INBERITA.COM, Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford, yang baru saja menyelesaikan penempatan sembilan bulan di wilayah Timur Tengah, akhirnya berlabuh di pelabuhan Split, Kroasia, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kedatangan kapal raksasa ini bertujuan untuk menjalani perbaikan esensial dan pemeliharaan rutin setelah menghadapi sejumlah masalah teknis dan insiden kebakaran di medan perang Iran.
USS Gerald R. Ford beroperasi di Laut Merah sebagai bagian dari Operation Epic Fury ketika kebakaran hebat terjadi di ruang binatu utama kapal pada 12 Maret lalu.
Kebakaran yang berlangsung beberapa jam itu mengakibatkan tiga pelaut terluka dan hampir 200 personel lainnya harus mendapatkan perawatan medis akibat menghirup asap beracun.
Insiden ini tidak hanya merusak fasilitas binatu kapal, tetapi juga mempengaruhi sekitar 100 tempat tidur kru yang berada di dekat lokasi kebakaran.
Selain kebakaran, kapal induk yang membawa lebih dari 5.000 pelaut ini mengalami gangguan serius pada sistem perpipaan kapal.
Gangguan ini berdampak pada 650 toilet yang tidak dapat digunakan, yang semakin menambah beban operasional kapal yang sudah terpengaruh oleh masalah teknis lainnya.
Pejabat AS mengonfirmasi bahwa meskipun insiden tersebut menyebabkan kerusakan signifikan, USS Gerald R. Ford tetap mampu menyelesaikan misi penting di kawasan tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk berlabuh di Kroasia.
Kapal induk ini sebelumnya sempat berhenti sejenak di Teluk Souda, Yunani, setelah meninggalkan wilayah Laut Merah.
Sebelum terlibat dalam operasi gabungan AS-Israel di Timur Tengah melawan Iran, USS Gerald R. Ford juga pernah menjalankan misi di Karibia.
Pemerintah Kroasia, yang merupakan sekutu NATO, memberikan izin resmi bagi kapal induk AS ini untuk bersandar di pelabuhan Split.
Langkah ini menjadi bagian dari pemeliharaan rutin kapal yang sudah mulai diperlukan setelah hampir setahun bertugas di wilayah yang penuh dengan risiko dan tantangan.
USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal induk generasi terbaru AS, dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk sistem radar modern untuk navigasi dan kontrol lalu lintas udara.
Kapal ini dapat mengangkut lebih dari 75 pesawat militer, termasuk jet tempur F-18 Super Hornet, yang menjadikannya sebagai pangkalan udara terapung yang sangat strategis.
Meskipun mengalami sejumlah gangguan, keberadaan USS Gerald R. Ford di Laut Merah dan keterlibatannya dalam operasi gabungan AS-Israel menunjukkan pentingnya kapal induk ini dalam menjaga stabilitas kawasan, sekaligus sebagai simbol kekuatan militer AS yang terus diandalkan di wilayah-wilayah rawan konflik.







