Ikan Hiu Tutul Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bunton Adipala, Warga Ramai Datangi Lokasi

INBERITA.COM, CILACAP – Warga Pantai Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, dikejutkan dengan penemuan seekor ikan hiu tutul berukuran besar yang terdampar dalam kondisi mati pada Kamis (13/11/2025) pagi. Penemuan ikan berukuran raksasa itu sontak menarik perhatian warga dan viral di media sosial.

Menurut keterangan relawan SAR Arnafat, Slamet Susanto, bangkai hiu tutul tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 06.00 WIB.

“Informasi yang diterima, saat ditemukan ikan hiu tutul sudah dalam kondisi mati,” ujar Slamet di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, rencana evakuasi bangkai ikan hiu sedang menunggu koordinasi dengan pihak terkait sebelum dilakukan penguburan di sekitar lokasi.

“Saat ini sedang menunggu koordinasi dengan pihak terkait, rencana mau dikubur,” ungkapnya.

Ikan hiu tutul yang ditemukan tersebut memiliki ukuran yang mencengangkan. Panjangnya diperkirakan lebih dari lima meter, dengan warna abu-abu kehitaman di bagian punggung dan pola titik-titik putih berbentuk bulat yang khas.

Ciri-ciri ini menandakan bahwa hewan laut tersebut merupakan hiu tutul (Rhincodon typus), salah satu spesies hiu terbesar di dunia yang dikenal ramah dan sering disebut “raksasa laut jinak”.

Kabar mengenai penemuan bangkai hiu tutul di Pantai Bunton itu cepat menyebar melalui media sosial. Warga yang mengetahui informasi tersebut berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat langsung ikan berukuran raksasa yang terdampar di bibir pantai itu.

Wahyu, salah seorang warga Desa Adipala, mengaku mengetahui peristiwa ini dari unggahan di Facebook.

“Tahu dari FB terus ingin tahu jadi lihat ke lokasi,” katanya sambil menunjukkan rasa penasaran terhadap fenomena tersebut.

Fenomena terdamparnya hiu tutul di wilayah pesisir Cilacap ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Slamet Susanto menuturkan, sekitar enam bulan sebelumnya, seekor hiu tutul juga pernah ditemukan terdampar di kawasan yang tak jauh dari lokasi kejadian kali ini.

“Sekitar enam bulan lalu ikan hiu tutul juga sempat ditemukan terdampar di sekitar sini,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis pada pukul 10.30 WIB, bangkai hiu tutul masih berada di tepi pantai. Petugas bersama relawan SAR masih bersiaga di lokasi sambil menunggu proses evakuasi dan penguburan.

Sementara itu, jumlah warga yang datang terus bertambah, sebagian besar datang untuk mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel mereka.

Kondisi ini membuat Pantai Bunton menjadi ramai sejak pagi. Beberapa warga bahkan datang dari luar Kecamatan Adipala hanya untuk menyaksikan langsung hewan laut raksasa yang biasanya hidup di perairan dalam tersebut.

Munculnya hiu tutul di perairan selatan Jawa bukan hal yang asing. Spesies ini kerap terlihat di sekitar Samudra Hindia, terutama di wilayah perairan hangat.

Namun, penyebab pasti terdamparnya hiu tutul di Pantai Bunton belum diketahui. Beberapa dugaan menyebutkan, faktor arus laut, kondisi kesehatan ikan, atau perubahan suhu air laut bisa menjadi penyebab hewan laut besar itu kehilangan arah hingga akhirnya terdampar.

Meski begitu, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian hiu tutul tersebut.

Relawan dan petugas setempat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau mengambil bagian tubuh hewan yang dilindungi itu.

Penemuan hiu tutul mati terdampar di Pantai Bunton ini menambah daftar panjang fenomena serupa yang kerap terjadi di pesisir selatan Jawa.

Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa serupa pernah tercatat di sejumlah pantai di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Pacitan.

Hiu tutul sendiri termasuk satwa laut yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013.

Meskipun berukuran besar, ikan ini dikenal tidak berbahaya bagi manusia dan justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Warga berharap, peristiwa ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kondisi perairan selatan Jawa.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian biota laut, termasuk hiu tutul, juga perlu terus digencarkan.

Fenomena langka ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan ekosistem laut dapat berdampak langsung pada kehidupan satwa-satwa besar yang menjadi indikator kesehatan laut.

Saat ini, relawan SAR bersama warga masih memantau kondisi bangkai hiu sebelum dilakukan penguburan di sekitar lokasi agar tidak mencemari lingkungan pantai.

Penemuan ikan hiu tutul mati terdampar di Pantai Bunton Adipala, Cilacap, Kamis (13/11/2025), menjadi sorotan publik.

Selain karena ukurannya yang luar biasa besar, peristiwa ini juga memunculkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dan habitat makhluk hidup di dalamnya. (mms)