INBERITA.COM, Banjarnegara kini memiliki destinasi wisata alam yang menarik, yaitu Gunung Lawe, dengan batuan raksasa yang memesona.
Penampakan gunung ini disebut-sebut mirip dengan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta.
Meski pesonanya menawan, Gunung Lawe masih jarang dikunjungi pendaki, sehingga menawarkan pengalaman alam yang lebih tenang dan alami.
Gunung Lawe terletak di Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawasan ini juga terhubung dengan Gunung Pawinihan yang berbatasan dengan Kecamatan Karangkobar.
Gunung Pawinihan sendiri merupakan kerucut gunung api purba yang pernah menjadi saksi erupsi eksentrik dari kompleks Rogo Jembangan, sebagaimana dicatat Van Bemmelen pada 1949.
Kombinasi geologi ini menjadikan Banjarnegara memiliki lanskap batuan purba yang unik dan menarik untuk dieksplorasi.
Bagi wisatawan yang melintas di Jalan Raya Banjarnegara-Karangkobar, pemandangan batuan raksasa Gunung Lawe sudah terlihat dari kejauhan.
Dari jarak ini, keindahan dan bentuk gunung sekilas menyerupai Gunung Api Purba di Jogja, lengkap dengan kontur menyerupai punuk unta yang memiliki dua puncak.
Formasi batuannya yang besar menambah daya tarik visual bagi siapa saja yang melintas atau mencari spot foto alam yang dramatis.
Pendakian ke Gunung Lawe kini semakin mudah diakses. Pintu masuk utama berada di Desa Kendaga, Banjarmangu, Banjarnegara.
Jalur pendakian tergolong ringan, sehingga cocok untuk pendaki pemula. Perjalanan ke puncak membutuhkan waktu sekitar satu jam, melewati hutan pinus yang rindang sebelum tiba di tanah lapang.
Area lapang ini menjadi titik persinggahan terakhir sebelum melanjutkan pendakian ke puncak, yang memiliki tanjakan cukup terjal namun tetap aman bagi pendaki yang berpengalaman.
Menariknya, wisatawan yang ingin mendaki Gunung Lawe saat ini tidak dikenakan biaya tiket masuk.
Pengunjung hanya perlu membayar biaya penitipan kendaraan kepada warga sekitar, sehingga pengalaman menikmati alam menjadi lebih terjangkau.
Zain Labib, seorang warga lokal berusia 21 tahun yang kerap mendaki Gunung Lawe, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jalur pendakian.
Meski demikian, jalur utama yang paling mudah diakses berada tepat di pinggir Jalan Raya Banjarnegara-Karangkobar.
“Ada jalur lain lewat dalam Desa Kendaga. Itu jalur yang biasa warga lokal lewati. Untuk wisatawan cukup sulit aksesnya,” ungkap Zain.
Selain menjadi lokasi pendakian, Gunung Lawe juga menjadi favorit bagi para pecinta camping. Menurut Zain, area perkemahan di gunung ini cukup luas dan menawarkan pemandangan spektakuler.
Dari tempat camp, pengunjung dapat melihat panorama wilayah Banjarnegara secara luas, termasuk Waduk Mrica yang terhampar di kejauhan.
Hal ini menjadikan Gunung Lawe tidak hanya menarik bagi pendaki, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sambil berkemah.
“Camping ground-nya cukup luas. Dari tempat camp bisa langsung terlihat pemandangan wilayah Banjarnegara. Bahkan Waduk Mrica juga terlihat,” tambah Zain.
Meskipun aksesnya tergolong mudah, pendaki tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat hujan.
Jalur menuju puncak Gunung Lawe menjadi licin, sementara sisi jalannya berbatasan dengan jurang curam.
Kondisi ini meningkatkan risiko bagi pendaki yang tidak berhati-hati. Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu di area camp atau menunda pendakian hingga kondisi cuaca membaik.
Gunung Lawe Banjarnegara dengan formasi batuan raksasanya menawarkan pengalaman alam yang memukau dan relatif sepi.
Kombinasi panorama batuan purba, jalur pendakian yang mudah, dan area camping yang luas menjadikan gunung ini destinasi potensial bagi wisatawan lokal maupun pendaki pemula.
Keindahan alam yang mirip dengan Gunung Api Purba Nglanggeran menambah nilai unik Gunung Lawe, menjadikannya alternatif wisata alam yang patut dikunjungi di Jawa Tengah.
Dengan semakin berkembangnya informasi wisata digital, Gunung Lawe memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan.
Keunikan batuannya, aksesibilitas yang ramah bagi pendaki pemula, dan pengalaman camping dengan panorama alam Banjarnegara bisa menjadi daya tarik utama.
Terlebih, wisatawan bisa menikmati semua itu tanpa biaya tiket masuk yang membebani, cukup dengan biaya penitipan kendaraan kepada warga sekitar.
Bagi para pencinta alam, fotografer landscape, hingga keluarga yang ingin menikmati suasana alam yang menenangkan, Gunung Lawe Banjarnegara menghadirkan kombinasi pengalaman mendaki, camping, dan menikmati panorama alam yang jarang ditemui di lokasi lain.
Dengan potensi wisata yang terus dikembangkan, Gunung Lawe diprediksi akan menjadi salah satu ikon wisata alam baru di Banjarnegara yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kota.







