DPRD Aceh Utara: APBD 40 Tahun Tak Cukup untuk Perbaiki Kerusakan Banjir, Harap Presiden Bentuk Badan Khusus

INBERITA.COM, Ketua Komisi IV DPRD Aceh Utara, Bukhari, mengungkapkan harapannya agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat segera mengunjungi wilayah Aceh Utara untuk melihat secara langsung dampak bencana banjir yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur di daerah tersebut.

Bukhari menyatakan bahwa Aceh Utara menjadi daerah yang paling terdampak oleh bencana banjir yang terjadi pada November 2025 lalu, dengan jumlah korban jiwa mencapai 205 orang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam wawancaranya dengan Kompas.com, Bukhari menegaskan bahwa meski jumlah korban jiwa terbanyak tercatat di Aceh Utara, hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

“Dari sisi jumlah korban dan luas wilayah, Aceh Utara terparah. Untuk itu, kami harap Presiden Prabowo bisa berkunjung ke Aceh Utara, melihat langsung harapan rakyat Aceh Utara,” kata Bukhari.

Pada saat yang sama, Bukhari juga mengajukan usulan terkait upaya pemulihan daerah pascabanjir.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Aceh Utara tidak akan mampu memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh bencana banjir.

“Jika menggunakan dana daerah, maka 40 tahun pun APBD tidak akan cukup untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi,” jelas Bukhari.

Untuk itu, Bukhari mengusulkan pembentukan badan khusus yang langsung berada di bawah pengawasan Presiden untuk menangani masalah banjir dan kerusakan infrastruktur secara lebih terfokus dan efektif.

“Kami ingin sampaikan, tolong dibuat badan khusus untuk penanganan banjir ini yang sifatnya langsung di bawah presiden. Agar fokus dan terjamin tepat sasaran, ditambah pasti cepat progresnya,” ujar Bukhari.

Dengan pembentukan badan khusus tersebut, Bukhari berharap proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efisien, serta melibatkan semua pihak terkait dalam upaya rehabilitasi infrastruktur yang rusak berat akibat banjir.

“Saya harap, Presiden datang dan melihat bagaimana hancurnya Langkahan, Sawang, dan daerah lainnya di Aceh Utara,” tambahnya.

Seperti diketahui, Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak oleh bencana banjir pada akhir November 2025.

Kerusakan parah tidak hanya terjadi di rumah warga, tetapi juga pada infrastruktur penting, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan ke beberapa daerah lain di Provinsi Aceh, termasuk Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah. Namun, kunjungan ke Aceh Utara, yang tercatat memiliki korban jiwa terbanyak, hingga saat ini belum terlaksana.

Sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan, Bukhari menekankan pentingnya bantuan dari pemerintah pusat, mengingat kapasitas APBD daerah yang terbatas.

Selain itu, dia berharap agar Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pascabanjir ini, agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Banjir yang melanda Aceh Utara pada November lalu membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di sana. Kerusakan yang terjadi tidak hanya meliputi infrastruktur, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan kehidupan sosial warga yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Oleh karena itu, Bukhari berharap agar langkah cepat dapat diambil oleh pemerintah pusat untuk memperbaiki keadaan tersebut. (**)