Fuji An Kembali Jadi Korban Penggelapan Uang, Haji Faisal Terapkan Pengawasan Ketat

Fuji kembali jadi korban penggelapan uangFuji kembali jadi korban penggelapan uang

INBERITA.COM, Selebgram Fuji An kembali menjadi korban penggelapan uang yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Setelah beberapa kali mengalami kasus serupa, kini ia harus kembali berurusan dengan hukum karena diduga menjadi target penggelapan yang melibatkan salah satu anggota tim manajemennya.

Kali ini, penggelapan uang yang menimpa Fuji diduga dilakukan oleh seorang admin yang baru bekerja selama tiga bulan.

Kasus ini menambah daftar panjang penggelapan yang pernah dialami Fuji, setelah sebelumnya ia juga menjadi korban kejahatan serupa oleh mantan manajernya yang membawa kabur uang senilai Rp 1,3 miliar.

Kejadian terbaru ini membuat Fuji dan keluarganya kembali terpukul, namun mereka tetap bertekad untuk mengejar keadilan.

Menyikapi kejadian ini, Haji Faisal, ayah Fuji, kini semakin protektif dan menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap siapa pun yang berada di sekitar anaknya.

Fuji An sendiri mengungkapkan bahwa ayahnya semakin waspada dan detail dalam memantau lingkungannya, mulai dari siapa saja yang bekerja sama dengannya hingga teman-temannya.

“Sama Papa sekarang lebih wanti-wanti lagi. Setiap ada yang kerja sama aku, siapa teman aku bermain, akan ditanya-tanyain, diajak ngobrol, minta nomor WhatsApp-nya. Lebih detail lah sekarang,” ujar Fuji saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (31/10/2025), setelah memberikan keterangan tambahan terkait laporan penggelapan tersebut.

Langkah protektif yang diambil oleh Haji Faisal ini merupakan respons terhadap dua kasus penggelapan besar yang dialami Fuji sebelumnya.

Setelah memenangkan gugatan melawan mantan manajernya, Fuji kini kembali menghadapi masalah yang sama, yang melibatkan adminnya sendiri.

“Sudah selektif, tapi sekarang lebih diperketat lagi ya, dari orang tua,” tambah Fuji.

Selain pengawasan ketat, Fuji juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan dukungan emosional penuh dari kedua orang tuanya.

Ia bercerita bahwa sang ibu, Dewi Zuhriati, selalu berada di sisinya dan menenangkannya saat perasaan terpuruk akibat kejadian ini.

“Alhamdulillah, Papa aku selalu nenangin aku, selalu nemenin aku. Apalagi Mama ya, waktu kejadian kan aku jadinya nangis, nangis terus,” kata Fuji dengan suara yang terdengar sedikit terisak.

“Mama selalu nemenin sih tiap pagi, ngecek aku ke rumah, nemenin, dengerin aku cerita,” imbuhnya.

Meskipun telah menjadi korban penggelapan berulang kali, Fuji menyatakan bahwa ia tidak lagi merasa trauma. Ia mengaku sudah lebih menerima kenyataan dan memilih untuk pasrah dengan kejadian tersebut.

“Jujur sampai ngomong trauma aja tuh udah nggak, sudah tidak gimana gitu ya. Udah lebih ke, ‘Yah, (ditipu) lagi nih,’ gitu,” ucapnya dengan nada datar.

Kasus penggelapan kali ini tidak bisa dianggap remeh. Fuji mengungkapkan bahwa kerugian yang ia alami diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Meski sudah berhati-hati dalam memilih orang yang bekerja dengannya, Fuji mengaku tetap terjebak dalam penggelapan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat yang semula dipercaya.

Sementara itu, kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menjelaskan bahwa laporan terkait kasus penggelapan ini sudah dibuat beberapa bulan lalu.

Menurutnya, pihak terlapor sudah mengakui perbuatannya, dan saat ini penyidik sedang mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kejahatan tersebut.

“Informasinya yang bersangkutan sudah mengakui, tapi polisi masih mendalami apakah ada kerja sama dengan pihak lain,” jelas Sandy.

Fuji mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan yang berkaitan dengan pekerjaan bisnisnya.

Ketika melakukan pemeriksaan internal, Fuji akhirnya memanggil admin yang diduga terlibat dalam penggelapan uang tersebut.

Di depan Fuji, admin tersebut mengakui perbuatannya, yang menurut pengakuannya dimulai dengan penggelapan uang dalam jumlah kecil, namun lama-lama jumlahnya meningkat signifikan.

“Di situ dia akhirnya ngaku. Katanya awalnya cuma sedikit, lama-lama jadi banyak, dan ternyata ada pelaku lain yang ikut,” jelas Fuji.

Salah satu pelaku lainnya disebutkan telah mengundurkan diri secara tiba-tiba saat libur Lebaran, sebelum kasus ini akhirnya terbongkar.

Fuji menduga bahwa pelaku tersebut sudah tahu bahwa tindakannya akan terungkap, sehingga memilih untuk mengundurkan diri tanpa memberikan alasan yang jelas.

“Tiba-tiba resign tanpa alasan jelas. Mungkin sudah tahu bakal ketahuan, makanya kabur,” tambah Fuji.

Meskipun merasa kecewa dan terkhianati, Fuji menegaskan bahwa ia akan terus melanjutkan proses hukum ini hingga tuntas.

Ia berharap, dengan melanjutkan laporan dan mengejar keadilan, dapat memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat melakukan tindakan serupa.

“Aku bakal terusin laporan ini biar ada efek jera. Uang kerjaan itu hasil jerih payah banyak orang,” tegas Fuji, menunjukkan tekadnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan tuntas.

Pihak kepolisian kini tengah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan sebelum mengambil langkah selanjutnya dalam proses hukum.

Pengalaman ini jelas menjadi pelajaran berharga bagi Fuji, namun ia berharap bisa menutup babak kelam ini dengan langkah hukum yang tegas dan memberikan peringatan kepada semua pihak yang berusaha menipu atau mengeksploitasi orang lain. (xpr)