mengenai cara orang-orang mengungkapkan rasa pribadi mereka di ranah publik.

Di era media sosial ini, banyak orang yang berusaha mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang terkadang mengundang perhatian atau bahkan kontroversi.

Kritikan tentang sahur di kuburan menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi tempat untuk berbagi, tetapi juga tempat untuk menilai dan memberi opini terhadap tindakan pribadi seseorang.

Meski aksi Karina Ranau sahur di makam suami menjadi viral dan memicu perdebatan, momen ini mencerminkan kedalaman perasaan seorang istri yang merindukan suaminya.

Namun, penting untuk diingat bahwa ekspresi perasaan, apalagi yang melibatkan tempat-tempat sakral seperti makam, harus disikapi dengan bijaksana, mengingat adanya pandangan publik yang beragam.

Karina sendiri telah memberikan klarifikasi agar publik tidak meniru apa yang dilakukannya, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap apa yang dia bagikan di dunia maya.