INBERITA.COM, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) resmi membuka posko pengaduan di sejumlah titik di Jawa Timur.
Langkah ini diambil menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait kendaraan bermotor yang mengalami gangguan mesin seperti tersendat atau “brebet” setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah tersebut.
Menurut keterangan resmi, Pertamina telah menyiapkan sebanyak 17 posko pengaduan yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.
“Sebagai bentuk keterbukaan layanan publik, Pertamina saat ini menyediakan 17 titik posko untuk melayani keluhan dan pelaporan masyarakat dengan panduan langkah,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Rabu (29/10/2025).
Delapan dari 17 posko tersebut berlokasi di Surabaya dan Sidoarjo, sementara sisanya tersebar di Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Kediri, dan Tuban.
Berikut daftar lengkap lokasi posko pengaduan Pertamina di Jawa Timur:
Surabaya
- SPBU 5460146 Jl. Arif Rahman Hakim No. 150, Surabaya
- SPBU 5460179 Jl. Kayoon No. 48, Surabaya
- SPBU 5460134 Jl. Wonorejo 1, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya
- SPBU 54601107 Jl. Kebonsari Tengah No. 64–66, Surabaya
Sidoarjo
- SPBU 5461209 Jl. Letjen Sutoyo No. 129 Medaeng, Waru, Sidoarjo (Bungurasih)
- SPBU 5461255 Jl. Raya Tropodo No. 9, Waru, Sidoarjo
- SPBU 5461236 Jl. Jenggolo No. 33, Sidoarjo
- SPBU 5461253 Jl. Gubernur Sunandar Priyo Sudarmo No. 3–5, Kraton, Kec. Krian, Sidoarjo
Lamongan
- SPBU 5462215 Jl. Raya Mantup, Kedung Sumber, Sumberdadi, Kec. Mantup, Lamongan
- SPBU 5462208 Jl. Sunan Drajat, Kaloharjo, Sidoharjo, Kec. Lamongan, Lamongan
Gresik
- SPBU 5461104 Jl. Veteran No.2, Injen Timur, Gapurosukolilo, Kec. Gresik, Gresik
- SPBU 5461101 Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Karangturi, Kebomas, Kec. Gresik, Gresik
Bojonegoro
- SPBU 5462101 Jl. MT. Haryono, Jetak, Kec. Bojonegoro, Bojonegoro
- SPBU 5462106 Jl. Sawunggaling, Kadipaten, Ngrowo, Kec. Bojonegoro, Bojonegoro
Tuban
- SPBU 5462305 Gg. Buntu No.10, Wire, Gedongombo, Kec. Semanding, Kabupaten Tuban
Kediri
- SPBU 5464147 Jl. Joyoboyo, Kemasan, Kota Kediri
- SPBU 5464153 Jl. Ahmad Dahlan, Ngampel, Kec. Mojoroto, Kabupaten Kediri
Ahad menambahkan, masyarakat di wilayah lain yang terdampak namun tidak tercakup dalam daftar posko tersebut tetap dapat melapor langsung ke SPBU tempat terakhir pembelian BBM.
“Untuk wilayah terdampak lainnya di luar lokasi posko di atas dapat menghubungi SPBU terakhir pembelian BBM,” jelasnya.
Selain melalui posko, Pertamina juga membuka saluran pengaduan daring untuk mempermudah masyarakat.
Pengguna dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135, mengirim email ke pcc135@pertamina.com, atau mengirim pesan langsung melalui akun Instagram resmi @pertamina.135.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat gangguan pada kendaraan mereka setelah mengisi Pertalite.
“Pertamina pastikan penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu,” tutur Ahad.
Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama ini telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan telah melalui pengujian laboratorium sebelum sampai ke SPBU.
Kendati demikian, untuk memastikan keamanan dan kualitas produk, Pertamina kini tengah melakukan investigasi serta pengujian ulang terhadap sampel Pertalite yang beredar di wilayah Jawa Timur.
Langkah investigasi ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan masyarakat yang mengeluhkan performa kendaraan menurun pasca pengisian bahan bakar Pertalite, terutama di kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.
Sejumlah pengguna sepeda motor menyebut mesin kendaraan mereka mengalami gejala seperti tersendat, kehilangan tenaga, atau sulit dinyalakan sesaat setelah pengisian.
Fenomena ini memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial, mengingat Pertalite merupakan jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan jenis BBM lain.
Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya perbedaan kualitas bahan bakar di beberapa SPBU.
Dengan dibukanya posko pengaduan, Pertamina berharap masyarakat dapat segera melaporkan setiap keluhan atau temuan terkait BBM agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat.
Pertamina menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan memastikan mutu bahan bakar tetap sesuai standar nasional.
Langkah proaktif perusahaan pelat merah ini diharapkan mampu meredam keresahan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan Pertamina.
Investigasi dan uji ulang Pertalite diharapkan menghasilkan kejelasan terkait penyebab gangguan kendaraan dan menjadi dasar evaluasi bagi perbaikan proses distribusi ke depannya.
Dengan jaringan posko yang tersebar di berbagai daerah serta dukungan kanal pengaduan daring, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk melapor dan mendapatkan tindak lanjut dari Pertamina.
Perusahaan memastikan setiap laporan akan ditangani secara transparan dan profesional agar persoalan ini dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya. (mms)