Gunung Semeru Ditutup Total, 170 Pendaki Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Imbas Kebakaran di Blok Ranu Kembang

INBERITA.COM, Dua regu petugas dikerahkan untuk mengevakuasi 170 pendaki yang terperangkap di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru. Jalur pendakian resmi ditutup menyusul kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang yang sulit dijangkau.

“Tim gabungan turun ke Ranu Kumbolo untuk mengevakuasi semua pendaki karena jalur pendakian ditutup akibat kebakaran,” ujar Isnugroho, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Kamis sore.

Ia menekankan evakuasi dilakukan untuk mencegah api merembet ke area yang lebih luas.

Kebakaran terjadi di Blok Ranu Kembang dengan medan curam dan terjal. Pemadaman sulit dilakukan karena akses darat tidak memungkinkan.

“Water booming atau jalur udara menjadi opsi utama,” tambahnya.

Para pendaki dievakuasi menuju Pos Ranupani di Lumajang. Keputusan ini diambil karena dikhawatirkan api akan meluas ke Ranu Kumbolo.

“Keselamatan pengunjung dan petugas adalah prioritas utama,” katanya.

Jalur pendakian Gunung Semeru dibuka kembali pada 24 April 2026. Namun, sejak Rabu (26/8), jalur tersebut ditutup total. Penutupan didasarkan pada Surat Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 dari Balai Besar TNBTS.

Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala BB TNBTS, menjelaskan penutupan dilakukan untuk mendukung pemadaman kebakaran.

“Ini langkah untuk melindungi pengunjung dan petugas sekaligus mengendalikan kebakaran,” ujarnya.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Larangan meliputi menyalakan api unggun, membakar sampah, hingga menyalakan petasan.

“Kondisi saat ini sangat rentan terhadap kebakaran,” tegasnya.

Kebakaran juga melanda Bukit Sentong, Desa Ranupani, pada Selasa (25/8). Tim gabungan berhasil mengendalikannya tanpa ada bara api yang tersisa.

“Tidak ada potensi kebakaran kembali di kawasan tersebut,” kata Isnugroho.

Penutupan jalur pendakian berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. BB TNBTS meminta pendaki menunggu pengumuman resmi sebelum memulai perjalanan.

“Keselamatan harus diutamakan, bukan sekadar aktivitas wisata,” imbuh Rudijanta.

Medan yang sulit membuat pemadaman menjadi tantangan. Tim gabungan terus menyisir titik api yang bisa dijangkau.

“Kami berupaya maksimal untuk memadamkan api dan menyelamatkan para pendaki,” tuturnya.

Kebakaran di Blok Ranu Kembang menjadi peringatan keras bagi pengunjung. Aktivitas manusia sering menjadi pemicu utama.

“Menjaga kelestarian kawasan konservasi adalah tanggung jawab bersama,” kata Rudijanta.

Pendaki diimbau untuk tidak memaksakan diri memasuki kawasan. Penutupan jalur pendakian bukan tanpa alasan.

“Ini bentuk perlindungan terhadap keselamatan dan ekosistem,” tegasnya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat memulihkan kawasan dari ancaman kebakaran. Sementara itu, evakuasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban jiwa.

“Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Isnugroho.