Infinix Hot 60 Pro Plus: HP Super Tipis dengan Kamera Sony IMX 882 seharga 2Jutaan, Worth It Gak?

INBERITA.COM, Infinix kembali melepas satu terobosan desain di pasar Indonesia lewat Hot 60 Pro Plus, sebuah smartphone yang langsung mencuri perhatian karena ketipisan nyaris ekstrem.

Dengan ketebalan cuma 5,95 mm dan berat sekitar 155 gram, perangkat ini menghadirkan perpaduan antara estetika minimalis dan spesifikasi yang terlihat menjanjikan di kelas menengah—namun bukan tanpa kompromi.

Unsur desain menjadi salah satu kekuatan utama Hot 60 Pro Plus. Finishing bodi yang tidak mudah menarik sidik jari serta warna seperti Coral Tight Pink dengan gradasi yang mencolok memberi nuansa fashion-forward.

Sensasi ringan saat digenggam menjadi nilai tambah, meskipun beberapa pengguna mungkin akan merasa kurang “berisi” atau kurang mantap saat digenggam karena tipis sekali. Penggunaan softcase bisa jadi solusi agar grip menjadi lebih stabil, tapi itu otomatis mengurangi impresi tipis bodinya.

Layar yang diusung Hot 60 Pro Plus cukup impresif untuk kelas harga yang ditawarkan. Teknologi AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi sekitar 1.5K digabungkan dengan refresh rate 144 Hz, membuat animasi, perpindahan antar layar, dan scroll terasa mulus.

Tingkat kecerahan hingga 4.500 nit memastikan visibilitas di luar ruangan atau saat terkena sinar matahari langsung tidak buruk, dan proteksi Corning Gorilla Glass 7i membantu di sisi ketahanan.

Layar lengkung menambah kesan premium, meskipun ada kemungkinan adaptasi untuk pengguna yang terbiasa dengan panel datar—refleksi atau distorsi di bagian tepi bisa jadi muncul tergantung sudut pandang.

Di sektor kamera, Hot 60 Pro Plus melakukan langkah positif dengan menyematkan sensor Sony IMX 882 pada kamera belakang utama 50 MP.

Foto dalam kondisi pencahayaan baik menunjukkan detail yang cukup tajam, warna yang baik, dan dynamic range yang cukup lebar; saat backlight, perangkat ini menangani cahaya kuat dengan cukup baik.

Mode portrait mampu menghasilkan blur latar yang cukup rapi—meskipun terkadang efek blur terasa agak artifisial tergantung objek.

Kamera depan 13 MP cocok untuk selfie atau video call, dan dukungan video sampai 2K 30fps dianggap memadai untuk konten ringan, meski stabilitas video kurang optimal terutama bila kondisi getar atau cahaya tidak ideal.

Untuk performa, Infinix Hot 60 Pro Plus ditenagai chipset Helio G200. Angka benchmark seperti Antutu berkisar di 450 ribuan menunjukkan performa yang cukup untuk penggunaan sehari-hari—chatting, media sosial, streaming video—namun mulai kewalahan saat digunakan untuk gaming berat.

Game seperti PUBG Mobile atau Mobile Legends bisa dijalankan, tapi beberapa frame drop dan suhu tubuh HP bisa meningkat ke sekitar 43°C jika sesi bermain lama. Untuk pengguna yang fokus pada aktivitas ringan dan produktifitas tanpa tuntutan gaming ekstrem, performanya sudah cukup memuaskan.

Sisi daya menjadi bagian yang mendapat perhatian menarik dalam desain tipis ini. Hot 60 Pro Plus memakai baterai sebesar 5.160 mAh, yang meskipun tidak luar biasa besar dibanding pesaing di kelasnya, mampu bertahan sekitar 14 jam pemakaian normal—kombinasi penggunaan aplikasi chatting, media sosial, video ringan.

Kapasitas ini menurun jika digunakan untuk gaming atau penggunaan berat lainnya, apalagi dalam kondisi yang membuat perangkat bekerja maksimal. Untungnya, dukungan pengisian cepat 45W mempercepat pengisian daya dari level rendah ke penuh sehingga downtime tidak terasa lama.

Fitur tambahan seperti in-display fingerprint menjadi standar kenyamanan yang diharapkan dari perangkat kelas menengah akhir. Tidak adanya fitur stereo speaker atau sertifikasi tahan air/hujan bisa jadi kekurangan jika dibandingkan dengan beberapa rivalnya.

Begitu juga stabilisasi video yang tidak sebaik model flagship, sehingga pengguna yang sering membuat konten video outdoor atau dalam kondisi bergerak cepat mungkin akan melihat ada batasnya.

Harga menjadi faktor keputusan penting. Dengan banderol mulai dari Rp 2.599.000 hingga Rp 2.799.000, Hot 60 Pro Plus menawarkan fitur yang menarik: estetika tipis, layar cepat dan jernih, kamera belakang utama 50 MP dengan sensor Sony yang cukup mumpuni—semua dijual pada rentang harga yang tidak membuat dompet pepeleh.

Bagi pengguna yang tidak mengejar gaming berat atau fitur high-end seperti IP rating tinggi atau kamera super stabil, perangkat ini memberi nilai yang kuat.

Kesimpulannya, Hot 60 Pro Plus adalah pilihan solid jika prioritas utama adalah desain ringan dan stylish, tampilan visual halus, spesifikasi kamera belakang yang kompetitif, dan fitur pengisian daya cepat.

Jika kebutuhan lebih mengarah ke gaming performa ultra, perekaman video stabil dalam kondisi ekstrem, atau penggunaan berat lain, mungkin ada alternatif lain yang lebih cocok di pasar.

Tapi untuk pengguna yang memerlukan keseimbangan antara gaya, mobilitas, dan fungsi produktifitas—Hot 60 Pro Plus layak diperhitungkan sebagai salah satu opsi menarik di kelasnya kali ini. (xpr)