INBERITA.COM, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno melakukan kunjungan kerja ke Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026).
Mereka terbang dari Lanud Halim Perdana Kusuma dengan didampingi sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang mengenakan jaket almamater kuning.
Foto dokumentasi menunjukkan Gibran mengenakan kemeja berwarna biru navy saat memasuki pesawat. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan trauma healing bagi masyarakat Sikka yang terdampak gempa besar beberapa waktu lalu.
Sebelum lepas landas, Gibran sempat berbincang hangat dengan mahasiswa UI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Pemerintah melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan logistik senilai total 253 ton ke wilayah NTT sejak hari pertama hingga kelima pascagempa.
Pada 19 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB, lima pesawat kembali diberangkatkan membawa 65 ton logistik tambahan. Bantuan ini mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga terdampak.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mendistribusikan bantuan tersebut.
Posko pertama berada di Labuan Bajo yang akan melayani distribusi ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara posko kedua di Maumere akan menangani wilayah Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Total logistik yang berhasil diangkut sejak hari pertama hingga kelima mencapai 253 ton. Teddy menekankan bahwa bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa. Distribusi dilakukan secara terstruktur untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata di seluruh wilayah terdampak.
Kedatangan Gibran dan rombongan ke Sikka menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap korban bencana.
Kegiatan trauma healing yang dilakukan diharapkan dapat membantu masyarakat pulih dari dampak psikologis pascagempa. Mahasiswa UI yang terlibat juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan daerah terdampak.
Pemerintah terus berupaya memastikan bantuan logistik sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Dua posko distribusi yang disiapkan di Labuan Bajo dan Maumere menjadi kunci kelancaran penyaluran bantuan. Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk memantau dan memastikan distribusi berjalan efektif di seluruh wilayah NTT.
Bencana gempa yang melanda NTT telah meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Upaya pemulihan tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui kegiatan psikososial seperti trauma healing.
Kunjungan Gibran dan rombongan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh.
Presiden Prabowo Subianto melalui instruksi langsung memastikan bahwa bantuan logistik dikirimkan dalam jumlah besar dan tepat waktu. Setiap tahap distribusi diawasi untuk menghindari hambatan dan memastikan bantuan sampai ke daerah terpencil.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani krisis kemanusiaan pascagempa.
Mahasiswa UI yang terlibat dalam kunjungan ini juga membawa semangat kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat NTT.
Mereka tidak hanya menjadi saksi atas dampak bencana, tetapi juga ikut serta dalam upaya pemulihan. Keterlibatan generasi muda ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan trauma healing yang dilakukan di Sikka menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascagempa.
Pemerintah berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, menjadi modal penting dalam proses pemulihan ini.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dua posko distribusi yang telah disiapkan berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan penyaluran logistik. Sistem ini memudahkan pemerintah untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas distribusi bantuan.
Bencana gempa di NTT telah menyita perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah pusat. Upaya pemulihan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kunjungan Gibran dan rombongan ke Sikka menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.
Melalui berbagai langkah yang telah dilakukan, pemerintah berharap masyarakat NTT dapat segera pulih dari dampak bencana.
Bantuan logistik yang terus mengalir dan kegiatan trauma healing menjadi bagian penting dari proses pemulihan ini. Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat proses pemulihan.







