Dua Rider Indonesia Crash di GP Amerika 2026, Veda Ega dan Mario Aji Gagal Finis di Kelas Masing-masing

Mario aji moto2 usaMario aji moto2 usa
Nasib Apes Rider Indonesia di GP Amerika 2026, Dua Pembalap Gagal Finis

INBERITA.COM, Penampilan dua pembalap Indonesia di ajang MotoGP Amerika Serikat 2026 berakhir pahit setelah keduanya mengalami kecelakaan dan gagal finis di kelas masing-masing.

Insiden yang dialami Veda Ega Pratama di Moto3 serta Mario Aji di Moto2 menjadi pukulan telak, terutama karena keduanya sempat menunjukkan performa menjanjikan sepanjang balapan.

Balapan yang digelar di Circuit of the Americas, Austin, pada Minggu (29/3) malam WIB itu sejatinya menjadi momentum bagi Veda Ega untuk kembali meraih hasil positif. Pembalap asal Gunungkidul tersebut memulai lomba dari posisi keempat, hasil impresif yang ia raih saat sesi kualifikasi.

Sejak awal balapan, Veda Ega Pratama langsung menunjukkan performa kompetitif dengan mampu bersaing di barisan depan bersama sejumlah pembalap seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentine Perrone, serta Guido Pini.

Meski sempat turun ke posisi kedelapan, Veda Ega perlahan mampu memperbaiki posisinya hingga kembali naik ke peringkat keenam. Namun, harapan untuk meraih poin kembali pupus saat memasuki lap keempat.

Pada sektor kedua lintasan, Veda mengalami selip pada ban depan yang membuatnya kehilangan kendali. Ia terjatuh cukup keras dan terlempar di atas lintasan. Situasi semakin memburuk ketika motornya yang tergeletak di trek kemudian tertabrak pembalap lain.

Insiden tersebut melibatkan Joel Esteban dari tim LevelUp MTA yang tidak sempat menghindar. Keduanya terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balapan hingga dinyatakan gagal finis atau DNF.

Hasil ini menjadi antiklimaks bagi Veda Ega yang sebelumnya tampil cukup konsisten di awal musim. Ia sempat finis kelima di seri Thailand dan bahkan berhasil meraih podium ketiga di Brasil. Kecelakaan di Amerika ini menjadi DNF pertama bagi Veda di Moto3 musim 2026.

Sementara itu, balapan Moto3 Amerika Serikat dimenangkan oleh Guido Pini yang tampil dramatis. Pembalap dari tim Leopard Racing itu berhasil menyalip rivalnya di tikungan terakhir untuk mengunci kemenangan.

Nasib serupa juga dialami pembalap Indonesia lainnya, Mario Aji, yang turun di kelas Moto2. Balapan di kelas ini berlangsung penuh insiden sejak awal lomba dimulai.

Tak lama setelah start, kecelakaan sudah terjadi yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Dani Holgado dan Joe Roberts. Situasi semakin kacau ketika terjadi kecelakaan massal di tikungan 11 yang melibatkan tujuh pembalap sekaligus.

Akibat insiden tersebut, balapan sempat dihentikan dengan red flag. Race Direction kemudian memutuskan untuk melakukan start ulang karena lomba belum berjalan hingga tiga lap penuh.

Pada balapan pertama sebelum dihentikan, Mario Aji sempat menunjukkan progres positif dengan berada di posisi delapan sebelum turun ke peringkat sembilan. Setelah restart, ia kembali memulai dari posisi awal, yakni urutan ke-19.

Dalam balapan yang dipersingkat menjadi 10 lap, Mario Aji perlahan mulai memperbaiki posisinya. Ia sempat naik ke posisi 17, kemudian terus merangsek hingga ke posisi 15 yang merupakan batas akhir zona poin.

Memasuki lap ketiga, performanya semakin membaik dengan naik ke posisi 16 dan kemudian 15. Bahkan, ia sempat naik ke posisi 14 setelah salah satu pembalap di depannya mengalami kecelakaan.

Namun, saat peluang meraih poin mulai terbuka, nasib buruk kembali menghampiri. Pada tiga lap terakhir, Mario Aji mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan dan harus menyudahi lomba lebih awal.

Di sisi lain, pertarungan di barisan depan berlangsung sengit. Senna Agius dan Celestino Vietti saling berebut posisi terdepan. Meski sempat disalip, Agius akhirnya berhasil kembali memimpin dan mempertahankan posisinya hingga garis finis.

Kecelakaan yang dialami Mario Aji memastikan ia gagal meraih poin di seri ini, sekaligus menjadi hasil yang mengecewakan setelah menunjukkan peningkatan performa selama balapan berlangsung.

Seri GP Amerika 2026 pun menjadi akhir pekan yang sulit bagi pembalap Indonesia. Dua rider yang turun di kelas berbeda sama-sama mengalami kecelakaan dan gagal finis, meski keduanya sempat menunjukkan potensi untuk bersaing di papan tengah hingga depan.

Hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi kedua pembalap untuk menghadapi seri berikutnya. Konsistensi dan menghindari kesalahan menjadi kunci agar peluang meraih poin tidak kembali terbuang akibat insiden di lintasan.