Geger di Kuningan! Puluhan Domba Milik Warga Mati dengan Luka Gigitan Misterius di Leher

INBERITA.COM, Puluhan domba milik warga di Desa Bungurberes dan Desa Cilebak, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ditemukan mati mengenaskan dengan luka gigitan di bagian leher.

Peristiwa tersebut terjadi dalam dua kejadian yang berbeda dalam beberapa hari terakhir dan memicu kepanikan di kalangan masyarakat setempat.

Serangan terbaru terjadi pada Senin (13/1) malam, menambah kekhawatiran warga. Domba-domba yang menjadi korban diduga diserang oleh anjing liar atau ajag, hewan buas yang kerap berkeliaran di sekitar permukiman.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, drh Rofiq, membenarkan adanya laporan terkait serangan ini.

Informasi tersebut diterima dari UPTD wilayah Subang, yang mencakup Kecamatan Selajambe, Subang, dan Cilebak, serta laporan dari pihak kepolisian.

“Berdasarkan informasi dan laporan teman-teman UPTD serta Kapolsek, telah terjadi serangan yang diduga dilakukan anjing liar terhadap ternak domba sebanyak dua kali,” ungkap Rofiq, seperti dikutip pada Rabu (14/1).

Serangan pertama terjadi pada Jumat (9/1) malam di Desa Cilebak, yang mengakibatkan enam ekor domba milik warga bernama Taryo mati akibat gigitan hewan buas tersebut.

Serangan kedua terjadi pada Senin (13/1) malam di Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak. Kali ini, sebanyak 16 ekor domba diserang. Delapan ekor domba ditemukan mati, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka.

“Di Bungurberes ada 16 ekor domba yang digigit hewan yang kami curigai anjing liar. Delapan ekor mati dan delapan lainnya masih hidup,” lanjut Rofiq.

Pola Serangan dan Dugaan Jenis Hewan Buas

Menurut laporan petugas yang ada di lapangan, mayoritas domba yang menjadi korban serangan mengalami luka gigitan di bagian leher. Pola luka ini menguatkan dugaan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh hewan pemangsa, seperti anjing liar atau ajag.

“Pola luka di leher domba mengarah pada dugaan bahwa ini serangan dari hewan pemangsa,” jelas Rofiq.

Untuk memastikan jenis hewan yang terlibat dalam serangan tersebut, Diskanak Kabupaten Kuningan berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

“Besok rencananya kami akan turun ke lokasi untuk memastikan apakah ini serangan anjing liar, ajag, atau hewan buas lainnya,” tambahnya.

Menghadapi kejadian yang memprihatinkan ini, pihak Diskanak juga memberikan imbauan kepada warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

Warga di sekitar Desa Bungurberes dan Cilebak diminta untuk mengamankan ternak mereka guna mencegah terjadinya serangan susulan oleh hewan buas.

Sejumlah langkah pengamanan seperti membangun pagar yang lebih kuat, menjaga ternak di dalam kandang yang aman, dan melakukan patroli bersama bisa membantu mengurangi risiko serangan berikutnya. Pemerintah setempat juga akan terus memantau situasi untuk mencegah dampak yang lebih luas akibat serangan serupa.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, memastikan akan memberikan perhatian lebih dalam penanganan masalah ini.

Selain peninjauan langsung, mereka juga berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk menemukan solusi yang tepat.

Seiring dengan itu, pengamanan terhadap hewan ternak yang berpotensi menjadi sasaran serangan hewan liar menjadi prioritas utama untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi para peternak. Kewaspadaan dan kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan dalam situasi ini.

Serangan terhadap puluhan domba di Desa Bungurberes dan Cilebak, Kabupaten Kuningan, oleh hewan buas seperti anjing liar atau ajag menjadi peringatan bagi warga setempat untuk lebih berhati-hati dan mengamankan ternak mereka.

Penyelidikan lebih lanjut mengenai jenis hewan yang menyerang masih terus dilakukan, namun kewaspadaan dari masyarakat dan koordinasi dengan pihak berwenang akan menjadi langkah utama untuk menghindari serangan susulan yang dapat merugikan lebih banyak peternak.