INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto, menanggapi hasil survei internasional yang menyebut rakyat Indonesia sebagai salah satu masyarakat paling bahagia dan optimistis di dunia.
Temuan itu diungkap oleh lembaga riset global Gallup bekerja sama dengan Harvard University, yang memantau tingkat kebahagiaan, optimisme, dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara.
Dalam pidatonya pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo mengaku terharu sekaligus prihatin dengan hasil survei tersebut.
Menurutnya, meskipun rakyat Indonesia dikenal memiliki semangat dan optimisme tinggi, kenyataan kehidupan sebagian warga masih penuh keterbatasan.
“Beberapa hari lalu, Gallup dan Harvard University menemukan bahwa rakyat Indonesia adalah salah satu yang paling bahagia dan optimistis di dunia. Ini mengharukan sekaligus menyedihkan, karena saya tahu banyak dari mereka masih hidup dalam keterbatasan. Namun, mereka tetap tersenyum dan berharap,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia yang hadir di forum tersebut.
Prabowo menekankan bahwa sikap positif dan harapan rakyat Indonesia menjadi pendorong utama pemerintah untuk terus bekerja dengan integritas tinggi dan tanggung jawab penuh.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam membangun negara tidak bisa lepas dari dukungan masyarakat yang tetap optimistis meski menghadapi berbagai tantangan.
“Rakyat saya menuntut hal ini, dan kami bertekad melayani mereka dengan jujur. Saya bertekad menegakkan sumpah jabatan saya, membela konstitusi, dan menegakkan hukum,” lanjut Prabowo.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi serta melindungi hak-hak rakyat Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung alasan mengapa berbagai capaian pemerintah Indonesia kerap kurang terdengar di kancah internasional.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah dan jajaran terkait tidak gemar memamerkan keberhasilan, sehingga banyak prestasi yang dilakukan tidak menjadi sorotan publik secara luas.
“Anda mungkin jarang mendengar kisah kami karena kami tidak suka pamer,” kata Prabowo, menekankan sikap rendah hati pemerintah dalam menyampaikan progres pembangunan.
Meski demikian, Prabowo menyoroti capaian signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Ia menyebut, tingkat kemiskinan ekstrem saat ini telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah negara.
Hal ini menunjukkan bahwa program-program sosial dan ekonomi pemerintah mulai membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Presiden menyampaikan target ambisius pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Upaya tersebut tidak hanya fokus pada pengurangan kemiskinan ekstrem, tetapi juga menurunkan angka kemiskinan secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
Prabowo juga mengingatkan bahwa kebahagiaan rakyat Indonesia yang tercermin dalam survei Gallup dan Harvard University tidak datang begitu saja.
Ia menekankan pentingnya kerja keras, kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, serta pelaksanaan kebijakan yang adil dan transparan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
“Semangat dan harapan rakyat adalah sumber kekuatan kami. Itu mendorong kami untuk bekerja lebih keras, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab,” kata Prabowo.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini.
Survei internasional tersebut menempatkan Indonesia di antara negara-negara dengan tingkat kebahagiaan dan optimisme tertinggi di dunia.
Hasil ini menjadi bukti bahwa meski menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, masyarakat Indonesia mampu mempertahankan sikap positif dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan ini juga menjadi refleksi atas program-program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, hingga penyediaan layanan kesehatan yang lebih merata.
Meskipun banyak capaian tidak terlihat secara publik, hasil survei menegaskan bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
Pidato Prabowo di WEF 2026 ini menjadi salah satu momen penting dalam menyampaikan pesan Indonesia kepada dunia.
Tidak hanya menunjukkan optimisme rakyat Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi di tengah tantangan ekonomi, Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara lain tentang bagaimana semangat, harapan, dan ketahanan masyarakat bisa menjadi modal penting untuk pembangunan nasional.
Prabowo menutup pidatonya dengan keyakinan bahwa pemerintah akan terus bekerja untuk memastikan setiap warga negara merasakan manfaat dari kebijakan yang dijalankan, dan bahwa Indonesia akan semakin maju tanpa meninggalkan rakyatnya yang masih membutuhkan perhatian.