INBERITA.COM, Pemerintah bergerak cepat merespons dampak letusan Gunung Anak Krakatau dengan menghentikan sementara operasional delapan bandara di wilayah barat Indonesia.
Abu vulkanik membahayakan keselamatan penerbangan sehingga otoritas mengambil langkah tegas demi melindungi seluruh penumpang pesawat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa fasilitas transportasi darat gratis telah disiapkan bagi calon penumpang terdampak.
Kebijakan ini khusus diberikan kepada para pelancong yang mengalami pemindahan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju berbagai lokasi alternatif.
Sejumlah bandara alternatif telah disiagakan untuk menampung pengalihan rute, seperti Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara Yogyakarta International Airport, serta bandara di Semarang dan Solo.
Pemerintah mengarahkan seluruh maskapai penerbangan untuk mengalihkan pendaratan ke fasilitas darurat tersebut hingga kondisi udara kembali steril.
“Bagi penumpang yang maskapainya memindahkan penerbangan ke bandara alternatif tersebut, disediakan transportasi alternatif melalui darat berupa bus dan kereta api,” kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).
Layanan lanjutan darat ini dipastikan bebas biaya tanpa pungutan apapun kepada masyarakat.
InJourney Airports bekerja sama erat dengan pengelola bandara serta pihak maskapai untuk menjamin kelancaran mobilitas warga. Kolaborasi ini memastikan ketersediaan armada bus dan kereta api mencukupi lonjakan penumpang dari area terminal.
“Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines,” tutur Menhub.
Pihak maskapai juga diwajibkan aktif menyampaikan informasi teknis keberangkatan kepada konsumen mereka.
“Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif,” kata Menhub menjelaskan prosedur operasional darurat ini. Informasi tersebut krusial agar pelancong tidak kebingungan di area terminal keberangkatan.
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengonfirmasi penyediaan armada bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga Surabaya dari Bandara Soetta. Calon penumpang hanya perlu mendatangi posko khusus untuk mendapatkan tiket perjalanan darat tersebut.
“Staf bandara akan menyampaikan informasi itu secara langsung kepada penumpang terdampak yang ada di terminal, termasuk tata cara pendaftaran,” kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Posko pendaftaran ini dibuka di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 secara serentak.
Gelombang pertama pemberangkatan mengerahkan delapan armada bus dengan alokasi dua unit kendaraan untuk masing-masing kota tujuan. Jadwal keberangkatan perdana dimulai pada Minggu, 6 September 2026, pukul 21.00 WIB.
Jumlah armada tersebut bersifat dinamis dan akan terus ditambah menyesuaikan lonjakan volume penumpang di lapangan. Kebijakan ini merupakan bagian dari prosedur Service Recovery Activation demi memulihkan kenyamanan pelancong.
“Penyediaan bus ini sebagai bagian dari prosedur penanganan penumpang terdampak atau Service Recovery Activation (SRA) menyusul penghentian aktifitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta demi keselamatan karena indikasi sebaran abu vulkanik,” ujarnya.
Langkah tanggap darurat ini juga mencakup pembagian makanan serta minuman ringan gratis di ruang tunggu terminal.
Fasilitas penunjang kenyamanan tersebut akan terus berjalan tanpa batas waktu pasti.
“Prosedur penanganan penumpang ini terus berjalan hingga bandara dinyatakan dibuka kembali,” tuturnya menutup penjelasan.
Kementerian Perhubungan mencatat penutupan total delapan fasilitas penerbangan berlaku sampai pukul 24.00 WIB hari Minggu.
Daftar bandara yang lumpuh meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.
Wilayah lain yang turut menghentikan aktivitas penerbangan mencakup Bandara Radin Inten II di Lampung dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe juga masuk dalam daftar penutupan sementara.
Dua bandara terakhir yang harus menghentikan operasional penerbangan adalah Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumatera Selatan.
Seluruh penutupan ini murni didasarkan pada pertimbangan keselamatan navigasi udara dari ancaman abu vulkanik.







