KA Menoreh Tabrak Truk Tangki Air di Cirebon, Masinis Pingsan dan Perjalanan Terganggu

INBERITA.COM, Kecelakaan kereta api kembali terjadi di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Kereta Api (KA) Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen menabrak sebuah truk tangki pengangkut air bersih di perlintasan rel tanpa palang pintu di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1/2026) dini hari.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.47 WIB dan sempat mengganggu perjalanan kereta api di jalur Cirebon–Semarang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk tangki air bersih yang berasal dari Kabupaten Kuningan tertemper KA Menoreh saat melintas di jalur perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Benturan keras antara lokomotif dan kendaraan berat tersebut menyebabkan truk terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal tabrakan.

Kondisi truk mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian bodi dan rangka utama, akibat hantaman kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Tidak hanya truk, bagian depan lokomotif KA Menoreh juga mengalami kerusakan cukup serius.

Dampak kecelakaan ini membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) III Cirebon harus melakukan penggantian lokomotif agar perjalanan kereta dapat kembali dilanjutkan dengan aman.

Selama proses penanganan, perjalanan kereta api di lintas Cirebon–Semarang sempat mengalami gangguan.

Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Fakhrurroji, warga Blok Cimpedak, Desa Dompyong Kulon, menuturkan kronologi awal kecelakaan tersebut.

Menurutnya, truk melintas dari arah Kabupaten Kuningan menuju Kecamatan Gebang melalui jalur Karangsembung. Saat kendaraan berat itu berada tepat di atas rel kereta api, mesin truk mendadak mati.

“Sopir sempat mencoba menyalakan mesin, tetapi tidak berhasil. Sementara itu, kereta sudah terlihat melaju dari arah Semarang menuju Cirebon,” ujar Fakhrurroji.

Melihat kondisi yang semakin berbahaya, sopir truk memilih untuk menyelamatkan diri dengan turun dari kendaraan dan meminta bantuan warga sekitar.

Namun, jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat upaya evakuasi truk dari atas rel tidak memungkinkan untuk dilakukan. Beberapa saat kemudian, KA Menoreh menghantam truk tangki air tersebut dengan keras.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi masinis sempat pingsan, dan asisten masinis terjepit di bagian depan lokomotif,” tambah Fakhrurroji.

Insiden ini langsung mendapat penanganan dari petugas PT KAI Daop III Cirebon. Manager Humas KAI Daop III Cirebon, Muhibbuddin, membenarkan peristiwa kecelakaan KA Menoreh dengan truk tangki air tersebut.

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi di kilometer 201+400 JPL 329, tepatnya di perlintasan tidak terjaga yang berada di petak jalan antara Stasiun Babakan dan Stasiun Waruduwur.

“Pascakejadian, jalur hilir sempat tidak dapat dilalui, sementara jalur hulu masih bisa digunakan dengan kecepatan normal,” jelas Muhibbuddin.

Akibat kejadian tersebut, operasional perjalanan kereta api sempat mengalami penyesuaian.

Petugas KAI fokus melakukan pengamanan lokasi, evakuasi kendaraan, serta pemeriksaan sarana dan prasarana jalur rel untuk memastikan keselamatan perjalanan.

Penggantian lokomotif KA Menoreh dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perjalanan dapat dilanjutkan tanpa risiko tambahan.

Muhibbuddin memastikan seluruh penumpang KA Menoreh dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka.

Namun, satu petugas KAI, yakni asisten masinis, mengalami luka akibat terjepit di bagian depan lokomotif saat kejadian.

Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Setelah proses penggantian lokomotif selesai dan dinyatakan aman untuk beroperasi, KA Menoreh kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Kereta tersebut diberangkatkan kembali pada pukul 05.28 WIB. Hingga Rabu pagi, petugas PT KAI masih melakukan proses evakuasi lanjutan di lokasi kejadian untuk memastikan jalur hilir dapat segera dioperasikan kembali secara normal dan aman bagi perjalanan kereta api lainnya.

PT KAI mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu dan penjagaan.

Keselamatan perjalanan kereta api, menurut KAI, membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pengguna jalan raya.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan yang terjadi. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkas Muhibbuddin.

Kecelakaan KA Menoreh di Cirebon ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di perlintasan rel kereta api, khususnya di perlintasan tidak terjaga yang masih banyak ditemui di sejumlah daerah.