Harga Nasi Padang di Banyuasin Naik Jadi Rp15 Ribu, Biaya Bahan Pokok dan Plastik Jadi Pemicu

INBERITA.COM, Harga nasi padang di Kabupaten Banyuasin resmi naik menjadi Rp15 ribu per porsi, naik dari sebelumnya Rp12 ribu.

Kenaikan harga ini mulai diberlakukan pada Senin (6/4/2026) oleh Komunitas Rumah Makan Masakan Padang Bersatu, sebagai respons terhadap melonjaknya harga bahan pokok dan biaya operasional yang semakin tinggi.

Pengusaha rumah makan padang di Banyuasin menyebut, tekanan harga kebutuhan pokok, seperti ayam, daging, ikan, sayuran, hingga beras, menjadi faktor utama kenaikan harga jual nasi padang.

Uda Sukarno, salah satu pemilik rumah makan, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku saat ini sangat signifikan.

“Seperti harga ayam sudah kisaran Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per kilo. Termasuk daging yang saat ini sudah Rp135 ribu. Ikan saja sudah naik Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kilo. Bahkan sayur sekarang bisa mencapai Rp10 ribu. Jadi kenaikan yang dilakukan ini tidak hanya terjadi pada bahan makanan, tetapi juga pada kebutuhan pendukung seperti plastik dan kertas pembungkus yang naik hingga 10 sampai 20 persen,” ungkap Uda Sukarno, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, kenaikan harga beras juga menjadi pertimbangan komunitas rumah makan Padang Banyuasin dalam menaikkan harga per porsi.

Saat ini, harga beras dilaporkan naik sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per karung.

“Memang sebelum kami sepakat menaikkan harga, banyak pertimbangan. Tetapi, kalau tidak dinaikkan, kami yang mengalami kerugian,” tambah Uda Sukarno.

Para pemilik rumah makan berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini, karena keputusan kenaikan harga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi.

Mereka juga menekankan pentingnya langkah pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok agar kenaikan harga serupa tidak terus berlanjut dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kenaikan harga nasi padang ini merupakan gambaran nyata dampak inflasi terhadap sektor kuliner lokal, terutama bagi usaha rumah makan yang sangat bergantung pada harga bahan pokok stabil.

Dengan keputusan ini, Komunitas Rumah Makan Masakan Padang Bersatu berupaya menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kemampuan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga di pasaran.