Heboh Buku “Islam Ala Prabowo” – TGB dan Gus Kautsar Bantah Jadi Kontributor, Tak Pernah Kirim Tulisan

INBERITA.COM, Penerbitan buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam menuai kontroversi besar setelah dua tokoh penting memberikan bantahan tegas.

Nama KH Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar dan TGB Muhammad Zainul Majdi mendadak terseret sebagai kontributor tanpa sepengetahuan mereka.

Foto daftar isi buku tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan langsung memicu tanda tanya publik.

Nama TGB tercantum pada tulisan berjudul Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan pada halaman 241.

Nama Muhammad Abdurrahman Kautsar juga tertera sebagai penulis Dukungan Pesantren untuk Presiden Prabowo Subianto pada halaman 318. Tapi TGB secara langsung membantah pernah mengirim tulisan untuk buku tersebut.

Dalam tanggapan di media sosial ketika ditanya mengenai keterlibatannya, TGB menjawab singkat, “Saya tidak pernah kirim tulisan,” Minggu (6/9/2026).

Bantahan keras juga datang langsung dari pihak keluarga Gus Kautsar atas pencantuman nama tersebut.

Istri Gus Kautsar, Ning Jazilah Annahdliyah, mempertanyakan pencantuman nama suaminya di dalam lembar daftar isi. Ia menyatakan Gus Kautsar tidak pernah menulis bagian tersebut maupun memberikan izin pencantuman namanya.

Persoalan utama saat ini bukan lagi mengenai keberadaan nama kedua tokoh tersebut di dalam fisik buku. Nama Gus Kautsar dan TGB memang terbukti tercantum nyata dalam susunan daftar isi.

Masalah krusial yang dipersoalkan adalah apakah keduanya benar-benar memberikan tulisan dan menyetujui pencantuman nama sebagai kontributor.

Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam sendiri diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Peluncuran tersebut berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2025 dan baru belakangan ini mendadak viral di ruang publik.

Buku kontroversial ini diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

Acara peluncuran perdana tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional penting. Hadir pula Ketua BAZNAS RI Noor Achmad, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan KH Asep Saifuddin Chalim.

Menurut laporan Media Indonesia, buku tersebut ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas. Karya tulis ini diterbitkan secara resmi oleh Atmosphere Publishing House.

Isi buku membahas secara mendalam dimensi keislaman Presiden Prabowo Subianto. Pembahasan mencakup kehidupan pribadi, perjalanan karier militer, hingga kepemimpinannya sebagai kepala negara.

Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak penerbit terkait pencantuman nama kontributor yang tidak sesuai prosedur. Polemik ini terus bergulir di media sosial dan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan.