Geng Motor Serbu Markas Samapta Polrestabes Makassar Saat Buka Puasa, Polisi Dihadiahi Ancaman

INBERITA.COM, Markas Samapta Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran serangan sejumlah geng motor saat warga Muslim tengah menjalankan ibadah buka puasa, Minggu (15/3).

Kasus ini diduga dipicu oleh konvoi pemotor yang menggeber kendaraannya serta menyalakan petasan, meski sebelumnya telah diimbau untuk tidak mengganggu warga yang tengah menunaikan ibadah.

“Iya benar, kejadiannya pada saat anggota tengah berbuka puasa di kantor,” ungkap Kasat Samapta Polrestabes Makassar, AKBP Justin, kepada Media.

Kejadian bermula sekitar pukul 18.35 WITA, ketika ratusan anggota geng sepeda motor melintas di Jalan Botolempangan, Makassar.

Konvoi itu membuat suasana menjadi ricuh karena kebut-kebutan motor disertai suara petasan, mengganggu ketenangan warga sekitar yang sedang menunaikan salat Magrib.

Melihat kondisi tersebut, anggota kepolisian dari Turjawali yang berada di lokasi segera mencegat rombongan geng motor untuk menegakkan ketertiban.

“Mereka melintas di samping kantor, anggota Turjawali mencegat rombongan konvoi dengan maksud menindak dan mengingatkan untuk tidak membunyikan petasan dan menggeber-geber motor mengingat sementara warga melaksanakan salat Magrib di masjid namun terjadi perlawanan,” jelas Justin.

Namun, upaya anggota kepolisian untuk menghentikan dan memberi peringatan tidak berjalan mulus. Para anggota geng motor menolak imbauan tersebut dan justru mengancam petugas.

“Mereka mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa dan ada yang mengajak anggota untuk berduel serta akan mengancam melaporkan anggota,” imbuh Justin.

Meski mendapat ancaman, seluruh anggota Samapta Polrestabes Makassar tetap mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tidak meluas menjadi konflik fisik.

Polisi memilih menenangkan situasi dan mencegah kemungkinan eskalasi yang lebih besar.

“Mereka mengancam akan kembali lagi dengan mengerahkan massa yang lebih banyak,” kata Justin.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama bulan Ramadan, khususnya pada saat berbuka puasa dan waktu salat.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengawasi aktivitas konvoi motor di Makassar dan menindak setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketenangan warga.

Kejadian ini menyoroti fenomena geng motor yang kerap melakukan aksi konvoi di ruang publik, mengganggu ketertiban, dan menciptakan potensi konflik dengan aparat kepolisian maupun masyarakat.

Pendekatan persuasif menjadi kunci polisi untuk mencegah bentrok fisik, sambil tetap menegakkan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi.

Dengan semakin maraknya aksi konvoi motor di berbagai kota besar, pihak kepolisian menekankan pentingnya koordinasi bersama masyarakat untuk memastikan kegiatan seperti ini tidak meresahkan warga dan tetap dalam batas hukum yang berlaku.